Ingat Tuhan Renungan Harian 5 November 2018

5 November 2018

Bacaan : Ulangan 6 : 10 – 25  |  Pujian: KJ 344
Nats: “…dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.” [ayat 11, 12]

Ada dongeng  yunani yang terkenal tentang seorang raja bernama Midas. Ia mempunyai kemampuan mengubah apapun yang dipegangnya menjadi emas, setelah ia memintanya kepada dewa. Awalnya ia sangat senang dengan kemampuannya tersebut karena ia kini memiliki lebih banyak harta. Namun ia menjadi kerepotan karena tidak bisa lagi makan dan minum. Makanan dan minuman yang dipegangnya telah berubah menjadi emas. Ia juga menjadi sangat kesepian. Anak isterinya juga telah berubah menjadi emas ketika dipeluknya. Raja Midas menyesali kemampuan dan keserakahannya tersebut.

Keserakahan menjadi hal yang juga dikhawatirkan dimiliki oleh umat Israel. Ketika keluar dari tanah perbudakan, mereka dijanjikan TUHAN sebuah tanah baru dimana mereka akan menikmati kecukupan bahkan kelebihan. Negeri yang berlimpah susu dan madu akan menjadi milik mereka. TUHAN khawatir bahwa situasi tersebut akan membuat mereka lupa diri.  Oleh karena itu, TUHAN mengingatkan kepada   mereka agar kelak jika sudah makan dan menjadi kenyang, mereka tidak hidup dalam kerusakan dan melupakan TUHAN.

Tidak hanya umat Israel, semua manusia memiliki sifat serakah dalam dirinya. Sering muncul perasaan kurang banyak dalam hatinya. Perasaan kurang tersebut dimiliki hampir di semua bidang hidupnya. Merasa kurang kaya, kurang cantik,kurang terhormat, kurang berkuasa, dsb. Menariknya, perasaan kurang itu biasanya dirasakan karena melakukan perbandingan  dengan orang lain. Artinya, muncul karena perasaan iri hati. Perasaan kurang tersebut membuat manusia ingin terus berusaha menambahkan. Dalam usahanya menambah tersebut manusia bisa jatuh bersikap bersikap tidak adil, koruptif, eksploitatif. Tindakan-tindakan yang tidak berkenan bagi Tuhan. Marilah kita menjaga diri supaya tidak jatuh pada perasaan kurang yang tidak ada batasnya itu. Kiranya kita tidak terlalu sibuk mengurusi kekurangan dan melupakan kehendak TUHAN. [dn]

“Nrima ing pandum.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak