Perisai Imanmu Tuntunan Ibadah Remaja 26 Februari 2023

13 February 2023

Tahun Gerejawi: Pra-Paskah 1
Tema: Puasa
Judul: Perisai Imanmu

Bacaan: Matius 4: 1-11
Ayat Hafalan: Supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6: 18)

Lagu: Tetap Setia

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan puasa sebagai tanda kesungguhan yang dilakukan oleh Yesus mempersiapkan diri memberitakan Injil.
  2. Remaja dapat mebiasakan diri berpuasa sebagai bentuk kesungguhannya dalam beriman.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Peristiwa pencobaan Yesus di padang gurun adalah pengalaman historis Yesus yang aktual sebagai manusia seutuhnya, yaitu ketika Iblis berupaya untuk membelokkan ketaatan Yesus dari kehendak Allah. Iblis (dalam bahasa Ibrani artinya “penuduh” atau “musuh”) yang sejatinya merupakan penghulu malaikat yang diciptakan dengan sempurna dan baik yang kemudian memilih untuk membuat permusuhan antara dirinya dengan Allah dan manusia. Oleh sebab itu, maka tidak heran apabila iblis paham mengenai Firman Tuhan dan mempergunakannya untuk mencobai Yesus agar berbuat dosa. Iblis akan terus berupaya untuk menjauhkan manusia dari kemuliaan Allah dan membawa mereka ke dalam dosa dan perbudakan pada sistem dunia.

Dalam menghadapi pencobaan sebagai wakil umat manusia, Yesus menggunakan puasa sebagai cara untuk melatih penguasaan diriNya sebagai 100% manusia dan fokus kepada Tuhan sebelum Ia melakukan misi pemberitaan Injil. Namun pada kalimat “setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam maka laparlah Yesus, lalu dicobai oleh Iblis….” menunjukkan bahwa Iblis sebenarnya paham betul apa yang menjadi hasrat keinginan manusia dalam kepuasan duniawi dan hal tersebut dapat digunakan untuk menjauhkanNya dari kehendak Bapa. Sehingga, sebelum berpuasa empat puluh hari itu Yesus mempersiapkan diri dengan cara berdoa dan merenungkan Firman Allah untuk melaksanakan karya yang dibebankan kepada-Nya oleh Bapa.

(https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=Mat%204:1-11)

Pendahuluan
Remaja diajak untuk membaca bacaan dari “Matius 4: 1-11” secara bergantian!

CeritaBahasa Indonesia
Sobat remaja yang dikasihi Tuhan,Puasa menjadi hal yang menarik di dalam kehidupan kita orang Kristen, karena kita jarang melakukan puasa dan ketika puasa itu dilakukan pasti ada tujuan tertentu. Saudara kita yang Muslim melakukannya dan orang Jawa juga melakukannya. Bagi beberapa orang, puasa itu berarti tidak makan atapun minum dalam waktu yang ditentukan. Namun hal yang perlu diingat adalah puasa bukan hanya sekedar tidak makan atau minum, melainkan penguasaan terhadap diri.

Puasa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus di sini adalah puasa dalam rangka mempersiapkan diri untuk memberitakan Injil. Tugas yang akan dilakukan oleh Yesus itu tentunya tidak mudah. Banyak sekali godaan dan tantangan yang harus dihadapinya. Sebagaimana kita ketahui, Tuhan Yesus itu juga adalah 100% manusia, maka peristiwa pencobaan Tuhan Yesus di padang gurun adalah pengalaman historis Tuhan Yesus yang aktual sebagai manusia seutuhnya, yaitu ketika Iblis berupaya untuk membelokan ketaatan Tuhan Yesus dari kehendak Allah. Supaya Tuhan Yesus tidak jatuh dalam pencobaan, maka Ia harus menuntaskan penguasaan dirinya. Dalam waktu 40 hari dan 40 malam, Tuhan Yesus berpuasa untuk dapat menguasai diri dan fokus hanya kepada kehendak Allah.

Namun dapat kita ingat bahwa Iblis (dalam bahasa Ibrani artinya “penuduh” atau “musuh”) sejatinya merupakan penghulu malaikat yang diciptakan dengan sempurna dan baik yang kemudian memilih untuk membuat permusuhan antara dirinya dengan Allah dan manusia. Maka tidak heran apabila Iblis terus berupaya untuk menjauhkan Tuhan Yesus dari kemuliaan Allah dengan mempergunakan Firman Tuhan untuk mencobai Yesus dan membawaNya ke dalam dosa dan perbudakan pada sistem dunia. Begitu pula cara Iblis dalam menggoda kita untuk menjauhkan diri dari Tuhan dan masuk pada perbudakan dosa. Oleh sebab itu, sebagai orang percaya kita harus benar-benar memahami Firman Allah serta memperkuat perisai iman dengan cara berpuasa untuk melatih penguasaan diri dan fokus kita kepada Tuhan.

CaritaBasa Jawi
Para sedherek remaja kang kinasih,
Kedadean pacoban Gusti Yesus ana ing ara-ara samun, yaiku pengalaman lelampahan Gusti Yesus kang nyata nalika Gusti Yesus dadi manungsa sakwutuhe. Yaiku nalika Iblis ngupaya kanggo mbelokake kepatuhane Gusti Yesus saka Karsane Allah. Iblis (yen ana ing basa Ibrani tegese tukang ngarani atawa musuh) sejatine malaikat kang becik lan sampurna, nanging milih nggawe perkara antarane dheweke kaliyan Allah lan manungsa. Mulane ora gumun menawa deweke ngerti apa kang dadi pangandikane Gusti Allah lan nggunakake kanggo nyobani Gusti Yesus supaya nggawe dosa. Iblis tamtu terus ngupaya kanggo ngadohake Gusti Yesus saka kalmulyane Allah, lan mblasuk sajroning dosa lan perbudakan ana ing donya.

Sajrone ngadepi pacoban dadi wakil umat manungsa, Gusti Yesus nggunakake pasa kang dadi cara kanggo nglatih panguasan dhiri kang sejatine 100% manungsa, lan fokus dening Allah sakderengipun Panjenengane nglampahi misi pawartos (Injil). Ananging wonten ing ukara “sasampunipun piyambak e pasa 40 dina lan 40 ndalu nalika Yesus ngelih banjur dicobani dening iblis” tinuduhake menawa Iblis sejatine ngerti tenan apa kang dadi karep lan kesenangane manungsa marang nafsu kadonyan, kang isa didadekake cara kanggo ngadohake Gusti Yesus saka Karsane Allah.
Pramila dados tyang pracaya, kita mesti saktemene mangerteni Sabdaning Allah, sarta nguatake apa kang dadi tameng iman kita. Yaiku nggunaake pasa kang dadi cara kanggo nglatih panguasan dhiri kita lan ngupaya fokus datheng Gusti Allah.

Aktivitas
Remaja diajak melakukan kegiatan puasa serentak selama satu hari dalam Minggu itu (bebas memilih hari). Lalu remaja dapat membuat catatan kecil yang nantinya dikumpulkan kepada pamong, yang berisi:

  1. Cobaan apa yang kamu dapatkan ketika menjalani puasa? Lalu bagaimana kamu menghadapinya?
  2. Ceritakan perbedaan apa yang kamu rasakan sebelum dan sesudah puasa!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak