Aku Melestarikan Kebudayaan Tuntunan Ibadah Anak 13 November 2022

31 October 2022

Judul: Aku melestarikan kebudayaan
Tahun Gerejawi: Bulan Budaya
Tema: Menghargai budaya lokal

Bacaan: Lukas 2: 41-52
Ayat Hafalan:Tiap-tiap tahun orangtua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.” (Lukas 2: 41)

Lagu: O Yerusalem Kota Mulia

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bacaan kita kali ini berkisah tentang tradisi dalam keluarga Yesus.

Pada Jaman Perjanjian Baru, setiap keluarga akan mengadakan perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan Paskah di setiap tahunnya. Paskah dirayakan untuk mengingat sejarah pembebasan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.
Keluarga Yesus pun demikian, setiap tahun pergi ke Yerusalem untuk berkumpul dan merayakan Paskah, kali ini bertepatan dengan usia Yesus yang telah menginjak 12 tahun.

Di Indonesia pun, sangat melekat dengan tradisi. Bangsa Indonesia melakukan kebiasaan yang sama yang memiliki rangkaian peristiwa bersejarah sejak jaman nenek moyang. Tradisi tedak sinten di Jawa, upacara Melasti di Bali, Upacara bakar batu di Papua adalah beberapa contohnya. Pada dasarnya sebuah tradisi dirayakan adalah sebagai ungkapan syukur manusia kepada penciptanya yaitu Tuhan.

Adalah sangat baik jika pemaknaan tradisi dimulai sejak dini, ketika masih berusia anak-anak. Hal baik yang melekat dalam ingatan akan mudah dilestarikan dan diteruskan kepada keturunan selanjutnya

Refleksi untuk Pamong
Sebagai pamong anak kita menerima panggilan untuk mendampingi anak-anak. . Sudah selayaknya jika memberikan pengertian yang baik akan pentingnya melestarikan tradisi. Jaman dan teknologi yang demikian maju semakin membuat kita melupakan tradisi yang dipandang tidak praktis, memboroskan waktu, tenaga dan biaya.

Yusuf dan Maria menjadi teladan yang baik sebagai orangtua. Mereka berdua berkomitmen untuk setia membawa Yesus dalam perjalanan menuju Yerusalem setiap tahun. Jarak ratusan kilometer ditempuh dengan berjalan kaki dan menginap di tempat-tempat yang asing. Tradisi dilakukan dengan setia karena mereka percaya dengan cara demikian sebuah sejarah diperingati, dengan cara demikian juga cara mereka mengucap syukur untuk keberadaan mereka yang sekarang. Mereka merayakan Paskah, saat dimana sejarah berkisah tentang leluhur mereka yang dapat bebas dari tanah penjajahan di Mesir. Ya itulah satu-satunya pemaknaan mereka akan tradisi. Semangat melakukan tradisi adalah semangat untuk senantiasa bersyukur.

Kita dapat menunjukkan kepada anak-anak bagaimana melakukan tradisi itu adalah bentuk ungkapan syukur kita akan berkat yang kita nikmati sekarang ini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak dapat menceritakan kembali tentang tradisi bepergian ke Yerusalem pada hari raya Paskah yang dilakukan keluarga Tuhan Yesus.

Alat Peraga:
Pamong menyiapkan Alat Peraga di bawah ini:

Gambar 1:

 

Gambar 2:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan..sungguh menyenangkan kita dapat bertemu lagi dalam keadaan sehat dan penuh semangat ya!

Hari ini kita mau mendengar tentang keluarga Yesus yang melakukan perjalanan ke Yerusalem. Untuk apa mereka jauh-jauh pergi ke Yerusalem? Bukannya diam dirumah saja enak? Tidak perlu capai pergi ke tempat yang jauh ya?

Nah, penasaran kan? ayo kita melihat gambar atau video berikut ini ya..

Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini adalah sebagian saja peta benua Asia. Asia adalah benua yang paling luas diantara benua yang lain. Setiap tahunnya, Yesus selalu diajak bapak dan ibu melakukan perjalanan dari Nasaret hingga ke Yerusalem. Dua tempat ini terpisah jauh ya, walaupun di peta kelihatan dekat saja.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Mereka rutin pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama banyak orang, ada yang berasal dari kota lainnya pula. Yesus senang sekali diajak pergi ke Yerusalem, Dia sangat menantikan rencana ke Yerusalem dengan penuh semangat.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Yesus ketika kecil patuh kepada bapak Yusuf dan ibu Maria ya, Dia mau dengan sukahati mengikuti perjalanan keluarganya. Apakah ada anak-anak disini, yang pernah mengalami seperti Yesus? Diajak bapak dan ibu pergi jauh, pulang ke desa untuk merayakan natal atau paskah?
Sama seperti Yesus yang penurut dan bersemangat jika diajak bepergian untuk merayakan hari raya paskah, kita patut menirunya. Merayakan hari raya Bersama banyak orang itu menyenangkan. Kita akan mendapatkan rasa bersyukur yang lebih dari jika merayakan sendirian saja.

Ayo kita Bersama menyanyikan Kidung Ria no 19 Mari Kita Bersukaria

Aktivitas
Pamong dapat memperbanyak lembar kerja dibawah ini sesuai jumlah anak yang hadir. Aktivitas minggu ini adalah mewarnai bekal yang dibutuhkan Yesus selama dalam perjalanan ke Yerusalem.

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Anak dapat menceritakan kembali tentang tradisi bepergian ke Yerusalem pada hari raya Paskah yang dilakukan keluarga Tuhan Yesus.
Anak dapat menyadari bahwa keluarga Tuhan Yesus adalah bagian masyarakat Yahudi yang merawat tradisi.

Alat Peraga:
Pamong menyiapkan gambar yang terdapat di Alat Peraga Balita

Pendahuluan:
Selamat Pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Cerita hari ini tentang keluarga Yesus yang melakukan perjalanan ke Yerusalem. Ini bukan perjalanan biasa karena mereka pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Simak baik-baik ya.

Inti Penyampaian:
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Ini adalah sebagian dari peta benua Asia. Asia adalah benua yang paling luas diantara benua yang lain. Setiap tahunnya, Yesus selalu diajak bapak dan ibu melakukan perjalanan dari Nasaret hingga ke Yerusalem. Dua tempat ini terpisah jauh ya, walaupun di peta kelihatan dekat saja. Jika jarak Nasaret ke Yerusalem kurang lebih 120 km itu berarti kalau dibayangkan sama dengan jarak dari kota Malang ke Mojokerto. Mereka sekeluarga menempuh perjalanan itu selama berhari-hari dengan berjalan kaki.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Mereka rutin pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama banyak orang, ada yang berasal dari kota lainnya pula. Yesus senang sekali diajak pergi ke Yerusalem, Dia sangat menantikan rencana ke Yerusalem dengan penuh semangat. Selain karena Yesus punya sifat yang ceria, Yesus adalah anak yang penurut terhadap orangtua. Jika bapak dan ibu setia merayakan Paskah, Yesus pun sama.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bukan? Jadi kalau Yesus punya sifat ceria, kita pun juga. Yesus taat dan setia merayakan Paskah Bersama keluarga. Perjalanan yang begitu jauh tidak membuatnya menjadi anak yang suka mengeluh walaupun pasti perjalanan itu membuatnya lelah berjalan. Sebaliknya Yesus amat bersemangat

Ayo kita Bersama menyanyikan Kidung Ria no 19 Mari Kita Bersukaria

Aktivitas


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

 

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembal tentang tradisi bepergian ke Yerusalem pada hari raya Paskah yang dilakukan keluarga Tuhan Yesus.
  2. Anak dapat menyadari bahwa keluarga Tuhan Yesus adalah bagian masyarakat Yahudi yang merawat tradisi.
  3. Anak dapat menyebutkan tradisi keluarga / masyarakat/ gereja yang terus dilakukan hingga sekarang.
  4. Anak dapat membiasakan diri terlibat dalam tradisi keluarga/masyarakat/gereja yang menumbuhkan kecintaannya kepada Tuhan dan sesama.

Alat Peraga:
Pamong menyiapkan gambar yang terdapat di alat peraga

Pendahuluan:
Selamat Pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus, kisah Yesus yang mengadakan perjalanan ke Yerusalem Bersama keluarga ini pasti bukan pertama kalinya kalian dengar bukan? Biasanya bagian penting dalam cerita ini adalah ketika Yesus aktif bertanya jawab dengan ahli agama, betapa menakjubkannya wawasan Tuhan Yesus padahal usianya baru 12 tahun. Namun kali ini kita akan belajar bagaimana Yesus mau menghormati tradisi dalam keluarganya.

Inti Penyampaian:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Yesus sangat hormat kepada orangtuanya. Apa yang diajarkan oleh bapak ibunya berusaha dikerjakan. Termasuk tradisi berkunjung ke Yerusalem. Bisa saja Yesus menolak untuk ikut, namun sebaliknya, Yesus ikut dengan senang hati. Apakah ada diantara anak-anak yang memilih seperti Yesus? Boleh tunjuk tangannya? Ya terimakasih anak-anak manis.

Apa sih tradisi itu? Tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan sejak jaman nenek moyang, dilanjutkan oleh keturunannya. Kira-kira apa tradisi yang biasa dilakukan oleh keluarga kalian? Setiap Paskah atau Natal tiba, apa yang biasa dilakukan oleh keluarga? Apakah kalian mengikutinya? Apakah kalian pernah berpikir mengapa kita harus melestarikan tradisi?

Tradisi yang dilakukan sejak dulu biasanya mengandung arti sejarah. Biasanya untuk memperingati sesuatu, melakukan tradisi sama artinya dengan mengingat perjuangan dahulu, perjuangan itu dapat berhasil karena kerja keras dan berkat Tuhan semata.
Melakukan tradisi berarti mensyukuri penyertaan Tuhan dalam kehidupan keluarga kita, jadi memang benar jika kita harus terus melakukannya, atau melestarikannya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Tradisi dalam keluarga kita tidak hanya tradisi Kristen, tapi ada juga tradisi kebudayaan sesuai suku bangsa. Dalam masyarakat jawa, banyak sekali tradisi yang dilakukan sejak jaman nenek moyang. Nenek moyang kita sangat percaya dengan keberadaan Tuhan. Mereka melakukan berbagai upacara sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan. Slametan atau selamatan misalnya. Seseorang yang lulus ujian, atau lolos diterima bekerja, sering mengadakan acara selamatan. Selamatan dilakukan sebagai ungkapan syukur karena berhasil melewati ujian. Biasanya dirayakan dengan menghantar makanan kepada saudara dan tetangga.

Ada juga yang merawat tradisi mempersembahkan gaji pertamanya kepada gereja.
Bagaimana dengan anak-anak? Cobalah mendiskusikan dengan keluarga, tradisi apa yang biasanya dilakukan? Dan apa upayamu untuk merawat tradisi itu?

Selamat merawat tradisi ya anak-anak keren!

Aktivitas

Renungan Harian

Renungan Harian Anak