Kebenaran Dan Balasan Pancaran Air Hidup 26 Agustus 2026

26 August 2026

Bacaan: Yesaya 28 : 14 – 22  |  Pujian: KJ. 406
Nats: “Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat. Hujan batu akan menyapu bersih perlindungan palsu, dan air akan menghanyutkan persembunyianmu.” (Ayat 17)

Dalam sebuah rapat, seorang rekan kerja dituduh oleh banyak orang melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan proyek gagal. Namun, ada satu orang dalam rapat tersebut mengetahui bahwa kesalahan itu sebenarnya bukan disebabkan oleh rekan kerja yang dituduh tersebut. Rekan yang membela ini berani memaparkan dan menunjukan bukti-bukti kebenaran meskipun ia sendiri terancam dikeluarkan. Singkat cerita kebenaran akhirnya terungkap. Orang yang membela mendapat kepercayaan sedangkan pelaku fitnah mendapat sanksi sosial dan dikeluarkan dari pekerjaan.

Bagian bacaan kita saat ini menjelaskan bahwa pemberontakan kepada Allah membawa konsekuensi, dimana Tuhan Allah akan menghukum mereka yang tidak setia kepada-Nya. Seperti pada masa pemerintahan raja Hizkia, Yesaya menasihati raja Hizkia agar bergantung sepenuhnya kepada TUHAN bukan mengandalkan kekuatan manusia atau meminta pertolongan pada pihak lain. Ayat nats kita menyebutkan, “Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat. Hujan batu akan menyapu bersih perlindungan palsu, dan air akan menghanyutkan persembunyianmu.” (Ay. 17). Di sini Yesaya mengingatkan raja Hizkia bahwa ada konsekuensi dan balasan dari sebuah pilihan. Taat dan percaya kepada TUHAN mendatangkan keselamatan, sebaliknya ketidaktaatan membuahkan penghukuman dan pembalasan dari TUHAN.

Sebagai orang percaya yang telah diselamatkan dan diberi anugerah, kita harus lebih teliti dan jeli dalam mengambil sebuah keputusan atau pilihan. Maka pilihlah setia mengikut Tuhan Yesus dan tetap bersama-Nya. Jangan sampai kita mudah tergiyur dengan godaan-godaan dunia yang menyesatkan. Mari kita selalu waspada, jangan sampai kita salah memilih, sebab akan ada balasan yang kita terima atas ketidaksetiaan kita. Jangan mudah terjebak pada tipu daya Iblis, tetapi mari kita memperkuat iman kita dan selalu terhubung dengan Tuhan yang menjadi pokok keselamatan dan pertolongan kita dalam hidup. Amin [YCDS].

“Waspadalah selalu dengan si jahat dalam setiap tipu dayanya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak