Allah Penolongku Pancaran Air Hidup 18 September 2021

18 September 2021

Bacaan: Mazmur 54 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 254
Nats:
“Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.” (Ayat 6).

Merasa cemas dan takut ketika sedang menghadapi situasi yang menegangkan adalah hal yang normal. Dan saat mengalami gangguan kecemasan, terdapat area di tubuh yang langsung mengalami efeknya, antara lain: perut merasa mual, jantung berdegup kencang, dan napas menjadi tersengal-sengal. Tubuh secara alami memberikan reaksi yang membuat kita tidak bisa mengabaikan perasaan yang tidak nyaman itu. Kecemasan jangka panjang akan menyebabkan otak melepaskan hormon stres secara teratur. Hal ini meningkatkan frekuensi gejala seperti sakit kepala, pusing, dan depresi.

Daud pun pernah mengalami kecemasan dan ketakutan ketika dia harus tinggal di padang gurun atau di tempat-tempat perlindungan karena dikejar-kejar oleh Saul yang hendak membunuhnya.  Tertulis: “Ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif.  Dan selama waktu itu, Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya.” (1 Sam. 23:14b). Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Daud pada waktu itu: takut, cemas, kuatir, was-was berkecamuk jadi satu. Di dalam ketakutan dan kesesakannya, Daud memanjatkan doa kepada Tuhan. Daud dengan jujur dan tulus meminta Tuhan menyelamatkan dan memberi keadilan kepadanya dan memuji Tuhan sebagai penolong dan penopangnya. Daud yakin bahwa musuh-musuhnya akan dihalau oleh Tuhan. Daud berkomitmen untuk memberi persembahan kepada Tuhan karena yakin Tuhan akan melepaskannya dari segala kesesakan, walaupun saat itu dia masih dalam keadaan terdesak dan dikejar-kejar musuh.

Iman dan keyakinan Daud menjadi teladan bagi kita yang mungkin saat ini dalam pergumulan dan kesesakan. Adakah kita memiliki iman seperti Daud ini? Apapun keadaan kita saat ini, jangan putus asa. Arahkan hati kepada Tuhan. Jika hati kita hanya tertuju pada masalah dan apa yang sedang kita alami maka kita akan menjadi lemah dan semakin kuatir. Itulah yang disukai Iblis. Lawanlah semua ketakutan dan kekuatiran dengan iman! Kita harus yakin bahwa Tuhan Allah adalah penolong dan penopang kita dalam kesesakan. Naikkan pujian dan penyembahan sebagai bukti kita percaya kepada-Nya. Dia pasti menolong dan melepaskan kita dari kesesakan. Berhentilah memperkatakan yang negatif, sebaliknya selalu perkatakan firman Tuhan, maka Ia akan menghidupkan firman yang ada di dalam hati dan pikiran kita menjadi penuh kuasa. (RS).

 “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak