Bacaan: 1 Korintus 12 : 4 – 13 | Pujian: KJ. 256
Nats: “Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh. Ada berbagai pelayanan, tetapi satu Tuhan.” (Ayat 4-5)
Dalam sebuah sesi komitmen di ibadah pemuda, para pemuda menyampaikan komitmen mereka untuk terlibat dalam pelayanan di gereja. Komitmen satu orang dalam satu pelayanan. Komitmen ini mengajak para pemuda terlibat aktif dalam sebuah pelayanan yang akan dilakukannya dengan setia dan tekun. Beberapa dari mereka telah menyampaikan komitmennya, beragam memang tetapi sebagian besar memilih sebagai pemain musik, pemandu pujian, pamong anak dan remaja. Ada seorang pemudi yang menyampaikan komitmennya, dia memilih untuk menjadi tukang masak saat ada acara-acara di gereja. Mendengar komitmen itu, banyak dari pemuda-pemudi yang hadir tertawa. Mereka merasa aneh dengan pilihan pelayanan di gereja sebagai tukang masak. Kemudian pembicara mengingatkan bahwa bentuk pelayanan di gereja itu beragam dan bisa apa saja, tidak apa-apa tidak sama atau tidak harus selalu kelihatan banyak orang, yang penting adalah pilihan pelayanan itu dijalani dengan setia dan tekun. Tukang masak untuk kegiatan gereja pun adalah salah satu bentuk pelayanan, walau tidak kelihatan atau tampil di depan banyak orang. Jika ada kegiatan gereja, lalu tidak ada yang memasak tentu menjadi suatu kebingungan tersendiri. Memang kemudian pemudi ini menjalankan komitmen pelayanannya dengan setia dan tekun, dia menjadi tukang masak di kegiatan-kegiatan gereja bahkan sampai sudah menikah dan mempunyai anak.
Jemaat Korintus dianugerahi Tuhan Allah dengan beragam karunia pelayanan. Hanya yang menjadi masalah: mereka seringkali mengunggulkan dan membanggakan karunia yang mereka miliki dan memandang rendah karunia orang lain. Di sinilah Paulus mengingatkan Jemaat Korintus bahwa semua karunia itu berasal dari Allah. Sebagai satu tubuh Kristus, beragam karunia itu digunakan untuk saling melengkapi dan untuk memuliakan Tuhan Allah.
Kita semua yang telah dipilih oleh Allah, diperlengkapi dengan berbagai macam karunia. Mungkin karunia kita tidak sama satu dengan yang lain. Tetapi ingatlah bahwa kita semua dan karunia yang Tuhan berikan kepada kita adalah istimewa. Oleh karena itu, mari tanpa ragu, kita gunakan karunia itu untuk melayani Tuhan melalui gereja-Nya. Karena setiap karunia yang diberikan kepada kita adalah istimewa. Amin. [cha].
“Setiap hari adalah kesempatan untuk melayani Tuhan dengan lebih baik.”