Pendeta Sunardi Masuki Masa Purna Tugas

21 June 2026

Hari Minggu, 21 Juni 2026, menjadi momen yang penuh kehangatan sekaligus mengharukan bagi segenap warga GKJW Jemaat Cangkring. Di hari itu, umat bersekutu bersama dalam ibadah khusus untuk mensyukuri dan melepas Pdt. Sunardi, S.Th. yang telah memasuki masa purna tugas (emeritasi) sebagai pendeta aktif di ruang lingkup pelayanan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Ibadah ini bukan sekadar penanda selesainya sebuah jabatan struktural, melainkan wujud apresiasi atas perjalanan panjang sebuah panggilan yang telah dirawat dengan kesetiaan.

​Lahir di Lamongan pada 15 Mei 1966, langkah panggilan Pdt. Sunardi terus bertumbuh hingga ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) pada tahun 1992. Tentu saja, kelulusan akademik bukanlah akhir dari masa persiapannya. Selama kurang lebih dua tahun setelahnya, ia menjalani masa vikariat yang mengharuskannya turun langsung melayani dan berpindah dari satu jemaat ke jemaat lain.

Berhadapan langsung dengan beragam situasi dan kehidupan umat di lapangan menjadi proses belajar yang sangat berharga. Masa vikariat inilah yang secara nyata membekalinya dengan pengalaman dalam pelayanan, sekaligus semakin memantapkan semangat panggilannya sebagai seorang pelayan. Dengan bekal dan kemantapan hati tersebut, tepat pada tanggal 26 Juni 1994, Pdt. Sunardi secara resmi ditahbiskan menjadi pendeta GKJW dalam Sidang Majelis Agung.

Dalam menapaki jalan pelayanannya, Pdt. Sunardi tentu tidak berjalan sendirian. Kehidupan seorang pendeta yang harus berpindah dari satu tempat tugas ke tempat lainnya menuntut kesediaan keluarga untuk ikut beradaptasi dan mendukung penuh panggilan tersebut. Hadirnya sang istri, Yuni Indarwatiningsih, yang dinikahinya pada 24 Juni 1997, menjadi teman seperjalanan yang setia mendampinginya dalam berbagai keadaan.

Dukungan tersebut semakin utuh dengan kehadiran dua buah hati mereka, Efra Sari Yunardi dan Abelinda Ari Yunardi. Tumbuh di tengah dinamika pelayanan sang ayah, kebersamaan keluarga ini senantiasa menjadi tempat berpulang yang memberikan ketenangan dan penghiburan. Kehadiran istri dan anak-anaknya tidak sekadar melengkapi kehidupan pribadinya, tetapi benar-benar menjadi pilar penyemangat yang membuat Pdt. Sunardi tetap teguh dan setia menjalankan tugasnya di setiap tempat ia diutus.

Selama lebih dari tiga dekade mengabdi, jejak pelayanan Pdt. Sunardi telah menyentuh berbagai jemaat dan lingkup organisasi GKJW. Dedikasi tersebut terekam dalam rekam jejak tugas pelayanannya:

– GKJW Jemaat Rowotrate – MD Malang II (1994–2001)
– GKJW Jemaat Gedangan – MD Kediri Utara I (2001–2009)
– GKJW Jemaat Jombang – MD Jombang SB (2009–2017)
– GKJW Jemaat Surabaya – MD Surabaya Timur I (2017–2021)
– Kantor Majelis Agung (2021–2023)
– GKJW Jemaat Cangkring – MD Jombang SB (2023–emeritasi).

Di penghujung masa pelayanannya sebagai pendeta jemaat, Pdt. Sunardi meninggalkan pesan yang mendalam melalui khotbah bungsunya yang didasarkan pada Injil Matius 10:24-39. Mengangkat tema “Bersandar dan Mengandalkan Tuhan”, ia mengingatkan jemaat dengan pembawaan yang reflektif bahwa sejak awal, Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan jalan yang bebas dari rintangan bagi para pengikut-Nya. Tantangan, penolakan, bahkan penderitaan adalah realitas yang harus dihadapi, sama seperti yang Yesus alami hingga mati di kayu salib.

Namun, di balik kerasnya realitas tersebut, ada janji penyertaan yang membebaskan. Pdt. Sunardi menekankan bahwa kuncinya adalah menepis ketakutan dan berserah penuh kepada Allah. Ketika seorang pelayan atau warga jemaat benar-benar bersandar pada-Nya, kebenaran sejati akan senantiasa berpihak kepada mereka. Fisik boleh saja lelah, menua, atau menderita, tetapi jiwa akan tetap utuh dan terpelihara oleh Sang Pencipta.

Pesan ini terasa begitu personal karena menjadi muara dari refleksinya sendiri selama puluhan tahun melayani. Berpindah dari satu jemaat ke jemaat lain, hingga mengemban tugas di Majelis Agung, Pdt. Sunardi menyadari betul bahwa keberhasilan pelayanan tidak pernah bertumpu pada kehebatan atau segudang pengalaman manusia. Segala hal yang sulit dan tampak mustahil dilewati semata-mata karena kebesaran Allah yang terus memampukan hamba-Nya.

Rangkaian Prosesi kemudian dilayani langsung oleh Ketua Majelis Agung GKJW, Pdt. Natael Hermawan Prianto, S.Si., MBA. Mewakili Pelayan Harian Majelis Agung (PHMA), Pdt. Natael menyampaikan ungkapan terima kasih yang tulus atas dedikasi dan cinta kasih yang telah ditaburkan oleh Pdt. Sunardi selama menjadi pelayan aktif. Suasana ibadah semakin terasa khidmat sesaat sebelum memasuki prosesi emeritasi dibacakan Surat Keputusan (SK) Emeritasi, yang telah ditetapkan melalui Sidang ke-123 Majelis Agung GKJW tahun 2025, dibacakan dengan lantang oleh Wakil Sekretaris Umum Majelis Agung, Pdt. Kristanto, S.Si.

Ibadah purna tugas ini pun terasa hangat dengan lantunan persembahan dari berbagai kelompok paduan suara lintas generasi di GKJW Jemaat Cangkring, anggota Pelayan Harian MD Jombang SB, dan tentunya, pujian khusus dari keluarga pendeta yang menambah haru suasana. Hingga momen puncaknya, seluruh rekan pendeta maju mengelilingi Pdt. Sunardi berdoa dalam kesungguhan, mendoakan Pdt. Sunardi yang akan segera mengakhiri masa pelayanan sebagai pendeta aktif di ruang lingkup pelayanan GKJW.

Melalui ibadah dan prosesi ini, Pdt. Sunardi kini resmi menyandang gelar Pendeta Emeritus (Pdt. Em.). Masa penugasan administratifnya di jemaat mungkin telah usai, namun panggilan sejatinya sebagai seorang hamba Tuhan tidak pernah mengenal kata pensiun. Pdt. Sunardi masih tetap dapat melayani Ibadah-Ibadah maupun sakramen khusus yang biasa dilakukan oleh seorang pendeta. Beliau akan senantiasa menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar GKJW, merawat panggilannya di ruang lingkup dan musim kehidupan yang baru.

Video ibadah emeritasi Pdt. Sunardi dapat diikuti melalui link diatas.

Video & Foto : Multimedia GKJW Jombang & Multimedia MD Jombang SB

Renungan Harian

Renungan Harian Anak