GKJW Tabiskan Enam Pendeta Baru

28 June 2026

Suasana Ibadah Minggu, pada tanggal 28 Juni 2026 di GKJW Jemaat Segaran terasa jauh lebih istimewa dan sarat akan kekhidmatan bagi segenap umat yang hadir. Keistimewaan ini bukan hanya karena ibadah tersebut diselenggarakan di tengah perhelatan Sidang ke 125/2026 Majelis Agung, tetapi juga karena ibadah ini menjadi momen bersejarah dengan dilaksanakannya prosesi sakral penahbisan enam orang pendeta baru di ruang lingkup pelayanan Greja Kristen Jawi Wetan.

Ibadah yang istimewa ini dilayani oleh Pdt. Dr. Hardiyan Triasmoroadi, M.Th., selaku Direktur IPTh. Balewiyata. Membawakan firman Tuhan yang didasarkan pada tiga bacaan leksionari (Yeremia 28:5-9, Roma 6:12-23, dan Matius 10:40-42), Pdt. Hardiyan mengawali pelayanannya dengan mengajak jemaat merenung secara mendalam. Beliau menggugah pemikiran umat mengenai bagaimana kita—sebagai orang beriman—memilih dan merespons pesan yang disampaikan oleh seorang utusan Tuhan.

Dalam khotbahnya, Pdt. Hardiyan memberikan perbandingan yang tajam antara pesan yang menyuarakan realitas penderitaan (seperti halnya peringatan Nabi Yeremia) dengan pesan yang terdengar menyenangkan dan menjanjikan harapan semu (seperti yang diklaim oleh nabi palsu Hananya). Dari perbandingan tersebut, jemaat diajak untuk menguji kembali daya kritis spiritual mereka. “Apakah pesan yang dibawa itu benar-benar bersumber dari suara dan kehendak Tuhan sendiri, atau sekadar kehendak dan ambisi dari sang pembawa pesan?” tanyanya kepada umat. Lebih lanjut, beliau mengingatkan adanya bahaya ketika cara kita mendengarkan firman tidak didasari oleh hikmat kebijaksanaan, yang pada akhirnya membuat kita hanya mau mendengarkan pesan-pesan yang “sesuai selera” atau sekadar nyaman di telinga saja.

Beranjak dari refleksi tersebut, firman Tuhan kemudian diarahkan secara khusus sebagai bekal bagi keenam vikar yang akan segera ditahbiskan. Pdt. Hardiyan menekankan panggilan utama seorang pendeta, yakni memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Beliau mengingatkan bahwa menyuarakan kebenaran sering kali membawa risiko dan penderitaan.

Pdt. Hardiyan pun berpesan dengan tegas, Kalaupun saat ini kita sedang menderita karena kebenaran, mari penderitaan itu kita hayati sebagai sebuah ajakan dari Tuhan untuk menapaki via dolorosa (jalan penderitaan). Jangan berupaya melarikan diri atau mengingkari penderitaan itu, melainkan hadapilah dengan keberanian iman. Dan jangan juga didasari berniat untuk menormalisasi penderitaan itu sebagai keniscayaan tanpa berupaya untuk menghapuskan penderitaan itu.

Menjawab panggilan dan tantangan pelayanan tersebut, ibadah pun memasuki momen puncaknya yang penuh haru, yakni prosesi penahbisan. Setelah pembacaan Surat Keputusan, keenam vikar maju ke depan altar untuk mengikrarkan janji tahbisan mereka dengan mantap di hadapan Tuhan dan jemaat. Setelah itu, mereka berlutut untuk menerima berkat melalui prosesi penumpangan tangan yang dipimpin langsung oleh Pdt. Natael Hermawan Prianto, MBA (Ketua Majelis Agung), bersama para pendeta GKJW yang tergabung sebagai Pelayan Harian Majelis Agung. Momen sakral ini kemudian disempurnakan dengan pemakaian toga dan stola pendeta, yang menjadi simbol resminya mereka mengemban jabatan dan amanat pelayanan sebagai pendeta di ruang lingkup pelayanan Greja Kristen Jawi Wetan.

Adapun keenam pendeta yang baru ditahbiskan dalam ibadah tersebut adalah:
– Pdt. Andreas Kristiyanto, S.Si.Teol. (Asal: GKJW Jemaat Ngantang),
– Pdt. Joko Ardiansah, S.Si.Teol. (Asal: GKJW Jemaat Bangoan),
– Pdt. Widya Wahyu Agustin, S.Fil. (Asal: GKJW Jemaat Kediri),
– Pdt. Prabandari Puspitaning Rahardiani, S.Fil., CCM. (Asal: GKJW Jemaat Menganti),
– Pdt. Ferehs Mulia Wati, S.Si.Teol. (Asal: GKJW Jemaat Tempursari),
– Pdt. Yefta Bagus Nugroho, S.Si.Teol. (Asal: GKJW Jemaat Ngoro).

​Rangkaian prosesi sakral ini berjalan semakin khidmat sekaligus semarak berkat dukungan tata ibadah dan pelayan pujian. Seluruh alur ibadah diiringi oleh tim musik yang dikoordinatori oleh Pdt. Dikky Agung Triatmodjo dari Pusat Studi Liturgi dan Musik Gerejawi IPTh. Balewiyata GKJW. Suasana peribadatan semakin dihidupkan melalui persembahan pujian dari Paduan Suara Anak Kinaryosih GKJW Jemaat Surabaya yang melantunkan “Puji Tuhan” dan “Ayo Teman”, Paduan Suara Tembang Nirwana dengan pujian “Jangan Kuatir”, serta penampilan memukau dari Vocal Group Ekklesia Voca yang membawakan “Nyanyi dan Bersoraklah” serta “Tuhan Selalu Menolongku”.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara, ibadah diakhiri dengan sesi sambutan-sambutan yang penuh rasa syukur. Sambutan diawali oleh perwakilan pendeta yang baru ditahbiskan, dilanjutkan dengan pesan dan harapan dari Pelayan Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKJW Segaran. Kegiatan ibadah bersejarah ini akhirnya ditutup dengan sambutan mewakili Pelayan Harian Majelis Agung (PHMA).

Video Ibadah Penahbisan Pendeta GKJW dapat diakses melalui tautan diatas
Video diproduksi oleh Tim Multimedia GKJW Jemaat Segaran dan GKJW Jemaat Bedali

Renungan Harian

Renungan Harian Anak