Duka Yang Mendalam Pancaran Air Hidup Junior 30 Mei 2026

30 May 2026

Bacaan: Kejadian 50:1
Nats: “Lalu Yusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayahnya serta menangisi dan mencium dia.” (Kejadian 50:1)

Saat Yakub bertemu kembali dengan Yusuf, anak yang dikasihinya, betapa senang hati Yakub dan ia menyatakan siap dipanggi Tuhan karena ia sudah bertemu dengan Yusuf, anak yang dikasihinya. Namun di luar dugaan, ternyata ayahnya masih hidup tujuh belas tahun dalam kebahagiaan. Sesudah itu Yakub meninggal.

Yusuf merasakan duka yang mendalam ketika ia ditinggalkan Yakub ayahnya untuk selama-lamanya. Dikisahkan dalam Kejadian 50:1, “lalu Yusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayahnya serta menangisi dan mencium dia”. Seluruh masa upacara, perkabungan, dan penguburan berlangsung lebih dari dua bulan.

Yusuf sangat berduka cita ketika ayahnya, Yakub, meninggal. Ia menangis dan meratapi kepergian ayahnya. Melalui kisah Yusuf yang sedang merasakan duka yang mendalam, kita dapat mengambil hikmah bahwa duka cita adalah bagian dari hidup kita yang tidak bisa kita hindari. Ingatlah bahwa Allah memahami kesedihan kita dan Allah jugalah yang memberikan kekuatan.

Silahkan membuat pembatas Alkiab, sesuai dengan kreativitas yang kamu miliki, dengan menuliskan pesan berikut ini!

Tuhan Allah berjanji bahwa “tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita” (Wahyu 21:4). Sebelum saat itu tiba, air mata adalah karunia yang diberikan Allah untuk melipur lara, apabila aku harus kehilangan sosok tercinta dalam keluarga.“

Doaku: Ya Allah, beri aku kekuatan jika suatu saat nanti menghadapi kesedihan oleh karena duka mendalam, Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak