Bacaan: Hakim-hakim 8:1-3
Nats: “…. Setelah ia berkata demikian, maka redalah marah mereka terhadap dia.” (Hakim-hakim 8:3)
Kelas Eki berhasil menjadi pemenang dalam lomba HUT Kemerdekaan RI di sekolahnya. Namun beberapa teman Eki justru marah-marah, “Kalau bukan karena kami, kelas kita tidak akan menjadi juara.” Eki tidak terpancing emosi. Ia berkata, “Memang pengorbanan dan kerja keras kalianlah yang membuat kelas kita juara.” Akhirnya suasana menjadi tenang karena Eki rendah hati, meski sebenarnya ia turut bekerja keras untuk kemenangan kelasnya.
Beberapa orang dari Suku Efraim marah kepada Gideon setelah mereka mengetahui kemenangan Gideon melawan bangsa Midian. Mereka merasa tersinggung karena Gideon tidak mengajak mereka untuk ikut berperang. Tampaknya mereka ingin dipuji dan dianggap hebat juga. Untunglah Gideon tetap tenang dan memilih bersikap rendah hati menanggapi orang-orang dari Suku Efraim itu. Kemarahan mereka pun reda atau berkurang.
Tuhan ingin kita memiliki sikap rendah hati terhadap orang lain agar hubungan kita terjaga dengan baik, jauh dari pertengkaran atau permusuhan. Yuk, belajar berkata sopan, lemah lembut dan tetap rendah hati. Jauhkan pikiranmu dari perasaan merasa lebih hebat dari orang lain. Tahukah kamu bahwa kata-kata yang lembut dan kata-kata pujian dapat membawa damai bagi lingkunganmu?
Aktivitas:
Yuk, tuliskan sebanyak mungkin kata-kata pujian atau penghargaan untuk teman atau anggota keluargamu di potongan kertas buffalo ya. Misalnya: Kamu kakak yang sabar. Terima kasih sudah peduli kepadaku. Kamu memang teman yang bisa diandalkan. Kelak aku ingin seperti papa atau mama.
Doaku: Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang rendah hati, seperti Gideon. Tolonglah aku. Amin.