Bacaan: Hakim-hakim 6:28-30
Nats: “…Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati karena ia telah merobohkan mezbah Baal …” (Hakim-hakim 6:30)
Perbuatan baik yang kita lakukan tidak selalu berdampak manis, seperti mendapat pujian dari teman, guru, atau orang tua. Terkadang kita justru mendapat masalah atau kesulitan. Bahkan bisa jadi orang tua, kakak, adek, atau sahabat kita pun bisa menjadi sasaran kemarahan atau kejengkelan dari orang-orang yang tidak senang atas perbuatan baik yang telah kita lakukan.
Seperti yang dialami oleh orang tua Gideon. Ayah Gideon yang bernama Yoas, mendapat ancaman dari orang-orang di kotanya karena mereka mengetahui bahwa Gideonlah yang telah menghancurkan mezbah Baal dan tiang berhala yang selama ini mereka sembah. Mereka meminta Yoas untuk membawa keluar anaknya, Gideon, untuk menerima hukuman dari mereka yaitu kematian.
Menjadi anak Tuhan yang taat dan setia pada perintah Tuhan dibutuhkan keberanian untuk siap menanggung resiko atas ketaatan kita kepada-Nya. Jangan takut untuk taat pada perintah Tuhan, ya. Kesetiaan kita kepada Tuhan akan membuat kita berani untuk tetap melakukan hal-hal yang benar dan melawan atau menolak hal-hal yang tidak benar.
Aktivitas:
Kini, yuk membuat pembatas buku hasil kreativitasmu yang keren. Siapkan kertas buffalo atau origami, alat tulis, krayon, atau stiker kesukaanmu. Tulislah “AKU ANAK TAAT YANG BERANI”
Doaku: Tuhan Yesus, tolonglah agar aku berani menghadapi yang salah dan tetap tenang untuk menyelesaikannya dengan baik. Amin.