Membangun Gereja Tuntunan Ibadah Remaja 7 Agustus 2022

25 July 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Gereja

Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul  5:17-25
Ayat Hafalan:Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu.” ( I Petrus 3:15B).

Lagu Tema:Aku Gereja, Kau pun Gereja” (KJ.257)

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan keberanian para rasul dalam memberitakan Injil Tuhan.
  2. Remaja dapat menyebutkan tantangan dalam memberitakan Injil.
  3. Remaja berani mengajak teman yang jarang beribadah bersama di gereja.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Kehidupan para rasul setelah kenaikan Tuhan Yesus tidaklah mudah. Baik di kalangan sesama Yahudi maupun dengan orang-orang bukan Yahudi. Bagi orang Yahudi, para pengikut Kristus dipandang sebagai aliran di luar keyahudian, karena bagi agama Yahudi Mesias masih dinanti. Sedangkan bagi orang non-Yahudi Injil yang disampaikan itu serupa kebodohan, orang benar yang rela mati untuk orang lain yang salah dan dosa, dalam nalar manusiawi mereka adalah hal konyol. Karena itu baik dari luar maupun dalam para rasul dan pengikut Kristus, atau yang disebut jemaat mula-mula menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Tantangan dan pertentangan tidak hanya sebatas dalam debat, atau sikap namun tidak jarang para rasul dan pengikut Kristus yang dikemudian hari disebut Kristen atau Gereja, juga mengalami penganiayaan fisik, dipenjara, disesah, dicambuk bahkan ada yang dihukum mati.

Namun nyatanya semua tantangan dan rintangan dalam memberitakan Injil tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mewartakan Injil Tuhan. Bahkan melalui pemberitaan para rasul, jumlah orang yang percaya bertambah-tambah setiap harinya, tidak hanya ratusan tetapi ribuan. Maka semakin gencarlah pertentangan bagi para rasul. Bahkan membuat mereka menjebloskan para rasul ke dalam penjara. Namun peristiwa itu justru membalikkan keadaan dan menambahkan jumlah orang percaya. Karena melalui pemenjaraan para rasul itu, Tuhan semakin jelas menunjukkan kuasanya-Nya dengan membebaskan para rasul.
Semangat mewartakan Injil tentu perlu terus kita jaga. Sekalipun pewartaan Injil saat ini tentu tidak lagi seperti jaman dahulu, dari rumah ke rumah dan dengan membacakan Alkitab. Namun Injil yang adalah kabar sukacita bisa kita teruskan melalui sikap hidup dan perbuatan yang mencerminkan Kristus. Dengan belas kasih, rendah hati, dan semua hal yang oleh Paulus disebut sebagai buah Roh. Dengan demikian setiap orang dapat melihat dan merasakan kasih Kristus Sang Kabar Sukacita di hidup keseharian.

Pendahuluan

  1. Tunjukkan gambar gedung lembaga pemasyarakatan ini dan mintalah pendapat para remaja, terutama tentang para penghuni bangunan tersebut!
  2. Minta remaja menjelaskan “mengapa ada orang yang menempati gedung tersebut dan bagaimana pandangan masyarakat tentang hal tersebut”?
  3. Ajaklah remaja membaca Kisah Para Rasul 5: 17-25!

Cerita
Teman-teman remaja yang dikasihi Tuhan,

Tadi kita sudah berdiskusi tentang gambar yang kakak tunjukkan. Macam-macam ya tanggapan dan pendapat kalian. Ya, penjara atau yang di negara kita disebut lembaga pemasyarakatan adalah tempat orang-orang melanggar hukum mendapat hukumannya. Sekalipun mereka memiliki tempat untuk beristirahat dan makanan yang diberi negara, namun mereka tidak bisa memandang dunia luar. Hidupnya dibatasi jeruji dan tembok tinggi. Belum lagi stigma yang disematkan pada orang-orang yang berada di sana: penjahat, kriminal, dsb. Di masa kini orang tidak serta merta masuk penjara. Ada proses yang harus dilalui yaitu persidangan. Setelah dijatuhi hukuman barulah mereka masuk penjara.

Jika kita membaca bacaan hari ini, sepertinya penjara saat itu tidak perlu melalui proses seperti jaman sekarang. Hanya karena rasa iri dan kemarahan yang dirasakan terhadap para rasul, Imam Besar beserta para pengikutnya langsung memasukkan para rasul ke dalam penjara. Apakah itu adil? Apakah mereka adalah penjahat yang patut untuk dijebloskan ke dalam penjara? Nyatanya kesaksian Alkitab hari ini memberikan jawab, bahwa dalam ketidakadilan yang ditanggung oleh para rasul, Tuhan tidak tinggal diam. Dia mengirim malaikat untuk membebaskan para rasul. Dan mereka kembali memberitakan Injil dengan sukacita, tidak ada rasa takut, atau kapok setelah mengalami berbagai tantangan.

Teman-teman remaja, perintah untuk memberitakan Injil nyatanya tidak hanya ditujukan bagi para rasul jaman itu tetapi juga untuk semua orang di jaman sekarang. Injil yang artinya kabar sukacita, perlu kita sampaikan terus menerus. Mungkin tidak selalu dengan cara berkhotbah, namun dengan berbagai tindakan, sikap dan ucapan baik yang kita tunjukkan dalam pergaulan sehari-hari. Untuk mewujudkannya tentu kita perlu terus menerus berusaha membangun gereja. Kog gereja sih kak? Mana bisa kami yang masih remaja membangun Gereja? Eh, jangan salah sangka, coba kita lihat terlebih dahulu lirik lagu tema hari ini, yaitu di KJ 257. Di sana ditulis gereja bukan gedung tapi kita, orang-orangnya. Dengan membangun diri dalam persekutuan yang baik dengan Tuhan dan sesama, seperti teladan para rasul, kita akan dikuatkan untuk menghadapi berbagai tantangan. Amin

Aktivtas: Diskusi.

  1. Remaja membagi diri dalam beberapa kelompok, masing-masing terdiri dari 3-4 orang.
  2. Diskusikanlah beberapa hal di bawah ini (bisa mencari inspirasi dari bacaan Alkitab dan ayat hafalan hari ini) :
    1. Jika remaja bersekolah atau berada di lingkungan di mana kita adalah minoritas, bagaimana perasaanmu?
    2. Jika sebagai minoritas, ada yang menghina atau mengejek dirimu karena agamamu, apa yang akan kamu lakukan?
    3. Bagaimana jika ada teman remaja yang jarang pergi ke gereja, apa yang akan saudara lakukan?
  3. Tulis jawaban tiap kelompok dan presentasikan hasil diskusi di kelompok besar.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak