Hal Menasihati Pancaran Air Hidup 6 September 2026

6 September 2026

Bacaan: Matius 18 : 15 – 20  |  Pujian: KJ. 389
Nats: “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali.” (Ayat 15)

Pernahkah saudara melakukan satu kesalahan, kemudian ada orang lain yang menegur saudara? Bagaimanakah perasaan saudara saat ditegur? Marah, kecewa atau bersyukur karena ada orang lain yang menegur dan mengingatkan saudara akan kesalahan yang telah saudara perbuat. Nyatanya hal menegur atau mengingatkan kesalahan orang lain tidaklah mudah. Ada yang merasa “sungkan”, ada yang merasa takut kalau ia malah dibenci dan dimusuhi, ada juga yang masa bodoh dengan kesalahan orang lain. Sebagai pengikut Tuhan Yesus kita diajarkan untuk saling mengingatkan atau menegur manakala ada saudara kita yang berbuat kesalahan dan dosa.

Seperti firman Tuhan yang kita baca hari ini, Tuhan Yesus mengajar para murid tentang hal menasihati sesama. Bagian ayat nats kita menyebutkan, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatkannya kembali.” (Ay. 15). Tuhan Yesus menghendaki agar kita menasihati saudara kita dengan kasih melalui pembicaraan pribadi (empat mata), tidak perlu ada orang lain yang tahu, agar saudara yang kita nasihati itu tidak merasa dihakimi dan dipermalukan di depan umum. Sekiranya ia mendengarkan nasihat kita dan mau menerimanya, kita telah mendapatinya kembali. Namun jika ia tidak mau mendengarkan dan tidak menerima nasihat kita, ada baiknya kita tetap menasihati dia dengan membawa keterangan dari dua atau tiga saksi (Ay. 16) dengan harapan ia mau mengakui kesalahannya.

Di bulan Kitab Suci ini kita diingatkan bahwa firman Tuhan yang ada dalam Kitab Suci bermanfaat untuk kehidupan kita pribadi maupun kehidupan umat Tuhan. Firman Tuhan mempunyai daya dan kuasa untuk menasihati, menegur, dan mengingatkan kita akan kesalahan dan dosa yang kita perbuat. Pada saat firman Tuhan kita baca, firman Tuhan diberitakan, firman Tuhan kita dengar, maka jangan keras hati kita. Mari membuka hati kita untuk mendengarkan firman Tuhan. Sekiranya ada saudara, teman atau orang lain yang menasihati kita, jangan tutup telinga dan hati kita, melainkan bukalah telinga dan dengarkanlah nasihat itu dengan hati yang terbuka. Itu menjadi cara Tuhan untuk berbicara, menasihati dan menegur kita. Kiranya kita dimampukan untuk menasihati sesama dengan kasih dan menerima nasihat dari orang lain dengan tulus. Amin. [AR].

“Nasihatilah seorang akan yang lain dengan penuh kasih dan ketaatan pada Kristus!”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak