Dia Pulihkanku Tuntunan Ibadah Remaja Remaja 25 April 2021

12 April 2021

Tahun Gerejawi: Paskah 4
Tema: Tuhan Memulihkan
Judul: Dia Pulihkanku
Bacaan Alkitab: 2 Tawarikh 33:1-20
Ayat Hafalan: Amsal 3:5-6 – “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Lagu Tema: Sejauh Timur Dari Barat

Tujuan:

  1. Remaja dapat menunjukkan kesalahan Manasye.
  2. Remaja dapat menunjukkan cara Tuhan memulihkan Manasye.
  3. Remaja dapat menunjukkan sikap Manasye setelah Tuhan memulihkannya.
  4. Remaja menyadari bahwa mengakui kesalahan dapat memulihkan hubungan.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Pada saat Manasye memerintah menjadi Raja, ia melakukan banyak hal yang tidak benar dan menyimpang di mata Allah. Raja Manasye telah berdosa dan “melakukan apa yang jahat di mata TUHAN” (ayat 2). Manasye merupakan penyebab utama kehancuran Yehuda. Manasye menjadi raja dengan masa pemerintahan yang cukup panjang. Namun dia menyia-nyiakan sebagian besar dari masa pemerintahannya tersebut dengan menyeret penduduknya menjadi orang kafir, dalam bidang agama, dan kembali tunduk kepada Asyur, dalam bidang politik. Kemudian, sebagai penghukuman Tuhan, Manasye dibuang dan dibawa tentara Asyur ke Babel dengan cara yang sangat mempermalukan Manasye, dengan hidung ditusuk kaitan yang disambungkan ke rantai dan kaki serta tangan terbelenggu (ayat 11).

Penghukuman ini membuat Manasye merendahkan diri di hadapan Allah dan berdoa kepada-Nya (ayat 12). Pertobatan Manasye itu pun mewujud secara nyata melalui tindakan penyingkiran ibadah-ibadah penyembahan berhala (ayat 14-17). Allah pun menjawab dengan memulangkan Manasye, dan memulihkan kedudukan Manasye (ayat 13). Rangkaian peristiwa dosa, penghukuman melalui pembuangan, pertobatan, pemulangan/pemulihan ini juga telah dialami oleh orang-orang Yehuda pasca pembuangan. Melalui kisah raja Manasye, tampil janji Tuhan bahwa jika mereka mau bertobat dan tetap setia seperti Manasye, maka Tuhan akan memberkati kehidupan bangsa mereka. Hukuman Allah atas dosa umat-Nya bertujuan agar umat bertobat, dan kembali hidup dalam kekudusan, sukacita dan damai sejahtera Allah. Kebenaran ini adalah peringatan sekaligus janji bagi tiap-tiap kita orang percaya.

Pendahuluan

  1. Ajak Remaja membuka Alkitab dari Kisah Para Rasul 2:41-47 dan minta 1 Remaja untuk maju membacakannya bagi semua.
  2. Permainan berkeliling dengan bernyanyi dan ketika berhenti harus menjawab pertanyaan sebagai berikut:
    • Pernahkah kalian melakukan kesalahan?
    • Kesalahan apa yang pernah kalian lakukan?
    • Ketika kalian melakukan kesalahan, apa yang kalian lakukan sebagai wujud mengakui kesalahan tersebut?

Cerita – Bahasa Indonesia
Rekan Remaja yang terkasih,
Rasa bersalah seringkali membuat kita salah tingkah, karena takut jika ada orang yang mengetahuinya. Kesalahan yang terus dilakukan secara berulang-ulang akan menjadikan kita hidup jauh dari Rencana Allah. Siapapun kita pasti pernah melakukan kesalahan, namun yang sulit adalah mengakuinya dan mau berubah menjadi lebih baik. Keadaan ini juga dialami oleh Manasye selama memerintah di masa kepemimpinannya. Manasye tidak menggunakan kekuasaaanya dengan bijaksana. Manasye justru melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya dengan membawa orang-orang yang diperintahnya menyembah pada berhala dan melakukan tindakan yang mendukakan hati Allah. Allah benar-benar kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Manasye, kemudian Ia menghukum Manasye dengan kesulitan dan penderitaan yang harus ditanggungnya atas semua yang telah terjadi. Penghukuman itu diberikan supaya Manasye sadar akan kesalahan dan mau bertobat dengan hidup yang lebih baik lagi.

Pertobatan Manasye itu pun mewujud secara nyata melalui tindakan penyingkiran ibadah-ibadah penyembahan berhala (ayat 14-17). Allah pun menjawab dengan memulangkan Manasye, dan memulihkan kedudukan Manasye (ayat 13). Rangkaian peristiwa dosa, penghukuman melalui pembuangan, pertobatan, pemulangan/pemulihan ini juga telah dialami oleh orang-orang Yehuda pasca pembuangan. Melalui kisah raja Manasye, tampil janji Tuhan bahwa jika mereka mau bertobat dan tetap setia seperti Manasye, maka Tuhan akan memberkati kehidupan bangsa mereka. Hukuman Allah atas dosa umat-Nya bertujuan agar umat bertobat, dan kembali hidup dalam kekudusan, sukacita dan damai sejahtera Allah. Saat ini bagi kita yang masih sering melakukan kesalahan di hadapan Allah, mari kita segera memperbaiki kehidupan kita melalui sikap hidup yang benar. Allah tidak akan membiarkan kita terus sengsara karena kesalahan yang kita perbuat, namun Ia menghendaki kita kembali pada jalan-jalanNya dengan penuh ketulusan. Siapa yang mau bertobat, pasti mendapatkan berkat. Siapapun yang mau hidup dalam rencana Allah, maka ia akan mendapatkan pemulihan.

