Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Di dalam kemurnian dan keluguan, kita berelasi dengan alam
Bacaan: Kejadian 2:8-15
Ayat Nats & Hafalan: ayat 8. “Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.”
Judul: Alam adalah rumah kita
Penjelasan Teks ( Hanya untuk pamong )
Memang pertama kali, dalam perikop sebelum taman Eden diciptakan Allah menciptakan manusia tanpa sebuah tempat. Adam telah diberi hidup oleh Allah, namun makna hidup tidak bisa menjadi hidup tanpa sebuah tempat. Oleh karena itu setelah menciptakan manusia, Allah menumbuhkan tempat yang diberi nama taman Eden. Yang menarik adalah dalam ayat 8 kata membuat juga bisa diartikan menyiapkan tempat. Adam tidak ditempatkan di tengah istana, atau sebuah rumah, melainkan taman Eden. Bukan kemegahan yang diciptakan oleh Allah, melainkan sesuatu yang natural yang disajikan bagi Adam sang manusia. Sesuatu yang sederhana dan polos, membuat Adam hidup sebagai manusia yang berelasi dengan alam. Allah menginginkan Adam untuk hidup di sebuah taman. Dengan kata lainnya Allah menginginkan Adam untuk berelasi dengan alam. Bahkan dalam ayat-ayat selanjutnya dalam perikop ini Adam diberi dua tugas, yakni tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, dan diberi tugas untuk menamai dan mencari penolong. Di dalam kemurnian dan kepolosan diri seorang Adam, manusia bisa berelasi dengan alam. Manusia akan jauh lebih manusiawi jika ia memurnikan dirinya dengan berelasi dengan alam.
Refleksi untuk Pamong:
Manusia adalah mahluk yang diciptakan Allah. Dalam penciptaan Allah menempatkan manusia untuk berelasi dengan alam. Manusia akan jauh lebih menjadi manusia jika ia bisa dan terus berelasi dengan alam. Baik di kondisi perkotaan dan pedesaan, semua yang percaya kepada Allah harus bisa berelasi dengan alam.
Sebagai pamong, kita juga punya kewajiban dan tanggung jawab untuk mengajarkannya kepada anak-anak. Misalnya dalam setiap kegiatan, bisa diupayakan untuk meminimalkan pemakaian bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan dan kesehatan. Misalnya mengusahakan untuk tidak memakai plastik (kantong maupun tas kresek )dan styrofoam sebagi pembungkus makanan. Dan pemakaian bahan-bahan lain yang sulit terurai.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Lagu Tema: Sungguh Indah Alam ( Kidung Jemaat No. 61 )
Tujuan: Anak dapat menceritkan kembali bahwaTuhan menciptakan tempat (rumah) bagi manusia, yakni alam
Alat Peraga:
Diorama taman eden (pamong bisa membuat dengan bahan plastisin, kertas atau yang lainnya sesuai dengan kreativitas masing-masing dan kondisi jemaat setempat)
Contoh:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Siapa yang pernah bermain di taman atu melihat gambar taman di buku cerita ?
Taman itu seperti apa sih ? atau ada apa saja di taman ? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menjawab)
Inti Penyampaian
Bagus dan menyenangkan ya taman itu. Ada bunganya, ada rumput juga, pohon, ada kolamnya dengan ikan di dalam kolam. Karena banyak pohon dan tanaman, udaranya jadi sejuk dan rasanya senang ya kalau kita duduk-duduk atau bermain ditaman.
Anak-anak, di dalam alkitab juga ada cerita tentang taman. Namanya taman Eden.
(dengan menggunakan gambar / diorama, pamong menjelaskan proses ketika Tuhan menempatkan manusia dan menumbuhkan pohon di taman Eden)
Di taman Eden Tuhan menumbuhkan pohon-pohon yang buahnya bisa dimakan manusia. Tapi pohon yang ada di tengah taman eden ini buahnya tidak boleh dimakan.
Di taman itu juga ada sungai. Sungainya terbagi menjadi empat cabang, yaitu sungai Pison, sungai Gihon, Sungai Tigris dan Sungai Efrat. Karena ada sungai yang mengalir , dan airnya juga mengaliri pohon dan tanaman yang ada di taman itu, maka semua pohon dan tanamannya menjadi subur. Taman Eden menjadi taman yang indah dan menyenangkan, lalu Tuhan menempatkan manusia di taman itu. Dan Tuhan juga memberikan perintah pada manusisa supaya merawat taman itu supaya tamannya tetap bagus, dan tidak rusak. Jadi manusia bisa tinggal di tempat itu dengan senang, nyaman, dan tenang.
Penerapan
Kalau dulu Tuhan membuatkan taman yang besar untuk tempat tinggal manusia, sekarangpun kita juga tinggal di taman yang besar/ lingkungan alam sekitar kita. Kalau dulu Tuhan memerintahkan manusia untuk menjaga taman eden, sekarang ini kita juga harus menjaga lingkungan kita supaya tetap bersih, pohon / tanaman di sekitar kita tumbuh dengan subur.
Aktivitas
- Ajak anak-anak memilih makanan yang dibungkus dengan daun atau bahan yang ramah lingkungan dan yang dibungkus dengan plastik. (pamong menjelaskan secara sederhana bungkus yang ramah lingkungan)
- Ajak anak-anak untuk memilih tas yang akan digunakan untuk membawa makanan. Apakah tas yang bisa dipakai berulang-ulang / berbahan ramah lingkungan atau tas kresek ( pamong menjelaskan secara sederhana tas yang ramah lingkungan)
- Anak-anak bisa memasukkan makanan yang dipilih ke dalam tas tersebut. Jika makanan akan dimakan bersama, ajak anak-anak untuk membuang bungkusnya di tempat sampah.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Lagu Tema: Sungguh Indah Alam (Kidung Jemaat No. 61)
Tujuan: Anak dapat menceritkan kembali bahwaTuhan menciptakan tempat (rumah) bagi manusia, yakni alam
Alat Peraga:
Diorama taman eden (pamong bisa membuat dengan bahan plastisin, kertas atau yang lainnya sesuai dengan kreativitas masing-masing dan kondisi jemaat setempat) – contoh dapat dilihat dibagian balita
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Kalau kalian mendengar kata taman, apa yang terlintas di pikiran kalian? apa yang kalian bayangkan? (beri kesempatan pada anak-anak untuk menceritakan imajinasi mereka).
Inti Penyampaian
Semua pasti membayangkan sebuah taman adalah tempat yang bagus dan menyenangkan. Ada bunga yang berwarna warni, ada rumput yang hijau yang nyaman untuk duduk-duduk, pohon yang rindang yang bisa mengurangi rasa panas matahari, ada kolam dengan air mancur dan ikan di dalam kolam. Karena banyak pohon dan tanaman, udaranya jadi sejuk dan rasanya senang ya kalau kita bermain ditaman. Bahkan ada rumah yang diberi taman juga di halamannya supaya rumahnya terasa lebih menyenangkan dan pemiliknya betah /kerasan tinggal di rumah.
Anak-anak, di dalam alkitab juga ada cerita tentang taman. Namanya taman Eden. Taman ini sangat luas ya.
(dengan menggunakan gambar / diorama, pamong menjelaskan proses ketika Tuhan menempatkan manusia dan menumbuhkan pohon di taman Eden)
Di taman Eden Tuhan menumbuhkan pohon-pohon yang buahnya bisa dimakan manusia. Tapi pohon yang ada di tengah taman eden ini buahnya tidak boleh dimakan.
Di taman itu juga ada sungai yang mengalir. Sungainya terbagi menjadi empat cabang, yaitu sungai Pison, sungai Gihon, Sungai Tigris dan Sungai Efrat. Karena ada sungai yang mengalir , dan airnya juga mengaliri pohon dan tanaman yang ada di taman itu, maka semua pohon dan tanamannya menjadi subur. Taman Eden menjadi taman yang indah dan menyenangkan, lalu Tuhan menempatkan manusia di taman itu. Dan Tuhan juga memberikan perintah pada manusisa supaya merawat taman itu supaya tamannya tetap bagus, dan tidak rusak. Jadi manusia bisa tinggal di tempat itu dengan senang, nyaman, dan tenang.
Penerapan
Kalau dulu Tuhan membuatkan taman yang besar untuk tempat tinggal manusia, sekarangpun kita juga tinggal di taman yang besar/ lingkungan alam sekitar kita. Kalau dulu Tuhan memerintahkan manusia untuk menjaga taman eden, sekarang ini kita juga harus menjaga lingkungan kita supaya tetap bersih, pohon / tanaman di sekitar kita tumbuh dengan subur.
