Menceritakan Firman Tuhan Tuntunan Ibadah Anak 24 Oktober 2021

11 October 2021

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Injil adalah Pergerakan Ekumene, ke Semua Bangsa.
Judul: Menceritakan Firman Tuhan

Bacaan: Kisah Para Rasul 8:26-40
Ayat Hafalan: Kisah Para Rasul 8:33  –
“Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceritera

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Perikop ini menggambarkan percakapan yang sederhana, antara Filipus dengan orang Etopia. Filipus dihantar oleh malaikat untuk berjumpa dengan orang Etopia dan melakukan percakapan. Percakapan ini memang diakhiri dengan mukjizat Filipus tentang perpindahan tempat yang sangat cepat.Kesemua hal ini dilakukan karena inisiatif Allah dan dengan tujuan bagi kemuliaan Allah.

Yang menjadi poin penting adalah perikop ini memiliki poin yang sama dengan perikop Samaria. Bahwa Lukas (penulis Kisah Para Rasul) ingin menampilkan pergeseran inti ibadah. Inti ibadah yang semula di Yerusalem sebagai pusat peribadahan dan ritual, menyebar ke segala arah, namun kali ini karena otoritas Allah. Samaria dilarang beribadah di Yerusalem, dan begitu juga dengan kasim dari Ethopia, mereka juga dilarang beribadah di Yerusalem.

Injil adalah pergerakan ekumene. Injil mengubah inti ibadah. Selama ini kaum diluar Israel tidak bisa melakukan ibadah. Memang Inijl/kisah pelayanan Yesus dimulai dari Yerusalem, tetapi kisah injil dan penebusan tidak hanya berada di Yerusalem. Dari semula untuk orang Yahudi, menjadi non Yahudi, ke semua bangsa. Kabar sukacita Injil tidak hanya untuk kelompok etnis tertentu. Keselamatan terlalu besar jika hanya ditunjukkan bagi dan hanya kelompok tertentu. Begitu juga sebuah persekutuan diharapkan memiliki arah meluas dan terbuka bagi semua bangsa.

Refleksi untuk Pamong:
Dari kisah pertemuan Filipus dengan sida-sida dari Etiopia ini kita melihat bagaimana Allah membuka kesempatan bagi pekabaran Injil untuk menjangkau orang-orang yang berasal dari tempat yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Dalam “dunia kecil” pelayanan kita sebagai pamong, tantangan kita tentu saja mewartakan injil pada semua anak di gereja / jemaat kita ( kadang-kadang dalam suatu jemaat ada anak yang jarang mengikuti ibadah atau bahkan sama sekali tidak pernah hadir dalam ibadah kecuali hari Natal ). Kita semestinya juga bisa menjangkau mereka dan berupaya supaya mereka semua jadi “rajin” mendengarjan Firman Tuhan.

Teladan Filipus yang patut kita teladani adalah taat pada pimpinan Roh Kudus. Sehingga kita bisa memancarkan kasih Kristus melalui seluruh sikap hidup kita. Sehingga anak-anak tidak hanya mendengar tentang ajaran Tuhan melalui ucapan kita di dalam ibadah saja , tetapi juga pada setiap perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

 

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Filipus berjumpa dengan Sida-sida dari Etiopia.

Alat Peraga

  1. Gambar malaikat menjumpai Filipus
  2. Filipus berjumpa dengan Sida-sida dari Ethiopia yang naik kereta kuda
  3. Filipus bercakap-cakap dengan sida-sida di dalam kereta
  4. Filipus membaptis sida-sida dari Etiopia
  5. Sida-sida melanjutkan perjalanannya dengan kereta kuda

Catatan untuk Pamong:
Pamong bisa membuat tampilan gambar-gambar alat peraga ini sehingga menjadi menarik, sesuai dengan kreativitas pamong.

Pamong bisa juga menampilkan cerita ini dalam bentuk drama.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Apakah kalian ingat nama-nama murid Yesus ? (ajak anak-anak menyanyi nama-nama murid Yesus atau bimbing anak-anak menyebutkan nama-namanya)

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang salah satu murid Yesus, yaitu Filipus.

Inti Penyampaian
Di suatu hari ada malaikat yang berkata kepada Filipus ,” berangkatlah ke jalan dari Yerusalem ke Gaza.”

Lalu berangkatlah Filipus ke jalan seperti yang diperintahkan malaikat itu.

Setelah sampai di tempat itu, Filipus melihat ada seorang sida-sida dari Ethiopia yang naik kereta kuda. Sida-sida itu artinya pejabat istana.

Lalu Filipus mendekati kereta itu dan mendengarkan sida-sida itu sedang membaca kita nabi Yesaya

Filipus bertanya,” mengertikah tuan apa yang tuan baca itu ?”

“aku tidak tahu karena tidak ada yang membimbingku Maukah engkau membimbingku? “ jawab sida-sida itu

Lalu Filipus naik ke kereta itu . rupanya sida-sida itu sedang membaca tentang anak domba. Dia tidak mengerti siapa yang dimaksud anak domba itu. Maka Filipus menjelaskan bahwa yang dimaksud anak domba itu adalah Tuhan Yesus yang mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa manusia.

Di tengah perjalanan, sida-sida itu melihat suatu tempat yang ada airnya, lalu ia berkata,” apakah halangannya jika aku dibaptis ?”

Filipus menjawab,”boleh, jika tuan percaya dengan segenap hati.”

“Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah,” kata sida-sida itu.

Lalu Filipuspun membaptis sida-sida dari Ethiopia. Dan sebuah keajaiban terjadi. Tiba-tiba Filipus menghilang. Sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Kemudian sida-sida itu melanjutkan perjalanannya dengan sukacita.

Penerapan
Nah, begitulah anak-anak, Filipus sudah mengabarkan injil kepada Sida-sida dari Ethiopia.

Aktivitas

  1. Bagikan pada anak- anak kertas yang sudah dibagi dalam 5 kolom / kotak dan sudah diberi angka 1 – 5
  2. Bagikan pada anak-anak gambar seperti yang digunakan sebagai alat peraga ( pamong telah mempersiapkan sebelumnya dengan memperbanyak sejumlah anak dan memperkecil ukurannya )
  3. Ajak anak-anak mencari gambar dan menenpelkan sesuai urutan cerita.
  4. Anak-anak membawa pulang gambar tersebut dan sarankan pada anak-anak untuk menceritakannya pada orang tua atau saudara di rumah.

Lagu Tema : Yesus berpesan (Kidung Jemaat No. 422)


 

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan cara Filipus yang memberikan keterangan dengan jelas kepada Sida-Sida dari Etiopia
  2. Anak dapat melatih diri dengan rajin mendengarkan Firman agar mampu memberi penjelasan yang benar tentang Yesus Kristus.

Alat Peraga

  • Gambar malaikat menjumpai Filipus
  • Filipus berjumpa dengan Sida-sida dari Ethiopia yang naik kereta kuda
  • Filipus bercakap-cakap dengan sida-sida di dalam kereta
  • Filipus membaptis sida-sida dari Etiopia
  • Sida-sida melanjutkan perjalanannya dengan kereta kuda

Catatan untuk Pamong:

  • Pamong bisa membuat tampilan gambar-gambar alat peraga ini sehingga menjadi menarik, sesuai dengan kreativitas pamong.
  • Pamong bisa juga menampilkan cerita ini dalam bentuk drama.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Apakah kalian ingat nama-nama murid Yesus ? ( ajak anak-anak menyanyi nama-nama murid Yesus atau bimbing anak-anak menyebutkan nama-namanya )

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang salah satu murid Yesus, yaitu Filipus. ( tuliskan nama FILIPUS di papan tulis)

Inti Penyampaian
Di suatu hari ada malaikat yang berkata kepada Filipus ,” berangkatlah ke jalan dari Yerusalem ke Gaza.”

Lalu berangkatlah Filipus ke jalan seperti yang diperintahkan malaikat itu.

Setelah sampai di tempat itu, Filipus melihat ada seorang sida-sida dari Ethiopia yang naik kereta kuda. Sida-sida itu artinya pejabat istana. Sida-sida itu sedang dalam perjalanan pulang menuju Ethiopia setelah beribadah di Yerusalem.

Lalu Filipus mendekati kereta itu dan mendengarkan sida-sida itu sedang membaca kita nabi Yesaya

Filipus bertanya,” mengertikah tuan apa yang tuan baca itu ?”

“Aku tidak tahu karena tidak ada yang membimbingku Maukah engkau membimbingku? “ jawab sida-sida itu

Lalu filipus naik ke kereta itu . rupanya sida-sida itu sedang membaca tentang anak domba. Dia tidak mengerti siapa yang dimaksud anak domba itu. Maka Filipus menjelaskan bahwa yang dimaksud anak domba itu adalah Tuhan Yesus yang mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa manusia.

Di tengah perjalanan, sida-sida itu melihat suatu tempat yang ada airnya, lalu ia berkata,” apakah halangannya jika aku dibaptis ?”

Filipus menjawab ,” Boleh, jika tuan percaya dengan segenap hati.”

“Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah,” kata sida-sida itu.

Lalu Filipuspun membaptis sida-sida dari Ethiopia. Dan sebuah keajaiban terjadi. Tiba-tiba Filipus menghilang. Sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Kemudian sida-sida itu melanjutkan perjalanannya dengan sukacita.

Penerapan
Anak-anak, dari kisah Filipus tadi, kita belajar bahwa kita harus berani mewartakan Injil. Tapi tentu saja kita terlebih dahulu rajin membaca Firman Tuhan dan belajar mengetahui maksud dengan benar. Oleh karena itu anak-anak harus rajin beribadah, mendengarkan firman Tuhan dan membaca renungan harian di rumah.

Bagaimana jika kita masih kecil dan belum bisa berkotbah atau menjelaskan seperti Filipus ? Tentu saja mewartakan Injil tidak hanya dengan cara berkotbah , tetapi juga melalui sikap dan perbuatan kita.

Aktivitas

  1. Bagikan stik ice cream pada anak-anak
  2. Anak-anak menuliskan apa yang akan dilakukan untuk mewartakan Inji.
    Contoh: “Rajin Baca Alkitab
  3. Anak-anak menyimpannya di Alkitab, sehingga bisa jadi pengingat setiap hari saat membaca Alkitab.

Lagu Tema: Ajar aku berdoa ( Kidung Ria No. 59 ) dan Gusti adawuh ( Kidung Ria No. 103 )


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat memahami bahwa Injil bagi semua bangsa.
  2. Anak dapat mengerti bahwa tugas mereka adalah menyebarkan injil (mewartakan kasih) bagi semua orang
  3. Anak dapat menyebutkan halangan-halangan dalam menyebarkan injil bagi semua orang
  4. Anak dapat melatih diri untuk mampu mewartakan injil dengan memberikan penjelasan yang benar tentang YesusKristus.

Alat Peraga

  • Gambar malaikat menjumpai Filipus
  • Filipus berjumpa dengan Sida-sida dari Ethiopia yang naik kereta kuda
  • Filipus bercakap-cakap dengan sida-sida di dalam kereta
  • Filipus membaptis sida-sida dari Etiopia
  • Sida-sida melanjutkan perjalanannya dengan kereta kuda

Catatan untuk Pamong:
Pamong bisa membuat tampilan gambar-gambar alat peraga ini sehingga menjadi menarik, sesuai dengan kreativitas pamong.

Pamong bisa juga menampilkan cerita ini dalam bentuk drama.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Apakah kalian ingat nama-nama murid Yesus ? (ajak anak-anak menyanyi nama-nama murid Yesus atau bimbing anak-anak menyebutkan nama-namanya).

Kalau dua minggu yang lalu kita sudah belajar tentang Matius, hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang salah satu murid Yesus yang lain, yaitu Filipus. (tuliskan nama FILIPUS di papan tulis).

Inti Penyampaian
Tuhan menyampaikan pesan pada Filipus melalui malaikat. Maka di suatu hari ada malaikat yang berkata kepada Filipus ,” berangkatlah ke jalan dari Yerusalem ke Gaza.”

Karena Filipus itu seorang murid yang taat, maka berangkatlah Filipus ke jalan seperti yang diperintahkan malaikat itu. Jalan itu adalah jalan yang sepi.

Setelah sampai di tempat itu, Filipus melihat ada seorang sida-sida dari Ethiopia yang naik kereta kuda. Sida-sida itu pembesar dan kepala perbendaharaan istana. Sida-sida itu sedang dalam perjalanan pulang menuju Ethiopia setelah beribadah di Yerusalem.

Lalu ada Roh yang berkata pada Filipus untuk mendekati kereta tersebut, danFilipus mendekati kereta itu serta mendengarkan sida-sida itu sedang membaca kita nabi Yesaya

Filipus bertanya,”Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu ?”

“Aku tidak tahu karena tidak ada yang membimbingku Maukah engkau membimbingku? “ jawab sida-sida itu

Lalu filipus naik ke kereta itu . rupanya sida-sida itu sedang membaca tentang anak domba. Dia tidak mengerti siapa yang dimaksud anak domba itu. Maka Filipus mempunyai kesempatan untuk memberitakan Injil Yesus dan menjelaskan bahwa yang dimaksud anak domba itu adalah Tuhan Yesus yang mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa manusia.

Di tengah perjalanan, sida-sida itu melihat suatu tempat yang ada airnya, lalu ia berkata,” apakah halangannya jika aku dibaptis ?”

Filipus menjawab ,”Boleh, jika tuan percaya dengan segenap hati.”

“Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah,” kata sida-sida itu.

Setelah meminta keretanya untuk dihentikan, mereka berdua turun ,Lalu Filipuspun membaptis sida-sida dari Ethiopia. Dan setelah keluar dari air, sebuah keajaiban terjadi. Tiba-tiba Filipus menghilang. Sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Kemudian sida-sida itu melanjutkan perjalanannya dengan sukacita.

Penerapan
Anak-anak, dari kisah Filipus tadi, kita belajar bahwa kita harus berani mewartakan Injil. Tapi tentu saja kita terlebih dahulu rajin membaca Firman Tuhan dan belajar mengetahui maksud dengan benar. Oleh karena itu anak-anak harus rajin beribadah, mendengarkan firman Tuhan dan membaca renungan harian di rumah.

Tentu saja mewartakan Injil tidak hanya dengan cara berkotbah , tetapi juga melalui sikap dan perbuatan kita.

Aktivitas

  1.  Ajak anak-anak berdiskusi tentang apa saja yang bisa mereka lakukan untuk mewartakan Injil
  2. Tanyakan pada anak-anak dan diskusikan apa saja hambatan dan bagimana cara mengatasinya
  3. Bagikan stik ice cream pada anak-anak
  4. Anak-anak menuliskan apa yang akan dilakukan untuk mewartakan Injil ( satu anak bisa membuat lebih dari satu). Contoh: Rajin membaca Alkitab
  5. Anak-anak menyimpannya di Alkitab, sehingga bisa jadi pengingat setiap hari saat membaca Alkitab

Lagu Tema: Ajar aku berdoa (Kidung Ria No. 59) dan Gusti adawuh (Kidung Ria No. 103)

 

 

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak