Judul: Tuhan Selalu Mengasihi dan Menyertaiku
Tahun Gerejawi: Bulan Kesaksian dan Pelayanan
Tema: Kasih yang diperbaharui di Gunung Sinai
Bacaan Alkitab: Keluaran 34:1-9
Ayat Hafalan: Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu (Yesaya 46:4a)
Lagu Tema: Kidung Siwi No. 148 “Bapa Sayang Kita Semua”
Alat Peraga dan Aktivitas: Dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Membaca teks bacaan hari ini tidak bisa dilepaskan dari bacaan pada bagian Keluaran 31:18 dan 32:18-19. Adegan yang menarik tentang dua loh batu yang pertama yang diterima oleh Musa dari Tuhan. Baru saja diterimanya namun harus dihancurkannya karena Musa menyaksikan ketidak-taatan umat Allah yang sedang asyik menyembah patung anak lembu emas. Musa marah dan melemparkan kedua loh batu yang pertama dan dipecahkannya dikaki gunung Sinai maka adegan dalam bacaan kita saat ini adalah adegan lanjutan pasca peristiwa itu.
Dalam bagian bacaan kita diceritakan bagaimana Tuhan Allah memberikan kembali dua loh batu yang baru. Isinya memang masih sama dengan dua loh batu yang pertama yakni segala peraturan dan ketetapan Tuhan Allah terhadap umat-Nya, Israel. Loh batu kedua ini pun diberikan oleh Tuhan Allah di atas gunung Sinai. Ini adalah kesempatan kedua bagi Musa dan umat Israel untuk kembali taat dan setia kepada Tuhan, berbakti hanya kepada Tuhan saja. Musa mengerti betul bahwa Tuhan Allah adalah Tuhan yang murah hati dan penuh kasih. Melalui seruannya, Allah menunjukkan bahwa Ia tidak akan menghukum siapa pun selama umat tidak menolak-Nya (ayat 6-7). Musa benar- benar mendapatkan kasih karunia di hadapan Allah. Kemudian Musa merespon pernyataan Allah itu dengan berlutut ke tanah dan sujud menyembah. Selanjutnya Musa menyatakan iman dan keyakinanannya bahwa Tuhan Allah pasti akan menemani bangsa Israel, sekalipun seringkali tidak taat bahkan tegar tengkuk. Musa percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan umat Israel yang dikasihi-Nya. Hal ini dinyatakan oleh Musa dengan ungkapan: “.., ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; …” (ayat 9). Musa yakin betul akan penyertaan Tuhan atas umat-Nya Israel.
Keyakinan iman Musa yang demikian ini, tentu bukan tanpa dasar, justru karena Musa tahu betul Tuhan Allahnya, yang selama ini senantiasa menyertai umat-Nya maka Tuhan Allah yang sama yang akan tetap dan terus menyertai umat milik-Nya. Sekalipun umat seringkali mengecewakan Tuhan, namun Tuhan tetap sayang dan bersedia untuk terus menyertai umat-Nya. Sebagaimana seruan-Nya: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,..” (ayat 7). Seruan ini bukan sekedar kata-kata tapi bukti nyata berdasarkan pengalaman iman umat Tuhan dalam hidup mereka.
Refleksi Untuk Pamong
Bagaimana dengan pamong? Tidakkah penyertaan Tuhan nyata atas hidup para pamong? Sekalipun berkali-kali mengalami kesulitan dalam pelayanan anak, namun kasih setia Tuhan tetap dan terus menopang, sehingga pamong selalu dimampukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitannya dan terus mewujudkan tugas dan panggilannya dalam pelayanan anak. Kiranya keyakinan ini senantiasa terus dipertahankan sehingga dalam menyampaikan cerita, pamong akan dapat menolong anak-anak untuk semakin yakin akan penyertaan Tuhan dalam hidupnya karena pamong sudah lebih dulu merasakan penyertaan Tuhan itu dan kini saatnya pamong menjadi teladan iman bagi anak-anak yang dilayani.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak Mengingat dan mengenali nama Tuhan dan perbuatan-Nya yang baik.
Alat Peraga
(Alat peraga bisa didownload pada link Alat peraga)
Gambar 4 (Musa menyiapkan dua loh batu yang kedua)
Gambar 5 (Musa naik ke atas gunung Sinai)
Gambar 6 (Musa menyaksikan kemuliaan Tuhan)
Gambar 7 (Musa turun dari gunung Sinai dengan wajah yang bersinar; Kel 34:29)
Gambar 8 (Tuhan Yesus mengasihi anak-anak)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…
Bagaimana kabar hari ini? (berikan kesempatan anak-anak untuk merespon). Siapa yang hari ini sudah melihat cahaya matahari saat bangun tidur? Siapa yang hari ini merasakan udara pagi atau tiupan angin yang segar? Siapa yang hari ini mendengarkan suara-suara hewan yang ada di sekitar rumah? Suara kicau burung, suara sapi, suara kucing atau suara hewan yang lainnya..
Anak-anak semua yang sudah kita alami pagi hari ini, mulai dari bangun tidur sampai kita datang di ibadah minggu ini adalah tanda bahwa Tuhan mengasihi dan menyertai kita. Semua yang kita rasakan, kita dengarkan dan kita alami adalah tanda bahwa Tuhan selalu ada bersama-sama dengan kita. Tuhan itu baik dan mengasihi kita semua. Siapa yang merasa disayang dan dikasihi oleh Tuhan?
Inti Penyampaian
Anak-anak, ternyata kasih dan kebaikan Tuhan itu bukan hanya kita saja yang merasakannya. Tetapi juga Nabi Musa dan seluruh umat Israel. Pada waktu itu Musa diminta oleh Tuhan untuk naik ke atas gunung Sinai dengan membawa dua loh batu (ajak anak mengulang beberapa kali kata: loh batu). Loh batu adalah dua lempengan batu yang berbentuk datar seperti ini (tunjukkan gambar 4, khususnya loh batu yang dipegang oleh Musa). Lalu Musa naik ke atas gunung Sinai (tunjukkan gambar 5). Musa terus naik, naik dan naik sampai akhirnya Musa tiba di atas gunung Sinai. Di atas gunung itu Tuhan Allah menunjukkan kasih-Nya kepada Musa dan seluruh umat Israel. Tuhan Allah tidak kelihatan, hanya kelihatan cahaya yang begitu indah dan tidak membuat sakit mata. Kemudian Tuhan Allah membuat tulisan pada kedua loh batu itu. Isinya adalah tentang peraturan yang harus dilakukan oleh seluruh umat Israel (tunjukkan gambar 6).
Setelah selesai di atas gunung selama 40 hari lamanya. Kini waktunya bagi Musa untuk kembali turun dan bertemu dengan seluruh umat Tuhan. Sebab tidak ada orang lain selain Musa yang boleh naik ke atas gunung Sinai itu. Waktu Musa turun, wajahnya nampak berkilauan (tunjukkan gambar 7). Lalu Musa menyampaikan segala isi perintah Tuhan yang tertulis pada kedua loh batu itu.
Penerapan
Anak-anak yang terkasih, Tuhan masih mau menemui Musa yang mewakili seluruh umat Israel untuk datang dan menghadap Tuhan. Tanda bahwa Tuhan adalah Tuhan yang baik dan selalu mengasihi umat milik-Nya. Demikian juga dengan kita karena kita ini adalah anak-anak Tuhan, maka Tuhan juga selalu mengasihi kita semua (tunjukkan gambar 8). Apakah kita juga mengasihi Tuhan kita? Tentunya kita harus mengasihi Tuhan, karena Tuhan lebih dulu sayang dan mengasihi kita. Coba sebutkan apa saja tadi bukti bahwa Tuhan mengasihi kita? Kita melihat cahaya matahari di pagi hari ini. Kita merasakan tiupan angin yang segar. Kita mendengarkan suara-suara hewan yang ada di sekitar kita (pamong bisa menambahkan contoh lainnya)
Aktivitas
Membuat “Stick Reminder/Stik Pengingat”
Lihat Aktivitas Balita 072026
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Anak Menceritakan kembali kisah Musa yang bertemu dengan Tuhan dengan bahasa yang sederhana.
Alat Peraga
(Alat peraga bisa didownload pada link Alat peraga)
Gambar 1 (Musa di atas Gunung Sinai-2 Loh Batu pertama)
Gambar 2 (Musa marah dihadapan umat Israel yang menyembah patung Anak Lembu Emas)
Gambar 3 (Musa melemparkan kedua loh batu yang pertama)
Gambar 4 (Musa menyiapkan dua loh batu yang kedua)
Gambar 5 (Musa naik ke atas gunung Sinai)
Gambar 6 (Musa menyaksikan kemuliaan Tuhan)
Gambar 7 (Tuhan Yesus mengasihi anak-anak)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Hari ini kita di GKJW sedang menghayati bulan kesaksian dan pelayanan atau sering disingkat bulan KesPel. Hari ini kita akan belajar dari kesaksian iman seseorang di dalam Alkitab. Dia adalah…. (pamong menunjukkan gambar 1) coba tebak siapakah dia? Dia adalah seorang Nabi yang terkenal. Apakah tugas seorang Nabi? (berikan kesempatan kepada anak untuk merespon) Ya, tugas seorang Nabi adalah menjadi perantara antara umat dan Tuhan Allah. Coba ingat-ingat, siapa saja nama-nama Nabi di Alkitab? Lalu siapakah Nabi ini? Kalau begitu coba perhatikan gambar ini (pamong menunjukkan gambar 2) apakah ada yang sudah mengingatnya? Siapakah Nabi ini?
Inti Penyampaian
Ini adalah Nabi Musa. Wah apa yang sedang dilakukan Nabi Musa ini? (menunjukkan gambar 2). Nabi Musa sedang marah kepada umat Israel, karena setelah menerima dua loh batu yang pertama, umat tidak sabar menanti Nabi Musa turun dari atas gunung sehingga mereka membuat patung anak lembu emas dan menyembahnya. Tentu Musa marah besar dan melemparkan kedua loh batu yang dibawanya itu hingga pecah (menunjukkan gambar 3). Lantas apa yang terjadi? Tuhan Allah kembali meminta kepada Musa untuk menyiapkan dua loh batu, sama seperti yang sebelumnya. Ini adalah yang kedua kalinya Musa dan umat diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menerima segala perintah-Nya. Kemudian Musa menyiapkan dua loh batu seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Allah (menunjukkan gambar 4).
Lalu Musa naik ke atas gunung Sinai (menunjukkan gambar 5) dan berada di sana selama 40 hari untuk kembali menerima perintah Tuhan yang dipahatnya di kedua loh batu itu. Di atas gunung Sinai itu Nabi Musa melihat kemuliaan Tuhan (menunjukkan gambar 6) dan Tuhan Allah berfirman kepada Musa. Tuhan Allah menyatakan bahwa Ia mengasihi umat dan juga mengasihi Nabi Musa. Tuhan Allah kembali menunjukkan kasih-Nya kepada Nabi Musa dan umat yakni melalui kesempatan kedua untuk menerima perintah-Nya di dua loh batu yang kedua ini. Demikian pula Nabi Musa meyakini bahwa Tuhan adalah Allah yang penuh belas kasihan dan Nabi Musa memohon kiranya Tuhan Allah berkenan untuk terus menyertai dan memberkati umat-Nya. Nabi Musa percaya bahwa Tuhan Allah tidak akan pernah meninggalkan umat milik-Nya.
Penerapan
Anak-anak, kiranya keyakinan Nabi Musa itu juga menjadi keyakinan kita bersama, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, yang tidak pernah meninggalkan kita. Sebagaimana Tuhan Allah mengasihi Nabi Musa dan umat Israel dalam cerita kita hari ini, demikian Tuhan juga mengasihi kita (menunjukkan gambar 8). Tuhan akan terus menyertai kita dalam setiap musim kehidupan kita, baik dalam senang atau sedih, dalam sehat atau sakit, di rumah atau di luar rumah, Tuhan selalu menyertai dan memberkati kita. Tuhan selalu ada untuk kita. Kiranya kita juga mau belajar untuk taat dan setia kepada Tuhan.
Aktivitas
Lihat Aktivitas Pratama 07062026
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
Anak Mendeskripsikan dan menuliskan sifat-sifat Tuhan berdasarkan kesaksian Musa dalam perikop bacaan hari ini.
Alat Peraga
Gambar 2 (Musa marah dihadapan umat Israel yang menyembah patung Anak Lembu Emas)
Gambar 3 (Musa melemparkan kedua loh batu yang pertama)
Gambar 4 (Musa menyiapkan dua loh batu yang kedua)
Gambar 5 (Musa naik ke atas gunung Sinai)
Gambar 6 (Musa menyaksikan kemuliaan Tuhan)
Gambar 9 (Tuhan Yesus mengasihi anak-anak)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…
Anak-anak kita semua pasti setuju kalau kita punya Tuhan Allah yang Maha segala-galanya. Maha pencipta, Maha kasih, Maha pengampun, Maha kuasa dan masih banyak lagi kekuasaan lainnya. Mengawali renungan kita hari ini, kita mau main permainan sederhana. Caranya begini:
Setiap saya mengatakan: “Tuhan itu..” dan mengangkat kedua tangan ke atas, maka anak-anak akan menjawab bersama-sama “Maha pencipta”
Setiap saya mengatakan: “Tuhan itu..” dan meletakkan kedua tangan di dada, maka anak-anak akan menjawab bersama-sama “Maha pengasih”
Setiap saya mengatakan: “Tuhan itu..” dan mengangkat kedua tangan lurus dengan dada, maka anak-anak akan menjawab bersama-sama “Maha pengampun”
Setiap saya mengatakan: “Tuhan itu..” dan merentangkan kedua tangan ke kanan dan kiri, maka anak-anak akan menjawab bersama-sama “Maha kuasa”. Mari kita coba bersama-sama ya…
(pamong bisa mengulang-ngulang perintah, semakin lama semakin cepat baik kata-kata maupun gerakan tangan. Permainan ini akan semakin baik jika pamong hafal dan benar-benar siap. Selamat mencoba!)
Inti Penyampaian
Hari ini kita mau mendengarkan cerita tentang Tuhan kita yang Maha semuanya itu tadi. Kisahnya dialami oleh seorang Nabi yang membawa dua loh batu dari gunung Sinai. Siapakah dia? Ya benar sekali, dia adalah Nabi Musa. Nabi Musa menerima dua loh batu sebanyak dua kali. Kesempatan yang pertama dilemparkan dan pecah karena Nabi Musa marah terhadap tindakan umat Israel (menunjukkan gambar 2). Musa marah karena umat yang tidak sabar menunggu kedatangan Nabi Musa dari atas gunung Sinai. Justru membuat sebuah patung Anak Lembu Emas dan mereka sujud menyembahnya sehingga Nabi Musa benar-benar marah dan melempahkan kedua loh batu yang pertama hingga pecah (menunjukkan gambar 3). Kali ini adalah kesempatan kedua bagi Nabi Musa mewakili umat Israel untuk menerima dua loh batu yang kedua. Kemudian Musa menyiapkan dua loh batu seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Allah (menunjukkan gambar 4).
Lalu Musa naik ke atas gunung Sinai (menunjukkan gambar 5) dan berada di sana selama 40 hari untuk kembali menerima perintah Tuhan yang dipahatnya di kedua loh batu itu. Di atas gunung Sinai itu Nabi Musa melihat kemuliaan Tuhan (menunjukkan gambar 6) dan Tuhan Allah berfirman kepada Musa. Tuhan Allah menyatakan bahwa Ia mengasihi umat dan juga mengasihi Nabi Musa. Tuhan Allah kembali menunjukkan kasih-Nya kepada Nabi Musa dan umat yakni melalui kesempatan kedua untuk menerima perintah-Nya di dua loh batu yang kedua ini. Demikian pula Nabi Musa meyakini bahwa Tuhan adalah Allah yang penuh belas kasihan dan Nabi Musa memohon kiranya Tuhan Allah berkenan untuk terus menyertai dan memberkati umat-Nya. Nabi Musa percaya bahwa Tuhan Allah tidak akan pernah meninggalkan umat milik-Nya.
Penerapan
Anak-anak, kiranya keyakinan Nabi Musa itu juga menjadi keyakinan kita bersama, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, yang tidak pernah meninggalkan kita. Sebagaimana Tuhan Allah mengasihi Nabi Musa dan umat Israel dalam cerita kita hari ini, demikian Tuhan juga mengasihi kita (menunjukkan gambar 9). Tuhan akan terus menyertai kita dalam setiap musim kehidupan kita, baik dalam senang atau sedih, dalam sehat atau sakit, di rumah atau di luar rumah. Tuhan selalu menyertai dan memberkati kita. Tuhan selalu ada untuk kita. Kiranya kita juga mau belajar untuk taat dan setia kepada Tuhan.
Aktivitas
Lihat Aktivitas Madya 07062026