Aktivitas
- Ajak anak-anak memilih makanan yang dibungkus dengan daun atau bahan yang ramah lingkungan dan yang dibungkus dengan plastik. (pamong menjelaskan secara sederhana bungkus yang ramah lingkungan)
- Ajak anak-anak untuk memilih tas yang akan digunakan untuk membawa makanan. Apakah tas yang bisa dipakai berulang-ulang / berbahan ramah lingkungan atau tas kresek ( pamong menjelaskan secara sederhana tas yang ramah lingkungan)
- Anak-anak bisa memasukkan makanan yang dipilih ke dalam tas tersebut. Jika makanan akan dimakan bersama, ajak anak-anak untuk membuang bungkusnya di tempat sampah.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Lagu Tema: Hai Anak-anak, Muda dan Belia ( Kidung Jemaat No.67 )
Tujuan:
- Anak dapat memahami bahwa alam adalah tempat bagi manusia
- Anak dapat mengerti bahwa manusia sangat bergantung pada alam, namun alam dapat hidup tanpa manusia
- Anak dapat memiliki sikap untuk menjaga alam sebagai tempat hidup bersama
- Anak dapat merancang kegiatan dalam menjaga alam
Alat Peraga:
Diorama taman eden (pamong bisa membuat dengan bahan plastisin, kertas atau yang lainnya sesuai dengan kreativitas masing-masing dan kondisi jemaat setempat) – Contoh bisa dilihat di bagian balita.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Kita akan melakukan sebuah permainan kecil. Kalau bapak / ibu/ kakak pamong mengucapkan sebuah kata, kalian harus menyebutkan kata-kata yang berkaitan kata tersebut.
Contoh: kalau pamong menyebutkan kata meja, kalian bisa menyebutkan kata kotak, kayu, makan, dsb
(jika anak-anak belum mengerti, bisa diberikan beberapa contoh kata yang lain)
Nah kalau semua sudah mengerti, kita akan mulai permainannya ya
Pamong menyebutkan kata :
- Bunga……..(anak-anak melamjutkan dengan kata-kata yang berkaitan dengan bunga).
- Sungai……. (anak-anak melamjutkan dengan kata-kata yang berkaitan dengan sungai).
- Pohon……..( anak-anak melamjutkan dengan kata-kata yang berkaitan dengan pohon )
- Taman……..( anak-anak melamjutkan dengan kata-kata yang berkaitan dengan taman )
Pamong bisa menambahkan beberapa kata yang berkaitan dengan alam / lingkungan.
Inti Penyampaian
Nah anak-anak, kalau kita mendengar kata alam, pasti akan lebih banyak yang membayangkan sesuatu yang menyenangkan indah dan menyenangkan ya. Apalagi kalau kita mendengar kata ‘ Taman Eden ‘ .
(dengan menggunakan gambar / diorama, pamong menjelaskan proses ketika Tuhan menempatkan manusia dan menumbuhkan pohon di taman Eden).
Di taman Eden Tuhan menumbuhkan pohon-pohon yang buahnya bisa dimakan manusia. Tapi pohon yang ada di tengah taman eden ini buahnya tidak boleh dimakan.
Di taman itu juga ada sungai yang mengalir. Sungainya terbagi menjadi empat cabang, yaitu sungai Pison, sungai Gihon, Sungai Tigris dan Sungai Efrat. Karena ada sungai yang mengalir , dan airnya juga mengaliri pohon dan tanaman yang ada di taman itu, maka semua pohon dan tanamannya menjadi subur. Taman Eden menjadi taman yang indah dan menyenangkan, lalu Tuhan menempatkan manusia di taman itu. Dan Tuhan juga memberikan perintah pada manusisa supaya merawat taman itu supaya tamannya tetap bagus, dan tidak rusak. Jadi manusia bisa tinggal di tempat itu dengan senang, nyaman, dan tenang.
Penerapan
Alam sekitar kita sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.
Apa saja ya manfaatnya ? (bimbing anak-anak untuk bisa menjawab dan memahami manfaat alam disekitarnya ( laut, sungai, gunung, binatang, tanaman/pohon, tanah, dsb)).
Supaya alam bisa tetap member manfaat yang baik kita / manusia, maka kita harus merawatnya.
Aktivitas
- Salah satu yang bisa lakukan adalah mengurangi sampah. Menghindari pengunaan plastik. Kalau terpaksa atau tidak bisa dihindari, sebaiknya kita mengumpulkan sampah plastik tersebut, mendaur ulang untuk membuat sesuatu yang bermanfaat, atau mengumpulkan dan diberikan kepada pemulung yang biasanya mengumpulkan gelas dan botol plastik.
- Alternatif lainnya adalah mengajarkan kepada anak-anak untuk dapat menanam tumbuhan di dalam pot atau barang-barang bekas yang bisa digunakan sebagai tempat menanam. Jika pertemuan dilakukan secara tatap muka, anak-anak dapat diajarkan menanam secara langsung, namun jika tatap muka secara daring maka anak-anak diberi pekerjaan rumah untuk dapat menanam dari bibit yang telah disediakan. Contoh pot tanaman dari bahan bekas bisa dilihat disini.