Bacaan: Yesaya 54 : 1 – 10 ǀ Pujian: KJ. 440 : 1, 2
Nats: “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang tetapi kasih setia-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN yang mengasihi engkau.” (Ayat 10)
Pada bagian doa syafaat, salah satu pokok doa yang didoakan oleh pelayan adalah pergumulan umat. Pergumulan itu sendiri dapat diartikan sebagai masalah atau persoalan yang sedang dihadapi umat yang belum ditemukan solusi atau jalan keluarnya, baik itu pergumulan dalam hal ekonomi keluarga, pekerjaan, komunikasi dalam keluarga, pendidikan anak, sakit penyakit, dll. Memang hidup ini adalah perjuangan, dimana setiap kita diajak untuk terus berjuang dan berani menghadapi pergumulan hidup kita, tentunya dengan senantiasa percaya dan bersandar pada Tuhan Allah pokok pertolongan dan keselamatan kita.
Firman Tuhan saat ini menegaskan tentang kasih setia Allah kepada umat-Nya Israel yang tiada berkesudahan. Sekalipun umat Israel telah berlaku dosa dan menjauh dari Allah, namun janji keselamatan Allah tetap berlaku atas mereka. Sekiranya Israel menerima hukuman dan harus dibuang ke Babel karena pelanggaran dan ketidaksetiaan mereka, Tuhan Allah berkenan memulihkan kembali keadaan mereka. Umat Israel akan kembali ke tanah Perjanjian, dan akan kembali menjadi bangsa yang besar, dan tidak akan mendapat malu lagi. Untuk itulah Nabi Yesaya diutus mengingatkan kembali akan janji Allah ini kepada umat Israel. Melalui Yesaya, Allah menghendaki agar umat-Nya kembali kepada-Nya. Pencobaan dan kesesakan yang mereka alami dan rasakan selama di tanah pembuangan menjadi cara Tuhan mengingatkan umat Israel untuk kembali setia kepada-Nya.
Tuhan Allah adalah Allah yang tahu dan peduli dengan pergumulan kita. Mungkin ada yang berpikir, “Mengapa aku mengalami kesusahan sepanjang hidupku? Mengapa Tuhan meninggalkan aku sendiri saat ini?” Mari kita melihat bahwa ada rencana dan kehendak Tuhan yang membawa damai sejahtera dibalik setiap pergumulan hidup yang kita hadapi. Kasih setia dan janji Tuhan kepada umat Israel juga diberikan kepada kita yang percaya. Yang perlu kita lakukan adalah meyakini bahwa Tuhan hadir, menyertai, dan menguatkan kita dalam menghadapi pergumulan hidup kita. Tetaplah berseru dan berserah pada Tuhan, akan ada pertolongan dan jalan keluar dari setiap pergumulan kita. Amin. [AR].
“Pergumulan hidup akan mendewasakan iman kita kepada Tuhan.”