Dari Takut Menjadi Berdamai Pancaran Air Hidup Junior 17 April 2026

17 April 2026

Bacaan: Kejadian 33: 1-7
Nats: Tetapi, Esau berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya, lalu diciumnya dia. Mereka pun bertangis-tangisan. (Kejadian 33:4)

Di Sekolah, Anita sedang bertengkar dengan Dewi karena berebut mainan. Besoknya Anita takut bertemu Dewi di sekolah karena dia berpikir Dewi masih marah. Tapi saat bertemu, Dewi tersenyum kepada Anita dan berkata, “Maaf ya, ayo kita main lagi.”  Tentu saja, Anita yang tadinya takut langsung terasa lega dan senang. Itulah yang dirasakan Yakub saat bertemu Esau.

Seperti halnya Anita takut bertemu dengan Dewi, demikian juga Yakub takut bertemu dengan kakaknya, Esau karena Yakub pernah berbuat salah kepada Esau sehingga ia lari jauh dari rumah. Yakub kuatir Esau masih marah. Hatinya berdebar-debar. Namun yang terjadi sungguh mengejutkan! Esau tidak marah. Ia justru berlari menyambut Yakub, memeluknya, dan mereka saling menangis. Ketakutan Yakub berubah menjadi damai dan sukacita.

Dari bacaan kita hari ini, kita belajar bahwa Tuhan senang jika anak-anak-Nya mau berdamai dan saling mengampuni. Saat kita berani minta maaf dan mengampuni, Tuhan sebenarnya sedang melembutkan hati semua orang. Mengampuni dan meminta maaf memang tidak selalu mudah, tapi Tuhan akan menolong kita. Ketika kita sudah berdamai tentu akan membuat hati kita bahagia dan lega.

Tulislah 2 hal yang membuatkan meminta maaf seminggu ini :

  1. _______________________________
  2. _______________________________

Doaku: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku untuk berdamai. Tolong aku agar berani meminta maaf dan mau mengampuni seperti Yakub dan Esau, Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak