Bacaan: Filipi 4: 4 – 7
Nats: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segenap hal keinginanmu kepada Allah dengan doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4 : 6)
Dion tidak mau berbagi makanan yang dia punya karena kuatir akan kelaparan. Dita enggan mempersembahkan karena kuatir uangnya akan habis. Pernahkah teman-teman seperti Dion dan Dita yang merasa sangat kuatir sampai menghalangi untuk berbuat baik seperti mempersembahkan dan berbagi? Ada seorang tua yang pernah mengatakan begini “saya belum pernah bertemu orang yang karena mempersembahkan dengan tulus dan berbagi dengan orang lain menjadi miskin dan mengalami kekurangan”. Perkataan itu ada benarnya lho, karena sebenarnya hidup ini sudah ada pemeliharanya. Siapakah itu? Ya, Tuhan yang menciptakan manusia. Ketika Tuhan mencipta kita, sebenarnya kita dipanggil untuk saling menjaga sesama ciptaan. Dengan saling memberi, orang akan saling mendapat.
Jadi, apakah salah kalau Dion dan Dita kuatir? Tidak. Yang salah adalah perbuatan Dion dan Dita yang belum mau berbagi dan mempersembahkan. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan Dion dan Dita? Kata Paulus, dengan Doa dan Permohonan dengan ucapan syukur. Kita ini sudah diberi hidup, sehingga harus bersyukur. Jika ada yang mengkuatirkan dalam hidup, kita harus berdoa dan memohon pertolongan pada Tuhan. Sekarang, yuk ungkapkan kekuatiranmu dan tuliskan doamu pada selembar kertas.
Doa: “Tuhan, aku tidak mau kuatir lagi. Aku bersyukur atas hidupku, Amin.”