Bacaan: Bilangan 12 : 1 – 9
Nats: “Adapun Musa itu seorang yang sangat rendah hati, lebih dari setiap manusia di muka bumi” (Bilangan 12 : 3)
Pernahkah kamu merasa iri hati pada orang lain? Apakah yang menyebabkan kamu iri hati? Apakah temanmu memiliki mainan baru atau nilai temanmu lebih baik padahal kamu sudah rajin belajar atau kamu melihat temanmu mendapatkan pujian? Dada kita terasa panas, jengkel dan hati kita tidak senang melihat itu semua. Dalam situasi demikian kita ingin marah, berteriak atau mungkin menangis. Maka, jika itu terjadi, kita bisa menamai perasaan itu sebagai iri hati.
Perasaan itu juga pernah dirasakan oleh saudara Musa, yaitu Miryam dan Harun yang merasa iri kepada Musa. Mereka berdua mengatakan yang tidak baik tentang Musa dan bertanya, “Sungguhkah Tuhan berbicara hanya kepada Musa? Bukankah Dia juga berbicara kepada kami?” Mendengar pertanyaan itu Tuhan mengumpulkan mereka bertiga dan mengatakan bahwa Musa adalah hamba yang setia. Tuhan memang berbicara langsung kepada Musa. Musa adalah orang pilihan Tuhan. Tuhan menghendaki supaya mereka belajar untuk menghormati dan tidak merendahkan orang lain, sebagaimana Musa yang rendah hati.
Teman-teman, mari berhati-hati dengan hati kita dengan meneladan Musa yang rendah hati dan menjauhkan diri dari iri hati yang bisa membuat kita berkata kasar dan bisa menyakiti perasaan orang lain. Mari menerima dan mensyukuri apa yang ada pada kita tanpa perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Tuhan ingin kita bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tetap mengasihi teman-teman kita. Kalau kita melihat teman berhasil, kita bisa ikut bersukacita, bukan iri hati.
| Tuliskan hal-hal baik apa yang kamu punya, dan syukurilah: ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ |
Doaku: Tuhan, aku bersyukur dengan apa yang aku miliki. Tolonglah aku untuk rendah hati dan mengasihi siapapun, Amin