Belajar Menghargai Perbedaan Remaja GKJW Lawang Dalami Toleransi Lewat Faithcation ke Vihara dan Pura

29 June 2026

Memperdalam iman tidak selalu dilakukan di dalam ruang gereja. Sebanyak 18 remaja Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Lawang memilih belajar langsung dari kehidupan nyata melalui kegiatan faithcation dengan mengunjungi Vihara Dhammadipa di Kota Batu dan Pura Nilwaktita Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan calon sidi sebagai bekal sebelum memasuki jenjang keanggotaan dewasa di gereja. Melalui pengalaman berinteraksi dengan pemeluk agama lain, para remaja diajak memahami bahwa iman yang kuat tidak dibangun dengan menutup diri terhadap perbedaan, melainkan dengan mengenalnya secara bijaksana.

Pendeta Sevi Niasari selaku pembina katekisasi mendampingi seluruh rangkaian kegiatan. Di Vihara Dhammadipa, peserta diterima dan dipandu oleh Samanera dan Silani yang memperkenalkan sejarah vihara, perjalanan Siddhartha Gautama hingga mencapai pencerahan, serta makna berbagai simbol yang terdapat di kompleks vihara.

Para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tata cara ibadah umat Buddha, etika memasuki tempat suci, fungsi altar, hingga filosofi penggunaan dupa sebagai simbol penghormatan sekaligus pengingat untuk senantiasa menumbuhkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Dialog berlangsung hangat ketika para remaja berdiskusi mengenai nilai-nilai universal seperti kedamaian, welas asih, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Suasana belajar semakin hidup saat rombongan diajak berkeliling mengenal ruang-ruang ibadah, simbol-simbol keagamaan, serta aktivitas spiritual umat Buddha. Pengalaman tersebut membuka wawasan peserta bahwa setiap agama memiliki cara yang berbeda dalam beribadah, namun sama-sama mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pura Nilwaktita yang berada di kawasan Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh warga serta Pemangku Pura, I Gede Simpen.

“Terima kasih atas kesediaan waktu dan kesempatan saudara-saudara dari GKJW Lawang yang berkenan berkunjung ke pura kami. Semoga pertemuan ini menjadi jembatan persaudaraan dan saling memahami satu sama lain,” ujar I Gede Simpen.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan mengenal tradisi Hindu, tetapi juga menjadi ruang dialog yang memperlihatkan bahwa keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

Melalui kegiatan faithcation ini, GKJW Lawang berharap para calon sidi tidak hanya memiliki pemahaman iman Kristen yang semakin dewasa, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang terbuka, menghargai perbedaan, dan mampu membangun persaudaraan dengan siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

Di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, pengalaman seperti ini menjadi pengingat bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan sikap yang dibangun melalui perjumpaan, dialog, dan kemauan untuk saling mengenal. Ketika iman berjalan berdampingan dengan rasa hormat kepada sesama, lahirlah generasi muda yang mampu menjadi pembawa damai di tengah keberagaman.

Berita & Foto : Ribka | GKJW Jemaat Lawang

Renungan Harian

Renungan Harian Anak