Bacaan: 1 Petrus 5 : 1 – 5, 12 – 14 | Pujian: KJ. 422
Nats: “Kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab ‘Allah menentang orang yang congkak, tetapi memberi anugerah kepada orang yang rendah hati.’” (Ayat 5b)
Bermain musik dalam suatu orkestra, setiap pemain perlu saling mendengar supaya bisa memunculkan harmoni. Tidak ada pemain yang menonjol, semua harus mengikuti arahan dirigen. Apabila ada pemain yang ingin menonjol, maka yang terjadi, permainan musik itu tidak bisa dinikmati karena tidak ada harmoni. Demikian juga dengan hidup bersama, harmoni tidak akan terjadi jika setiap orang ingin menjadi yang paling hebat. Sebab kebahagiaan akan hadir dari kerelaan untuk rendah hati dan saling melayani.
Firman Tuhan pada saat ini berisikan nasihat dari Rasul Petrus kepada para penatua (pemimpin jemaat) untuk menggembalakan jemaat sebagai kawanan domba Allah. Bukan dengan terpaksa atau demi keuntungan pribadi, melainkan dengan teladan penuh pengabdian. Sementara itu, bagi kaum muda dan seluruh jemaat, Rasul Petrus menekankan pentingnya kerendahan hati. Mengenakan “pakaian kerendahan hati” adalah kunci hubungan yang diberkati Tuhan. Menutup suratnya, Rasul Petrus menyebutkan Silwanus, seorang “saudara yang dapat dipercaya” sebagai teladan seorang yang rendah hati, yang bersedia menjadi perantara untuk menuliskan surat Petrus kepada jemaat-jemaat yang tersebar. Silwanus adalah sosok teladan dalam persaudaraan umat beriman. Ia adalah rekan kerja Rasul Paulus yang juga bersedia melayani bersama Rasul Petrus. Ia bersedia melayani dengan rendah hati bersama siapa saja, dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan.
Seperti Silwanus, kita dipanggil untuk melayani dengan rendah hati dan tidak mementingkan diri sendiri atau kelompok. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang dapat dipercaya, untuk menjalankan bagian kita, seperti seorang pemain musik yang bermain dengan mengikuti arahan dirijen dan mendengarkan suara pemain lainnya. Karena itu, marilah kita mengenakan kerendahan hati. Kita bersedia membuka jalan bagi terciptanya harmoni dalam tubuh Kristus. Marilah dengan rendah hati, kita mengerjakan panggilan kita di manapun kita berada dan menjadi orang yang dapat dipercaya. Amin. [DY].
“Kerendahan hati merupakan fondasi untuk mewujudkan harmoni kasih sejati.”