Jangan Asal Menuduh Renungan Harian Anak 27 Oktober 2019

27 October 2019

Bacaan : Kisah Para Rasul 25:1-8
Nats: “Sesudah Paulus tiba di situ, semua orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilinginya dan mereka mengemukakan banyak tuduhan berat terhadap dia yang tidak dapat mereka buktikan.” (Kis. 25:7)

Toni adalah murid kelas 3 SD. Waktu istirahat pertama, ia menangis tersedu-sedu karena oleh teman-temanya dituduh mengambil pensil milik Borneo. Mendengar suara tangisan, ibu guru mendekat dan bertanya kepada Toni, “Mengapa kamu menangis, Toni?” Jawab Toni, “Saya dituduh oleh teman-teman mengambil pensilnya Borneo,  bu. Padahal saya tidak mengambil”. Kemudian bu guru bertanya kepada Borneo, “Benarkah kamu menuduh Toni mengambil pensilmu ?” Borneo menjawab, “Betul bu guru, pensil saya hiang, pasti diambil oleh Toni.” Kata bu Guru, “Apa buktinya Toni mengambil milikmu?”  Borneo terdiam. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan bu guru. Melihat Borneo tidak bisa memberi jawaban, lalu bu guru berkata, “Jika kamu tidak memiliki alasan, maka jangan cepat-cepat menuduh orang lain. Itu tidak baik. Ayo…anak-anak bantu Borneo mencari pensilnya.” Bersama dengan bu guru, teman-teman Toni mencari pensil Borneo.

Setelah beberapa saat mencari, akhirnya pensil Borneo ditemukan. Pensil Borneo ternyata berada di dalam buku tulisnya, maka legalah hati Toni. Dan Borneo meminta maaf karena telah menuduh Toni mengambil pensilnya.

Apa yang dialami oleh Toni juga dialami oleh Rasul Paulus. Rasul Paulus dituduh melakukan kejahatan oleh imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi. Rupanya para imam kepala dan orang-orang Yahudi tidak suka pada Paulus. Bahkan mereka berencana membunuh Paulus. Tetapi Tuhan menyertai Paulus, sehingga Paulus dengan berani membela diri karena ia memang tidak bersalah.

Teman-teman, melalui cerita ini kita diajak untuk tidak mudah menuduh orang lain karena akan membuat orang yang kita tuduh menjadi sedih.

Aktivitas: Susunlah ayat hafalan ini dengan benar : Amsal 14:16:

ORANG    BEBAL    ORANG    BERHATI-HATI    DAN    KEJAHATAN,    TETAPI MERASA    DAN    AMAN  MENJAUHI    MELAMPIASKAN    BIJAK    NAFSUNYA

Doa: Tuhan, mampukan aku untuk memiliki hati yang bijaksana, Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak