Bacaan: Filipi 2 : 12 – 18 ǀ Pujian: KJ. 446 : 3
Nats: “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.” (Ayat 12).
Mengutip sebuah lagu karya Bobby Febian yang berjudul “MIKIR” mari sejenak kita baca liriknya:
Kebaktian mulai jam sembilan kamu selalu telat setengah jam
Lalu kamu bilang yang terbaik sudah kau berikan. Mikir! Mikir!
Pendeta lagi sharing firman kamu malah sibuk WhatsApp-an
Lalu kamu bilang kamu cinta banget kebenaran. Kok omongan gak sesuai kelakuan?
Sama Tuhan, jangan suka kasih sembarangan sama Tuhan,
hidup harus dipertanggungjawabkan
Sama Tuhan, jagalah kelakuan (A-iya-iya), kalau nggak, namanya Kristen gadungan.
Sepenggal lagu ini mengajak kita untuk mengintropeksi diri sebagai pengikut Kristus, sudahkan kita menciptakan sikap konsisten untuk setia dan berfokus pada Kristus dalam hidup sehari-hari.
Sikap konsisten itulah yang diharapkan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Rasul Paulus senang karena jemaat di Filipi memiliki semangat untuk tetap setia mengikut Kristus, sekalipun ia di dalam penjara, namun berita kesetiaan jemaat Filipi kepada Tuhan telah didengar Paulus. Untuk itu, Paulus memberikan semangat kepada jemaat di Filipi agar tetap mengerjakan keselamatan dari Tuhan dengan takut dan gentar. Rasul Paulus pun mengingatkan sekalipun harus menderita seperti dirinya, para pengikut Kristus harus tetap menjaga keselamatan yang telah diterima. Karena sikap tahan uji yang ditunjukkan dalam penderitaan juga menjadi tanda kesaksian pewartaan Injil.
Rasul Paulus telah meneladani Kristus, jemaat Filipi telah meneladani apa yang diwartakan Rasul Paulus tentang Kristus. Sebagai pengikut Kristus, mari kita lanjutkan dan terus ciptakan sikap hidup konsisten setiap hari dengan takut dan gentar kepada Kristus. Kiranya setiap orang yang melihat sikap konsisten kita, juga senantiasa menerapkan sikap hidup konsisten dalam hidupnya. Dengan demikian Injil akan senantiasa terwartakan kepada dunia. Amin. [Ry].
“Mengikut Kristus keputusanku, maka kebiasaanku terbiasa menjaga komitmen”