Crita Basa Jawa
Remaja ingkang kinasih,
Saben manungsa sing nglakoni salah mestine ngrasake wedi yen ana wong liya sing weruh kesalahane. Kesalahan sing terus-terusan dilakoni dadekake manungsa urip adoh saka rancangane Gusti Allah. Saben uwong mestine nate nglakoni salah, tapi sing angel iku ngakoni trus gelem mratobat dadi uwong sing lakune sansaya apik. Kahanan sing kaya ngunu iku yo dialami Manasye wektu dadi raja. Manasye ora migunakake kekuasaane nganggo cara sing wicaksana. Manasye malah nglakoni kesalahan sing gedhe ing sajroning uripe. Para umate diajak nyembah berhala lan nglakoni pakulinan sing ora diremeni Gusti Allah. Gusti Allah kuciwa nalika Manasye ngakoni sing kaya mangkono iku. Gusti Allah paring paukuman awujud urip sing angel uga sangsara sing kudu ditrima karana apa sing wes dilakoni. Paukuman iku ditampa supaya Manasye iku sadar yen apa sing dilakoni iku salah lan gelem mratobat wujude urip sing sansaya apik ing ngarsane Gusti.

Tobate Manasye iku diwujudna sacara nyata ning tindakan nyingkirake panggonan pangibadah berhala. Gusti Allah uga paring respon awujud tindakan mangsulake Manasye lan mulihake keadaane Manasye ing sajrone paprentahane. Sajrone prastawa dosa, paukuman ing pembuangan, pamratobat, lan pemulihan iki uga dialami para tiyang-tiyang Yehuda sak baline saka ing pembuangan.  Kisah Raja Manasye, janjinipun Gusti nyata, yen saben sing gelem mratobat, Gusti tamtu paring pangapura, lan paring berkat ing sajrone gesang para bangsa. Paukumanipun Gusti Allah marang para uwong pracaya sing nglakoni dosa duweni tujuan supaya mratobat, uga bisa urip suci, ngrasake bungah lan tentrem. Saiki kanggo kita sing sering nglakoni salah utawa dosa, enggal-enggal nyuwun ngapura marang Gusti Allah supaya urip iki bener ing ngarsane Allah. Gusti Allah ora ninggal kita ing kasangsaran sing kita alami, nanging Panjenenganipun ngersakake bilih uripe manungsa tetep ana ing margi peparinge Gusti kanti ketulusan. Sing sapa purun mratobat, tamtu angsal berkah. Sok sintena sing urip ing rancanganipun Gusti, tamtu angsal pemulihan.

Aktivitas: Membacakan ilustrasi tentang “Sarang Sang Semut” dan minta remaja untuk menyebutkan dalam satu kalimat apa yang dapat mereka pelajari dari cerita tersebut.

“SARANG SANG SEMUT”

Suatu hari, matahari bersinar sangat cerah. Para penduduk hutan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Termasuk sang Kancil yang asik makan dedaunan segar. Namun, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang sedang menangis. Kancil mencari asal suara tersebut. ternyata, suara tersebut berasal dari Semut. Kancil pun langsung mendekatinya.

“Hei teman? mengapa kau menangis?” Tanya Kancil.

“Kancil, aku sangat sedih sekali. Saranngku baru saja dirusak oleh Jago.” Jawab Semut menangis.

Jago adalah salah satu hewan yang sangat terkenal selalu mengganggu hewan lainnya. Kancil pun merasa sangat kasihan.

“Temanku, sabarlah. Aku akan menemui Jago dan menasehatinya. Aku pun akan mengajaknya untuk membangun sarang mu bersama-sama.” Ujar Kancil menenangkan

“Terimakasih Kancil. Kau baik sekali.” Jawab Semut senang

Kancil hanya tersenyum, mereka berdua pun langsung menuju rumah Jago.

“Hei teman.” sapa Kancil

“Hei Cil, ada apa kau datang kerumahku pagi-pagi seperti ini?” Tanya Jago heran.

“Aku kesini untuk menemuimu Jago! Apakah kau sudah merusak sarang semut? Kasihan sekali Semut, sekarang ia tidak mempunyai tempat tinggal. Aku datang kesini untuk mengajakmu membangun sarangnya bersama-sama.” Kata Kancil.

“Apa yang dikatakan Semut tidak benar Cil. Aku hanya mencari makan, tidak merusak sarangnya.” Ujar Jago mengelak.

“Kau memang sedang mencari makan. Namun, kamu menghancurkan rumahku.’’ Kata Semut.

‘’ Kamu tidak boleh seperti itu Jago! Kasihan sekali Semut, sekarang ia tidak mempunyai rumah karena mu.” Ujar Kancil.

“baiklah, aku minta maaf Semut. Aku berjanji tidak akan mengulnginya lagi.” Kata Jago.

Mendengar Jago meminta maaf membuat semut dan Kancil merasa lega.

“Baiklah, aku akan memaafkanmu Jago.” Kata Semut.

“Semuanya sudah jelas, Jago sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadamu Semut. Sekarang, mari kita bersama-sama membangun sarang Semut yang baru.” Ujar Kancil

Akhirnya, mereka pun bersama-sama membuat sarang Semut yang baru dan berteman baik dari sebelumnya.

Diunduh dari: https://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-fabel-sarang-sang-semut/

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak