Injil Asli atau Palsu? Pancaran Air Hidup 12 Januari 2023

12 January 2023

Bacaan: Galatia 1 : 6 – 12 | Pujian: KJ. 375
Nats:Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.” (Ayat 11).

Injil adalah kabar sukacita tentang Kristus. Injil yang diwartakan Paulus kepada jemaat di Galatia adalah suatu pengumuman mengenai rahmat Allah. Semua orang yang percaya kepada Kristus dibebas-merdekakan oleh-Nya dari dosa dan maut. Oleh anugerah-Nya, Allah mengaruniakan kepada mereka kehidupan kekal. Sebaliknya, para lawan Paulus mencoba meyakinkan jemaat di Galatia, bahwa untuk memperoleh keselamatan yang penuh, maka mereka harus merangkul hukum Musa, terutama soal sunat. Sunat dapat melengkapi dan menjamin pertobatan mereka. Namun bagi Paulus, pengajaran “injil” para lawannya yang demikian itu malah merupakan penyimpangan dari Injil yang sejati, yaitu Injil Yesus Kristus.

Kasih karunia Allah adalah dasar kehidupan kita sebagai orang percaya. Jika kita salah memandang kasih karunia Allah itu, maka sebenarnya kita mengecilkan kekristenan menjadi sekedar “kehidupan baik” yang didasarkan pada upaya-upaya kita sendiri. Karena itu, kita harus mengandalkan Allah, bukan malah menggantikannya dengan “injil” kita sendiri, yang sebenarnya adalah upaya sia-sia untuk melarikan diri dari ‘apa saja yang jahat’ yang selalu menghantui kita. Oleh karena itu, Paulus menanggapi situasi yang ada di Galatia dengan begitu keras dan tegas: “Aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil yang berasal dari manusia. Karena aku tidak menerimanya dari manusia dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya melalui pernyataan Yesus Kristus.” (Ay. 11-12).

Kapan pun kita bisa tergoda untuk mengandalkan kekuatan diri kita sendiri dan bukan kuasa Allah. Maka dari itu kita harus selalu mengingat kematian Yesus yang menyelamatkan kita. Hal itu akan menolong kita untuk mengungkapkan rasa syukur kita atas kasih karunia-Nya dalam hidup kita. Dan memberikan kepada kita pemahaman mengenai kebutuhan kita secara lebih mendalam. Semoga oleh kuasa Roh Kudus, Tuhan membuka hati kita masing-masing, sehingga “injil-palsu” dapat kita cabut dari hati kita. Dengan demikian kita dapat berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. Amin. [DB].

“Injil adalah kekuatan Allah yang membawa sukacita dan damai sejahtera bagi mereka yang menerima, percaya, dan melakukan dalam hidupnya.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak