Kami Perlu Kau Tuhan Pancaran Air Hidup 20 Juni 2026

20 June 2026

Bacaan: Mazmur 69 : 7 – 10, 16 – 18  |  Pujian: KJ. 440
Nats: Janganlah sembunyikan wajah-Mu dari hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku!” (Ayat 18)

Ada satu lagu berjudul Kami Perlu Kau Tuhan, yang lirik lagunya demikian:

Kemanakah kami mencari kasih sejati?
Kemanakah kami berseru saat badai datang menderu?
Yang kami tahu hanya Kau yang mampu pulihkan s’gala sesuatu.
Kami perlukan keajaiban-Mu
Kami butuhkan sentuhan tangan-Mu
Kami tak dapat jalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan

Satu lagu yang dipopulerkan oleh Natashia Nikita. Lagu ini berisi pengakuan bahwa manusia membutuhkan pertolongan kasih Tuhan dalam menghadapi suka dan duka kehidupan.

Hal itu juga yang diungkapkan oleh Pemazmur dalam mazmurnya. Ia mengungkapkan doa dalam kesesakan ketika ia memimpin. Kesesakan dan kesulitan itu dia dapatkan dari musuh-musuhnya karena kepercayaannya kepada Allah. Pemazmur mengungkapkan penderitaannya dan menganalogikannya sebagai air, tubir, dan sumur yang mungkin saja menenggelamkannya. Pemazmur takut bahwa di tengah kesulitan dan kesesakan itu ia akan jatuh ke dalam dosa dan kesalahan yang akan membuatnya semakin jauh dari Allah. Maka, di ayat 18 kita membaca bagaimana Pemazmur benar-benar meminta Allah untuk menjawab doa dan kesesakannya. Hal ini dia lakukan untuk menjaga wibawa dan sikapnya sebagai seorang Raja dan seorang yang percaya kepada Allah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa hidup ini juga sering kali memiliki kesesakan dan kesulitannya sendiri. Kesesakan dan kesulitan itu terjadi karena berbagai faktor di dalam hidup yang kita jalani. Hal inipun dapat membawa kita ke dalam dosa dan kesalahan ketika kita hanya mencari “kenikmatan” dan “solusi” sementara. Tetapi, pemazmur mengajarkan kita hari ini untuk tetap berpengharapan dan berpegang teguh pada Tuhan dalam segala kesesakan dan kesulitan yang kita alami. Jangan sampai kita kehilangan pengharapan itu ketika kesesakan menghimpit hidup kita. Tidak ada yang lain yang kita perlukan selain Tuhan ketika kita menjalani kehidupan kita. Maka, jangan sampai kita kehilangan pengharapan, melainkan percayalah pada tuntunan Tuhan! Amin. [HADS].

“Percayalah! Ia tak akan meninggalkan kita sendiri.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak