Siap Siaga Pancaran Air Hidup 10 Desember 2022

10 December 2022

Bacaan: Mazmur 146 : 5 – 10 | Pujian: KJ. 340
Nats:Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.” (Ayat 6).

Menjaga kesiap-siagaan adalah perkara yang tidak mudah. Baik terhadap aspek manusianya ataupun peralatan pendukungnya. Hal ini dikarenakan dengan seiring berjalannya waktu akan selalu ada saja faktor human error ataupun technical error yang muncul. Oleh karena itu, perlu diadakan pelatihan secara berkala bagi para pelaku dan juga perawatan berkala terhadap peralatan-peralatan yang digunakan. Contohnya: latihan tempur bagi para tentara sebagai antisipasi perang, atau simulasi bencana dari alat detektor dini tsunami yang ada di perairan. Kesemuanya itu bertujuan agar kondisi siap siaga selalu terjaga khususnya apabila kejadian yang tidak diinginkan seperti perang atau bencana alam itu benar-benar terjadi.

Bacaan kita pada saat ini menyebutkan tentang keberadaan manusia dan Allah. Manusia memiliki keterbatasan pada dirinya, sedangkan Tuhan Allah sempurna, itulah yang diungkapkan oleh Sang Pemazmur. Pemazmur mengungkapkan Kemahakuasaan Allah sebagai Sang Pencipta. Allah yang menjadikan dan mengatur segala sesuatunya. Allah yang menyediakan segala sesuatunya dalam keadaan adil dan damai. Dengan demikian tidak akan ada kekhawatiran akan munculnya kesalahan yang datang sewaktu-waktu. Itulah penggambaran kesiap-siagaan yang sejati dan lestari. Dan Sang Pemazmur mendorong para pendengarnya untuk senantiasa memuji dan bersandar hanya kepada Allah sebagai satu-satunya penolong.

Dalam masa Adven yang berarti penantian seperti sekarang ini, mengajak kita untuk selalu berharap dan bersandar kepada Tuhan. Jangan sampai kita menjadi terlena dan lupa sehingga menurunkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan kita dalam menghidupi iman percaya di tengah dunia ini. Apabila terjadi pergumulan dalam kehidupan, pahami bahwa itu bukan sebagai cobaan melainkan sebuah proses latihan tanggap bencana yang tujuannya menumbuhkan kewaspadaan (awareness) dan kesiap-siagaan kita. Senantiasa percayalah bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita tidak pernah lepas dari pengawasan dan pemantauan Tuhan Allah Sang pencipta, penolong, dan penjaga yang sejati. Amin. [ads].

Apapun juga menimpamu, Tuhan menjagamu.” (KJ. 438)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak