Di Antara Belum dan Sudah Pancaran Air Hidup 22 Desember 2022

22 December 2022

Bacaan: Wahyu 22 : 6 – 7, 18 – 20 | Pujian: KJ. 76
Nats:Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Ayat 7)

Dapat dikatakan bahwa orang Kristen itu hidup di antara yang “sudah” dan yang “belum”. Apa maksudnya? Yang “sudah” berarti dalam rentang sejarah, Tuhan Yesus sudah datang ke dunia. Namun di sisi yang lain, Tuhan Yesus belum datang, sehingga sampai saat ini kita masih menanti kedatangan-Nya kembali. Dan dalam keadaan yang sudah dan yang belum itu, kita perlu menentukan sikap dan posisi. Kita sudah memulai garis start, namun kita belum mencapai garis finish. Di satu sisi pada masa penantian ini, kita melihat ke belakang, memandang karya Yesus Kristus yang telah hadir sebagai penebusan dan Juru Selamatkita. Namun di sisi yang lain, kita juga perlu sadar bahwa pengharapan itu belum utuh, kita masih perlu memandang masa depan, menantikan kedatangan Tuhan kedua kalinya, sehingga laku hidup kita perlu diantisipasi. Keadaan seperti ini bisa membuat kita merasa tidak nyaman, karena bisa saja kita tergoda untuk menyimpang dari perjalanan kita untuk menantikan kedatangan-Nya. Kita bisa saja menyerah dengan dosa yang melambai mengajak kita. Kita tidak bisa berpuas diri, sebaliknya kita harus terus waspada.

Dalam kondisi inilah Tuhan memberikan kekuatan serta pengharapan. Bahwa Ia akan datang, segera datang. Dan karena kepastian akan kedatangan-Nya itulah, kita diajak untuk tetap menuruti perkataan-Nya, bukan dengan keterpaksaan, bukan dengan setengah hati apalagi dengan ciut hati, melainkan dengan kesukacitaan. Karena ketaatan kita akan kehendak dan perkataan-Nya membawa pada kehadiran Sang Mesias yang kita nanti-nantikan. Apabila hal ini kita hayati, maka hidup yang kita jalani, sekalipun terdesak, berat, tertekan, tertindas, kita akan tetap kuat dan tenang. Inilah arti hidup di antara dua Adven, hidup di antara Kristus yang sudah datang dan yang akan datang. Hidup yang berjuang dalam harap dan hidup yang terus berjuang dalam kebenaran firman. Kiranya kita selalu dimampukan menjalani hidup di masa penantian ini dengan ketekunan dan kesetiaan menanti kedatangan-Nya. Amin. [ardien]

“Adven mengajak kita untuk berrefleksi ke belakang, dan berpengharapan akan masa depan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak