Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan.
Tema: Binatang: Memelihara Hewan Sebagai Pembaharuan Relasi Allah dengan Manusia.
Bacaan Alkitab: Mazmur 50:7-1
Ayat Hafalan: “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26).
Lagu Tema: Burung Pipit yang Kecil (KJ.385).
Tujuan:
- Remaja dapat bercerita tentang maksud mereka (remaja) berelasi dengan hewan/binatang (contoh memelihara hewan) atau maksud tujuan memberikan persembahan.
- Remaja dapat membedakan merawat hewan yang baik dengan yang tidak baik dan dapat membedakan persembahan yang baik dan yang tidak baik.
Penjelasan Teks:
Mazmur 50 merupakan bagian dari Mazmur 46-50 yang memiliki penekanan pada Allah yang Maha Kuasa. Allah disebut sebagai “elohim” yang berkaitan erat dengan pemaknaan Zion. Ayat 7 sampai 11 menggambarkan gambaran erat antara Allah dengan umatnya.
Keeratan itu tampak dalam gambaran tentang Allah yang menyapa dan menyuruh umatnya untuk mendengarkan apa yang menjadi perintah Allah. Allah melalui pemazmur mengingatkan praktik persembahan korban. Umat Israel pada waktu itu menjalankan praktik persembahan korban dengan maksud untuk membujuk Allah. Artinya persembahan korban pada waktu itu bukan dalam arti bersyukur atau memang kewajiban beribadah melainkan ada maksud dari orang yang memberi persembahan tersebut.
Dengan kata lainnya banyak praktik persembahan korban untuk membujuk Allah supaya mengabulkan apa yang menjadi keinginan dari umat yang memberikan persembahan korban. Praktik persembahan korban yang seperti ini yang dikritik oleh Mazmur 50. Bahwa pemazmur ingin merujuk kepada dasar dan praktik awal persembahan korban. Persembahan korban harus dikembalikan dalam kasanah awal yakni, dalam pembaharuan perjanjian dengan Allah. Semua praktik persembahan korban dan ibadah umat Israel adalah dalam suasana pembaharuan perjanjian dengan Allah.
Allah digambarkan sebagai pencipta semua hewan bahkan alam (ayat 8). Persembahan korban bukan memiliki tujuan membujuk Allah (memberi makan), namun sebagai pembaharuan perjanjian, pembaharuan relasi Allah dengan manusia. Kita bisa menarik dasar praktik persembahan korban dalam kehidupan bergereja. Memang gereja tidak hidup dalam praktik persembahan korban, namun motivasi persembahan tetap harus didasari dalam relasi (pembaharuan perjanjian) Allah dengan manusia. Begitu juga ketika kita berelasi dengan alam. Apakah relasi dengan alam juga didasari dengan relasi Allah dengan manusia, atau jangan-jangan kita berelasi dengan alam untuk kepentingan diri kita sendiri? Berelasi dengan alam khususnya hewan/binatang harus didasari praktik awal persembahan korban yakni pembaharuan relasi Allah dengan manusia.
Pendahuluan:
- (Pamong dapat membawa salah satu hewan peliharaan atau contoh persembahan yang tulus)
Ajak remaja berdiskusi:- Apakah teman-teman memiliki hewan peliharaan?
- Jika mempunyai, hewan apa yang menjadi hewan peliharaan?
- Apa saja yang dilakukan untuk merawat hewan peliharaan itu? Tentu itu adalah hewan kesayangan (ajak remaja menceritakan pengalaman tentang memelihara hewan yang mereka sayangi).
- Membaca Mazmur 50: 7-11
Cerita:
Dengan memelihara hewan peliharaan, kita tentu membangun hubungan yang akrab dengan hewan yang kita pelihara. Kita bersihkan kandangnya, kita mandikan, kita beri makan dan minuman yang baik, semua itu membuat binatang peliharaan kita mengenal kita dan kita memiliki hubungan yang akrab dengan mereka.
Dengan memelihara hewan kesayangan, sebenarnya kita sedang belajar membangun hubungan yang baik dengan alam. Hewan peliharaan adalah bagian kecil dari alam yang harus kita rawat. Hewan peliharaan kita juga merupakan ciptaan Allah yang harus kita rawat. Demikian juga dengan alam tempat kita hidup bersama dengan berbagai ciptaan Allah. Karena itu dengan merawat alam tempat kita hidup ini, berarti kita juga merawat ciptaan Allah. Kita juga membangun hubungan yang baik dengan Allah.
Allah telah memelihara dan melindungi kita sebagai umatNya. Karena itu kita patut mengucap syukur kepada Allah atas perlindungan dan pemeliharanNya atas kita sebagai ciptaanNya. Salah satu bentuk ucapan syukur kita adalah dengan memberikan persembahan kepada Tuhan. Tentu persembahan ini bukan dengan tujuan membujuk Allah agar melakukan apa yang kita inginkan. Persembahan adalah bentuk ucapan syukur atas pemeliharaan Allah kepada kita. Dengan dasar ucapan syukur ini hubungan kita dengan Allah tetap terjaga.
Menjaga alam serta hewan peliharaan, juga merupakan bentuk ucapan syukur kita kepada Allah. Hubungan dengan alam yang kita bangun seharusnya juga berdasar atas ucapan syukur kepada Allah, dengan merawat kehidupan di dalamnya.
Aktivitas:
Membuat foto atau video sederhana tentang hewan peliharaan atau kehidupan di alam seperti gunung, sungai, laut, hutan yang menggambarkan relasi yang baik antara manusia dengan alam. Foto atau video disertai dengan keterangan atau ajakan untuk mengucap syukur dalam bentuk merawat kehidupan dan bersahabat dengan alam. Foto atau video dapat diunggah di media sosial pribadi atau Gereja atau di papan pengumuman di Gereja.