Tahun Gerejawi: Kristus Raja
Tema: Perumpamaan
Bacaan: Markus 12: 1-12
Ayat Hafalan: “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya..” (Markus 12:1)
Lagu: Kidung Ria 46, Seindah Pelangi
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Semasa hidupnya, Yesus memperkenalkan ajaranNya melalui berbagai perumpamaan. Para murid pernah bertanya tentang hal ini dan jawaban Yesus adalah karena “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
Yesus ingin agar ajaranNya mudah diingat, melekat dalam ingatannya melalui berbagai perumpamaan itu.
Kali ini perumpamaan yang dipakai Yesus adalah perumpamaan tentang para penggarap anggur. Namun sebenarnya titik berat dalam cerita ini adalah tuan yang memiliki kebun anggur. Si tuan yang sudah membeli sekian luas kebun itu melengkapi kebun dengan pagar disekelilingnya, membuat lubang tempat memeras anggur, membuat Menara untuk mengintai pencuri lalu menyerahkannya kepada para penggarap.
Pohon anggur membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum menghasilkan buah. Selama waktu sebelum panen, si tuan akan menanggung kehidupan para penggarap. Tuan juga yang meneyediakan segala keperluan untuk pertumbuhan pohon anggur
Refleksi untuk Pamong
Tuan dalam cerita tersebut sangat baik hati dan menjadi penolong yang tidak tanggung-tanggung. Ia mengerahkan segala daya agar kebun anggur itu siap digunakan sebelum diserahkan kepada penggarap. Walaupun jika dibaca secara utuh, niat baik tuan disalahgunakan. Para penggarap justru melukai bahkan tega membunuh semua orang yang diutus tuan pemilik kebun anggur.
Niat baik haruslah kita tanamkan kepada anak-anak, tanpa kendor, tanpa berpikir buruk tentang kemungkinan yang akan terjadi. Mewartakan cara hidup yang penuh kasih inilah yang menjadi tujuan panggilan kita sebagai pamong.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali perumpamaan tentang penggarap kebun anggur.
Alat Peraga:
Pamong menyiapkan Alat Peraga di bawah ini :
Gambar 1

Gambar 2

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan..bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat dan penuh sukacita ya? Hari ini kita mau mendengar cerita tentang tuan yang membeli tanah untuk dijadikan kebun anggur. Bagaimana cerita lengkapnya?
ayo kita melihat gambar berikut ini ya..
Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Seorang tuan membeli tanah untuk dijadikan kebun anggur. Ia juga memberi pagar di sekeliling tanah itu, melengkapinya dengan Menara agar pencuri tidak bisa masuk kedalamnya. Selain itu tuan juga membuat lubang tempat memeras anggur. Tuan juga melengkapi semua kebutuhan sampai hasil panen tiba
(Pamong menunjukkan gambar 2)
Gambar ini menunjukkan hasil panen anggur yang baik. Tidak sia-sia hasil panen yang dihasilkan bukan?
Penerapan
Wah wah wah, siapa yang pernah melihat buah anggur? Siapa yang pernah makan buah anggur? Bagaimana rasanya, manis atau asam?
Siapa yang pernah melihat bagaimana pohon anggur? Iya, pohon anggur itu batangnya kecil dan merambat di benda lain. Buahnya bergantungan dan bergerombol. Rasanya agak asam kalau masih muda dan manis jika sudah matang ya.
Kalau ada yang pernah memperhatikan, menanam anggur itu membutuhkan waktu yang lama. Setelah bertahun-tahun baru bisa berbuah. Ternyata menanam anggur membutuhkan kesabaran ya?
Bapak pemilik kebun anggur dalam cerita ini juga demikian, dia sabar sekali menunggu selama bertahun-tahun. Padahal dia sudah memberikan yang terbaik agar kebun anggur itu bisa menghasilkan anggur-anggur terbaik.
Bapak pemilik kebun punya keinginan untuk menolong para penggarap kebun. Orang yang sudah ditolong, pasti punya kehidupan yang lebih baik bukan?
Contohnya begini:
Agung membawa bekal ke sekolah, sintya tidak membawa. Kemudian Agung memberikan bekalnya sebagian kepada sintya. Walaupun sintya tidak membawa bekal, sintya ikut merasakan kenyang kan?
Itulah yang dilakukan pemilik kebun anggur kepada para penggarap. Sekarang sudah mulai mengerti kan, anak-anak manis? Puji Tuhan.
Ayo kita Bersama menyanyikan: “Yesus Sayang padaku”
Aktivitas
Pamong dapat memperbanyak lembar kerja tersebut dibawah ini, persilahkan anak-anak balita untuk mengerjakannya.

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali perumpamaan tentang penggarap kebun anggur.
Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar yang terdapat di Alat Peraga Balita atau video animasi tentang perumpamaan tentang penggarap kebun anggur.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan..bagaimana kabarnya hari ini? Semoga semuanya sehat dan penuh sukacita ya? Hari ini kita mau mendengar cerita tentang tuan yang membeli tanah untuk dijadikan kebun anggur. Bagaimana cerita lengkapnya?
ayo kita melihat gambar berikut ini ya..
Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Seorang tuan membeli tanah untuk dijadikan kebun anggur. Ia juga memberi pagar di sekeliling tanah itu, melengkapinya dengan Menara agar pencuri tidak bisa masuk kedalamnya. Selain itu tuan juga membuat lubang tempat memeras anggur. Tuan juga melengkapi semua kebutuhan sampai hasil panen tiba
(Pamong menunjukkan gambar 2)
Gambar ini menunjukkan hasil panen anggur yang baik. Tidak sia-sia hasil panen yang dihasilkan bukan
Penerapan
Ada yang pernah pergi ke sawah? Ada yang pernah melihat petani? Orang yang bekerja di sawah kita panggil sebagai petani. Biasanya mereka tidak bekerja sendirian saja. Kalau anak-anak melihat petani bekerja, kadang petani dibantu oleh kerbau atau juga alat pembajak sawah.
Bapak dan ibu petani yang biasa kita lihat itu biasanya bukan pemilik sawah, namun ada orang lain yang memilikinya. Mereka yang menumbuhkan bibit, menanam padi dan memberi pupuk adalah orang yang disewa dan mendapat bayaran setelah bekerja.
Si pemilik sawah yang membeli semua keperluan untuk sawah, lalu menyerahkannya kepada para petani atau pekerja. Kadang si pemilik sawah datang untuk berkunjung, melihat-lihat bagaimana perkembangan padi. Apakah sudah menguning? Kapan bisa dipanen?
Di tempat lain, ada juga pemilik sawah yang mengerjakan sendiri sawahnya, tanpa menyewa orang lain. Apa-apa dikerjakan sendiri, mulai dari pembibitan, menanam padi, memberi pupuk hingga memanennya.
Tapi cerita kali ini kita pilih pemilik sawah yang pertama. Yang memperkerjakan orang lain untuk menggarap sawahnya. Dia berbagi rejeki dengan orang lain. Dia ingin orang lain juga mendapatkan hasil atau keuntungan. Itu artinya pemilik sawah mau menolong orang lain. Bagaimana dengan anak-anak? Apakah anak-anak juga suka menolong orang lain? Ayo kita bersemangat menolong teman kita ya..seperti pemilik sawah diatas…seperti pemilik kebun anggur dalam cerita yang sudah kita baca.
Ayo kita Bersama menyanyikan Yesus Sayang padaku
Aktivitas

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan tindakan para penggarap yang terdapat dalam perumpamaan tentang penggarap kebun Anggur.
- Anak dapat menyadari bahwa perumpamaan yang dipakai oleh Yesus mengandung nilai pengajaran iman.
- Anak dapat menerapkan sikap saling menolong dalam melakukan pelayanan.
Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar yang terdapat di Alat Peraga Balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Yesus. Bagaimana kabarnya hari ini? Apakah Firman Tuhan yang anak-anak dengar minggu kemarin bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari? Hari ini kita mau mendengar satu lagi tentang ajaran kasih. Simak baik-baik ya.
Inti Penyampaian
Ada seorang tuan yang membeli tanah dan mempersiapkannya sebagai kebun anggur. Jadi dia membuat pagar di sekelilingnya, membuat menara sehingga bisa mengintai kalau ada yang berniat jahat mencuri hasil panen. Selain itu dia juga menyiapkan lubang untuk memeras anggur. Dia menyiapkan semua bahan untuk menanam anggur dan menanggung kehidupan para pekerja di kebun itu juga.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Sebagai seorang tuan pemilik tanah, pasti anak-anak berpikir kenapa harus repot-repot begitu? Tuan pemilik tanah bisa memilih untuk menyewakan saja tanahnya ke orang lain, biar orang lain yang mengurus semua keperluan. Pembayaran bisa di awal, pemilik tanah bisa cepat menerima uangnya. Apa yang terjadi di bacaan ini adalah sebaliknya. Pemilik tanah mengeluarkan uang dulu untuk membiayai, dia yang menyiapkan semuanya dan menunggu bertahun-tahun baru bisa menerima hasilnya. Pemilik tanah ini Tuhan Yesus. Ia memberikan semua yang baik kepada kita. Ia membangun pagar agar kebunnya terlindungi dari orang jahat, ia membangun menara supaya kita selalu waspada dari godaan iblis, ia juga memberi bibit anggur yang paling baik.
Tuhan Yesus menolong kita agar kita menjadi penggarap yang baik. Lalu apa yang terjadi kalau kita menjadi penggarap anggur yang baik? Tentu, kita akan memberikan contoh yang baik kepada semua orang. Semua orang akan ikut meneladani, semua orang akan tergerak hatinya untuk saling menolong satu sama lain.
Ayo deh, bersemangat menjadi penggarap anggur yang baik. Penggarap anggur yang selalu ingin menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Jangan kuatir, Tuhan sudah melengkapi kita dengan pagar, menara dan bibit terbaik, Tuhan sudah melengkapi kita dengan keamanan, kenyamanan dan kasih, kita pasti mampu melakukannya. Kita mampu menolong orang lain. Amin.
Ayo kita Bersama menyanyikan Yesus Sayang padaku
Aktivitas
