Pembukaan Sidang ke-125/2026 Majelis Agung GKJW

25 June 2026

Majelis Agung (MA) Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) saat ini tengah menggelar Sidang ke-125. Pada persidangan kali ini, Majelis Daerah Kediri Selatan bertindak sebagai tuan rumah, dengan GKJW Jemaat Segaran yang berlokasi di Jl. Raya No. 86, Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, ditunjuk sebagai pusat seluruh rangkaian kegiatan.

Berdasarkan keputusan sidang sebelumnya, Sidang ke-125 MA dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 25 hingga 28 Juni 2026. Persidangan ini dihadiri oleh berbagai unsur peserta, meliputi anggota MA GKJW utusan dari 15 Majelis Daerah dan Anggota Angkatan. Selain itu, hadir pula jajaran parampara yang terdiri atas Wakil Badan Pembantu MA, Anggota Komperlitbang MA, Anggota KP2MA, Sekretaris Bidang MA, serta tamu undangan khusus.

Rangkaian sidang diawali dengan Ibadah Pembukaan yang dilayani oleh Pdt. Antonius Andix Nugroho, S.Si. Beliau merupakan Pendeta GKJW Jemaat Segaran yang juga menjabat sebagai PAW Ketua Majelis Daerah Kediri Selatan. Dalam ibadah ini, firman Tuhan didasarkan pada pembacaan surat Galatia 5: 2-6.

Mengawali khotbahnya, Pdt. Andix mengutip pandangan budayawan Sujiwo Tejo mengenai konsep kasta. Sujiwo pernah mengungkapkan bahwa konsep kasta sejatinya merupakan tingkatan kesadaran atau tahapan spiritual di dalam diri manusia yang berlandaskan rasa kasih sayang. Pada mulanya, sistem kasta yang terdiri atas kasta Sudra, Waisya, Ksatria, dan Brahmana bukanlah sebuah instrumen yang ditujukan untuk membedakan kelompok masyarakat berdasarkan hierarki tertentu.

Lebih lanjut dijelaskan, mereka yang digolongkan dalam kasta Sudra adalah individu yang laku hidupnya masih berpusat pada diri sendiri. Kasta Waisya merujuk pada mereka yang telah mencapai tahapan memikirkan kelompok atau keluarganya. Sementara itu, kasta Ksatria merupakan tahapan bagi orang-orang yang mulai memikirkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Puncaknya, kasta Brahmana diisi oleh mereka yang telah mencapai tahapan kesadaran spiritual untuk memikirkan hubungan yang harmonis antar-sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta.

Melalui pemahaman tersebut, Pdt. Andix mengajak umat untuk merenungkan kembali pesan Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia. Pesan yang disampaikan tersebut tidak dapat dilepaskan dari semangat Paulus yang senantiasa mengajarkan orang percaya agar sungguh-sungguh memahami apa yang mereka imani, termasuk memahami setiap ketentuan dan tatanan di dalam kehidupan bersekutu.

Prinsip yang sama juga berlaku dalam persekutuan umat Kristen yang disatukan di bawah rumah besar Greja Kristen Jawi Wetan. Di tengah momen Ibadah Pembukaan Sidang ke-125 MA ini, Pdt. Andix menekankan agar segenap umat melandasi kehidupan bersekutu, beserta seluruh tatanan di dalamnya, dengan pemahaman iman yang benar. Tatanan tersebut hadir bukan dengan maksud menciptakan sistem hierarkis layaknya kesalahpahaman yang terjadi pada sistem kasta, melainkan harus murni didasari oleh kesadaran spiritual dan kasih sayang.

Semarak Ibadah dan prosesi Pembukaan Sidang ke-125 MA GKJW ini semakin terasa hangat dengan hadirnya serangkaian persembahan pujian dari berbagai elemen umat di ruang lingkup pelayanan GKJW. Umat yang hadir disuguhi penampilan menyentuh hati dari anak-anak LKSA Bethesda yang dengan syahdu membawakan lagu berjudul “Pelangi Kasih-Nya”, kemudian disusul juga oleh persembahan pujian yang tak kalah indah dari para murid SD YBPK Cabang Purworejo-Segaran. Sukacita persekutuan di Jemaat Segaran tersebut pada akhirnya terasa semakin lengkap ketika para pendeta beserta keluarga dari seluruh lingkup pelayanan Majelis Daerah Kediri Selatan turut memberikan persembahan pujiannya.

Melengkapi rangkaian acara pembukaan, persidangan ini juga menghadirkan sesi pemaparan khusus dari utusan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Pada kesempatan tersebut, perwakilan LAI memberikan penjelasan secara komprehensif kepada para peserta sidang mengenai berbagai bentuk pelayanan dan program yang selama ini dijalankan oleh lembaga tersebut. Kehadiran utusan LAI di tengah Sidang Majelis Agung ini menjadi momentum penting untuk semakin mempererat sinergi antara Greja Kristen Jawi Wetan dan LAI, khususnya dalam upaya bersama mendukung penyebaran serta pendalaman firman Tuhan bagi segenap umat Kristen di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Setelah Ibadah selesai, persembahan tari Rama Shinta menjadi penghantar bagi umat untuk masuk pada sesi resepsi dan prosesi pembukaan sidang, yang diisi dengan sambutan-sambutan mulai dari Ketua Panitia Sidang, perwakilan dari PHMD Kediri Selatan, perwakilan dari PHMA GKJW, serta sambutan dari pejabat pemerintah setempat, baik representasi dari Desa, Kecamatan dan Kabupaten Kediri yang diwakili oleh Bpk. Kaleb Untung Satrio dilanjutkan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya persidangan.

Sebagaimana pelaksanaan sidang reguler sebelumnya, pada sidang kali ini, segenap peserta sidang diajak untuk terlibat membahas dan memutuskan hal-hal yang menjadi materi yang bersumber dari laporan dan usulan Pelayan Harian Majelis Agung, Badan Pembantu Majelis Agung, serta dari 15 Majelis Daerah.

Tayangan video Ibadah dan Resepsi Pembukaan Sidang ke-125/2026 Majelis Agung GKJW dapat diikuti melalui tautan diatas

Renungan Harian

Renungan Harian Anak