Bacaan: 2 Petrus 3 : 1 – 10 ǀ Pujian: KJ. 416
Nats: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (Ayat 9)
Menunggu bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang membosankan, tetapi bagi sebagian orang lain menunggu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, tergantung dari sikap hati masing-masing orang. Betapa menyenangkannya bila menunggu seseorang yang dikasihi akan hadir, berjumpa dengan kita. Kegiatan membersihkan rumah, menyiapkan makanan walaupun melelahkan, terasa sangat menyenangkan karena dilakukan sambil terus membayangkan kedatangannya. Melakukan sesuatu untuk orang yang kita kasihi tidaklah membebani diri kita.
Dalam bacaan hari ini, Rasul Petrus mengingatkan jemaat di Asia Kecil saat itu bahwa mereka akan menghadapi keadaan yang sulit, dimana mereka akan mengalami penganiayaan dan penderitaan karena Kristus. Di tengah kondisi yang tidak mudah itu, mereka diingatkan untuk terus meletakkan pengharapan mereka akan kedatangan Kristus yang tidak terduga. Rasul Petrus juga mengingatkan tentang apa yang harus mereka lakukan ketika menunggu saat bertemu dengan Sang Kristus, yaitu menjaga kesucian dan kesalehan hidup, hidup tidak bercacat dan tidak bernoda, hidup dalam perdamaian dengan Tuhan. Inilah yang Petrus kehendaki agar diupayakan oleh jemaat yang ia layani. Kehidupan inilah yang menyenangkan hati Tuhan dan akan membuat banyak orang tertarik untuk mengenal-Nya.
Pertanyaan yang dapat kita pergumulkan adalah “Apakah cara kita menjalani hidup yang Tuhan percayakan kepada kita sudah mencerminkan kasih kita kepada-Nya?” Tuhan tidak pernah lalai dalam setiap janji-Nya, justru kitalah yang seringkali lalai dengan janji kita kepada Tuhan. Kita saat ini sedang dalam penghayatan masa Adven, kita sebagai pengikut Kristus menanti akan kedatangan Kristus yang kedua dalam dunia ini. Pada masa Adven ini juga, kita diajak untuk menilik diri, instropeksi diri, melihat kembali belakang, menghayati masa kini, dan membangun pengharapan dengan bersandar pada keyakinan akan kedatangan Kristus yang kedua kali dalam kemuliaan akhir zaman. Mari kita senantiasa menyiapkan hati dan diri kita dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus, sehingga waktu kita menunggu kedatangan-Nya ke dunia, sungguh waktu yang berharga, yang tidak akan pernah kita sia-siakan. Amin. [cito].
“Siapa yang dengan tekun dan bersabar menanti Tuhan, ia akan memperoleh karuniaNya”