Hidup Oleh Harapan Pancaran Air Hidup 16 Mei 2026

16 May 2026

Bacaan: Mazmur 93 : 1 – 5  |  Pujian: KJ. 442
Nats: Daripada gemuruh air yang besar, daripada pecahan ombak yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.” (Ayat 4)

Harapan seumpama titik cahaya dalam kegelapan. Kita percaya malam pekat akan bertemu fajar. Tak peduli awan hitam bergelayut, matahari akan selalu terbit pada waktunya. Demikianlah gambaran harapan yang kita genggam di tengah realitas pelik bumi ini. Kadang kala keputusasaan muncul ketika banyak kenyataan pahit terjadi di sekeliling kita. Namun kita bisa memilih putus asa ataukah tetap berpengharapan.

Di tengah kekacauan yang sedang terjadi dalam kehidupan umat Tuhan, pilihan untuk menjadi penuh kepahitan, hilang harapan, dan berpaling dari Tuhan sangatlah besar. Pemazmur menunjukkan bahwa Allah adalah Raja yang kemuliaan dan kekuatan-Nya tidak tertandingi. Sungai dan ombak laut merupakan lambang kekuatan atau kekuasaan yang mengancam kehidupan di bumi (Ay. 3-4). Kiasan orang-orang fasik yang menindas dan menghancurkan umat Tuhan, menimbulkan kengerian serta kekacauan namun tidak perlu putus asa karena kekuasaan Allah jauh melampaui itu semua. Ia adalah Raja yang takhta-Nya tidak tergoyahkan. Ia akan menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas. Maka berpengharapan teguh kepada Allah di tengah situasi demikian adalah kekuatan.

Apakah pengharapan pada kedaulatan dan keadilan Tuhan dalam realitas dunia yang memilukan ini masih relevan? Dunia diwarnai keangkuhan. Keadilan ditunggangbalikkan. Yang kuat menindas yang lemah. Kaum minoritas terhimpit mayoritas. Kekayaan, jabatan, popularitas menjadi andalan. Menempel pada yang kuat diperlukan demi keamanan dan keuntungan. Mereka yang berjalan dalam kebenaran dan kejujuran harus menempuh jalan-jalan sunyi. Kita disuguhi kenyataan pahit, hidup yang tidak lagi menghormati Tuhan. Namun, cerita kehidupan belum usai. Kita masih boleh berharap. Bumi ini adalah rumah kita, rumah Tuhan. Tempat bernaung segenap ciptaan bukan milik segelintir orang. Kita tidak hanya berdoa bagi pulihnya kehidupan, tetapi kita juga ikut ambil bagian mewujudkan kebaikan bagi semua ciptaan. Pemerintahan Allah akan tetap terjadi ketika masih ada orang-orang yang mendengarkan suara-Nya dan bertindak berdasarkan titah-Nya. Masa depan yang baik senantiasa ada, ketika kita tidak kehilangan harapan pada Allah, Sang Empunya kehidupan. Amin. [wdp].

“Saat kenyataan mengecewakan, harapan adalah kekuatan untuk bertahan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak