Manusia Hidup Menjadi Saksi dan Melayani Tuhan Pancaran Air Hidup 22 Mei 2023

22 May 2023

Bacaan: Imamat 9 : 1 – 11 | Pujian: KJ. 367
Nats:Kata Musa kepada Harun: “Datanglah mendekat kepada mezbah, olahlah korban penghapus dosa dan korban bakaranmu, dan adakanlah pendamaian bagimu sendiri dan bagi bangsa itu; sesudah itu olahlah persembahan bangsa itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, seperti yang diperintahkan TUHAN.” (Ayat 7)

Setiap manusia diciptakan Tuhan tentunya memiliki suatu alasan dan bukan suatu kebetulan. Manusia diciptakan Tuhan dengan tujuan dan tugas yang melekat, karena itu setiap orang hendaknya senantiasa melakukan refleksi diri, “Mengapa saya diciptakan? Mengapa saya hidup di dunia ini? Apakah tugas dari Tuhan yang harus saya lakukan?” Pertanyaan inilah yang akan mengantar kita memahami akan tujuan Tuhan menciptakan kita di tengah dunia ini.

Salah satu contoh bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan tertentu adalah Harun dan anak-anaknya. Di mana melalui Musa, Harun ditunjuk untuk menjadi pelayan Tuhan, menjadi imam yang memimpin umat Israel dalam mempersembahkan korban pendamaian kepada Allah. Karena Harun dan keturunanya diutus untuk menjadi perantara, maka sebelum umat Israel mempersembahkan korban bagi Allah, haruslah ia mempersembahkan kurban kepada Allah bagi dirinya sendiri supaya ia dikuduskan dari setiap dosa dan kesalahan yang telah ia lakukan dalam hidupnya. Dengan demikian ia layak untuk menjadi perantara antara umat Israel dengan Allah.

Kita pun tidak jauh berbeda dengan Harun, kita diciptakan bukan tanpa tujuan. Kita dipilih dan diciptakan Allah dengan tujuan yang jelas, yaitu untuk melayani dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan kita. Karena kita yang telah mengenal Kristus dengan baik melalui Alkitab dan kita telah merasakan sendiri kasih Kristus dalam kehidupan kita. Maka marilah kita bersedia menjadi saksi Kristus dengan mengasihi sesama dan melayani Kristus dengan sepenuh hati. Ingatlah tujuan Allah menciptakan kita di bumi ini, yaitu menjadi saksi-Nya melalui sikap dan tingkah laku kita yang sesuai dengan firman Tuhan dan melayani Kristus dengan sungguh-sungguh. Amin. [roge].

“Kita hidup hanya untuk menjadi saksi dan melayani Tuhan”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak