Bacaan: Mikha 7 : 1 – 7 | Pujian: KJ. 427
Nats: “Jagalah pintu mulutmu bahkan terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu!” (Ayat 5b)
Rongga mulut adalah bagian penting dari sistem pencernaan manusia. Kesehatan gigi dan mulut merupakan cerminan terhadap kesehatan diri kita. Jika kesehatan gigi dan mulut tidak dijaga, risiko terhadap masalah kesehatan lainnya akan meningkat. Profesor Saymour dari Universitas Otago, New Zeland, menyatakan, “Anda tidak dapat memiliki kesehatan tubuh secara menyeluruh tanpa memiliki kesehatan rongga mulut yang baik, karena rongga mulut adalah bagian dari tubuh Anda”. Oleh karena itu, mulut merupakan organ yang penting dan vital dalam tubuh.
Bagian bacaan kita hari ini mengisahkan tentang kemerosotan hidup bangsa Israel, yang jauh dari Tuhan. Hal tersebut diumpamakan dengan keadaan seperti buah-buahan di musim kemarau, yang hasilnya tidak dapat dimakan. Kemerosotan itu tampak dari hilangnya orang saleh dan jujur, hakim yang dapat disuap, tangan yang mudah berbuat jahat, anak-anak yang berani melawan orang tuanya. Karena itu, Nabi Mikha menyerukan agar bangsa Israel segera bertobat kembali kepada Allah supaya mereka mendapatkan keselamatan.
Sebuah pertobatan bisa dimulai dari menjaga mulut sebab sering kali banyak orang lupa untuk menjaga mulut mereka. Karena mulut, manusia bisa sakit karena ia tidak bisa mengontrol makanan yang dikonsumsinya, karena ia lebih mementingkan kesenangan dan kenikmatan. Karena ucapan yang keluar dari mulut banyak orang terluka, mengalami konflik/masalah, dan terjadi luka batin. Oleh karena itu, mari kita menjaga mulut kita dengan baik dan biarlah mulut kita, kita pergunakan untuk memuji-muji Allah yang mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di dalam kehidupan. Bersama Yayasan Kesehatan GKJW kiranya kita dapat bersaksi dan menceritakan kemurahan Tuhan dalam tindakan preventif (pencegahan), edukatif (penyuluhan), dan kolaboratif (bersinergi dengan masyarakat) menjaga kesehatan kita sebagai anugrah dari Tuhan. Amin. [Kulz].
“Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.”