Harmoni Ramadhan 2026 di GKJW Sidoarjo & Dawarblandong Buka Puasa & Sahur Bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid

28 February 2026

Semangat kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan terasa kental di jantung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) pada penghujung Februari 2026. Istri Presiden ke-4 RI, Ibu Dr. (H.C.) Dra. Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum., kembali melakukan gerilya kasih melalui rangkaian kegiatan Buka Puasa dan Sahur Bersama lintas iman yang digelar di dua titik jemaat, yakni GKJW Jemaat Sidoarjo dan GKJW Jemaat Dawarblandong, Mojokerto.

​Membawa tema besar “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi”, kehadiran Ibu Shinta menjadi oase di tengah dinamika sosial politik bangsa. Tradisi yang telah beliau rawat selama lebih dari dua dekade ini tetap setia menyasar kaum marginal—mulai dari tukang becak, buruh pasar, komunitas ojek online, hingga anak jalanan.

Pada Jumat, 27 Februari 2026, meski diguyur hujan deras, ratusan warga lintas agama memadati ruang ibadah dan halaman GKJW Jemaat Sidoarjo di Jalan Kombes Pol M. Durriyat. Pendeta GKJW Jemaat Sidoarjo, Pdt. Noven Rudy Nataniel, S.Si., menyambut hangat kehadiran Ibu Shinta dan para tokoh lintas iman sebagai bentuk kepercayaan yang mendalam.

Dalam sambutannya, Pdt. Noven menegaskan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang perjumpaan dan harapan. Beliau mengingatkan kembali sejarah kedekatan jemaat dengan pemikiran Gus Dur. “Gusdurian Sidoarjo lahir dan dideklarasikan di GKJW Sidoarjo pada tahun 2012. Semangat paseduluran ini adalah komitmen kami untuk terus merawat nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan,” ujar Pdt. Noven.

Ibu Shinta, dalam ceramahnya, menekankan bahwa perbedaan suku dan budaya di Indonesia adalah kekuatan, bukan pemecah belah. Beliau mengingatkan bahwa puasa adalah latihan menahan hawa nafsu, termasuk nafsu kekuasaan yang bisa menggoyahkan demokrasi.

Estafet pesan damai berlanjut ke wilayah Mojokerto. Di GKJW Jemaat Dawarblandong, suasana syahdu menyelimuti acara Sahur Kebangsaan. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimca Dawarblandong, perwakilan GKJW se-Majelis Daerah Mojokerto Surabaya Barat, serta komunitas Gusdurian.

Senada dengan kegiatan di Sidoarjo, nuansa gotong royong sangat terasa. Hidangan sahur disiapkan bersama-sama oleh panitia lintas agama, diselingi doa bersama dan penampilan seni budaya yang memukau.

Dalam tausiah kebangsaannya di Jemaat Dawarblandong, Ibu Shinta menyoroti kondisi bangsa yang tengah diuji oleh berbagai bencana alam dan tantangan politik. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengasah kepekaan sosial. “Sejak di Istana dulu, saya sudah terbiasa sahur bersama di terminal, di kolong jembatan, atau di pasar. Tujuannya membangun solidaritas kemanusiaan. Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi peduli pada penderitaan sesama,” pungkasnya.

Rangkaian acara di dua jemaat GKJW ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai toleransi tidak hanya berhenti pada retorika, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata duduk bersama satu meja. Melalui dialog dan keberanian moral, GKJW Sidoarjo dan GKJW Dawarblandong bersama Ibu Shinta Nuriyah Wahid telah menunjukkan bahwa di tengah ancaman terhadap demokrasi, persaudaraan lintas iman adalah benteng terkuat yang dimiliki bangsa Indonesia.

Foto : Lintang (Sidoarjo) & Krisna Multimedia (Dawarblandong)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak