Bacaan: Mazmur 93 : 1 – 5 ǀ Pujian: KJ. 251
Nats: “TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan.” (Ayat 1)
Mega data (big data) merupakan istilah untuk segala himpunan data berjumlah sangat besar. Saat ini, data yang dikumpulkan oleh manusia tidak lagi berwujud tabel atau kertas kerja saja, tetapi dari beragam sumber berwujud data digital. Data bisa diperoleh dari media sosial dan layanan online lainnya. Pengguna mega data antara lain penyelenggara bisnis, usaha kesehatan, akademisi, pemerintah, manufaktur, Informasi Teknologi, retail, dan transportasi. Secara khusus di bidang retail, data tentang minat dan apa yang sering dicari oleh seorang konsumen diperoleh saat ia berselancar di toko online. Atau, ketika berbelanja di toko, ada data bagian lorong toko yang paling sering dikunjungi termasuk durasi waktu pelanggan berlama-lama di lorong toko. Hal ini bertujuan untuk memahami keinginan pelanggan, mengevaluasi tanggapan konsumen, dan demi efisiensi operasional yang lebih baik. Data yang terkumpul memiliki kekuatan untuk memprediksi, merasakan, dan memahami keputusan konsumen. Sekaligus kemudian “mengarahkan” konsumen untuk memutuskan membeli sebuah produk. Disinilah mulai disadari bahwa data bisa menjadi kekuatan berdampak besar, termasuk bisa mengatur banyak hal. Karenanya harus diingat bahwa data yang dimiliki hendaknya tidak disalahgunakan demi kepentingan segelintir pihak yang memanipulasi.
Nah, bagaimana data yang memiliki kekuatan itu bila disandingkan dengan bacaan hari ini? Allah digambarkan sangat kuat dan berkuasa. Laut yang dipersonifikasikan mempunyai kekuatan, bisa bergerak, dan memiliki kehendak ternyata tetap kalah kuat dengan Allah. Allah lebih kuat dari segalanya. Bagaimanakah pengaruh penggambaran Allah yang kuat ini bagi kita? Gambaran kekuatan Allah ini adalah untuk menyadarkan manusia akan dirinya yang merasa memiliki kekuatan besar. Nyatanya segala kekuatan di muka bumi ini pasti kalah dengan kuasa Allah. Karena itu, manusia harus mampu menggunakan kekuatan, kemampuan, dan “kekuasaannya” untuk kebaikan kehidupan.
Bulan November sebagai Bulan Budaya mengajak kita membangun budaya baru di era teknologi. Teknologi hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun peradaban yang memanusiakan. Tema bulan budaya: toleransi dan saling berbagi menuntun kita untuk mengetahui diri, kekuatan yang dimiliki, dan bagaimana cara menggunakan kekuatan itu untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik. Amin. [WdK].
“Tuhan itu kekuatanku dan Mazmurku.”