Bacaan : 2 Raja-Raja 4: 1-7
Tahun Gerejawi : Bulan Keluarga
Tema : Tokoh Anak
Tujuan : Anak dapat meceritakan kembali kisah kerjasama seorang ibu dan-anaknya untuk menyelesaikan masalah
Lagu Tema : Kidung Ceria 193:1-3 “Ku Mengasihi Ibuku”.
PENJELASAN TEKS: (UntukPamong)

Seorang perempuan yang sedang mengalami kesukaran yang besar dikisahkan dalam perikop bacaan hari ini. Suaminya sebagai sumber atau satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga mereka telah meninggal dunia. Di samping itu juga meninggalkan banyak utang, sementara istrinya miskin sehingga tidak bisa melunasi hutang yang ditinggalkan oleh suaminya tersebut. Dalam keadaan terjepit seperti ini, cukup wajar kalau penagih hutang merasa berhak atas tenaga kerja dari anak-anaknya yang masih hidup. Dengan kata lain anak-anaknya harus bekerja bagi penagih hutang untuk melunasi hutang mereka. Jadi perempuan tanpa nama ini dilanda dua penderitaan yang cukup besar. Di satu sisi dia menderita karena ditinggalkan oleh suaminya, di sisi lain anak-anaknya terancam untuk menjadi budak bagi di penagih hutang. Perempaun ini menjadi putus asa. Ia hanya mempunyai satu harapan: datang kepada nabi dan menyampaikan permohonan kepadanya (ayat 1-2).
Selanjutnya Elisa sebagai abdi Allah memberikan petunjuk kepada perempuan itu tentang bagaimana cara ia melunasi utang-utangnya (ayat 3-4). Perempuan itu diminta untuk mengumpulkan bejana-bejana kosong dari tetangganya dan kemudian mengisinya dengan minyak yang dimilikinya. Semuanya ini dilakukan dalam ruangan yang tertutup. Dalam cerita ini memang tidak disebutkan berapa banyak bejana yang mereka dapatkan dan bagaimana mereka mendapatkan bejana-bejana tersebut. Namun yang pasti mereka telah mendapatkan bejana-bejana tersebut dan mulai mengisinya dengan minyak. Dalam bagian ini jelas sekali bahwa anak-anak juga mempunyai peranan penting dalam melakukan petunjuk yang diberikan oleh Elisa. Anak-anak perempuan itu tentu turut membantu dalam mengumpulkan bejana-bejana. Disamping itu mereka juga turut membantu ibunya untuk mendekatkan bejana-bejana yang akan diisi dengan minyak. Dengan bantuan kedua anaknya, perempuan yang bersedih hati itu dapat melakukan segala petunjuk yang diberikan oleh Elisa dengan tepat. Maka segala hutangnya dapat terbayar lunas dan bahkan hasil penjualan minyaknya masih sisa dan bisa digunakan untuk biaya hidup mereka bertiga.
Kenyataan yang sangat berbeda antara kisah perempuan dan kedua anaknya dalam perikop 2 Raja-Raja 4:1-7 dengan kisah nyata kehidupan masa kini. Kerjasama natara orangtua dan anak sudah jarang sekali dijumpai. Apalagi dengan adanya perkembangan tekonologi yang semakin canggih, semakin menyita perhatian anak-anak. Anak-anak menjadi sangat sulit untuk diajak membantu orangtua mereka, bahkan sekecil menata atau merapikan meja belajar mereka sendiri. Oleh sebab itu, bekerjasama dan membantu orangtua adalah bagian penting yang perlu menjadi penekanan dalam pertemuan kali ini.
CONTOH CERITA (Untuk Anak-anak)
Selamat pagi adik-adik…
Pagi ini kakak punya cerita yang bagus buat kita semua. Kakak akan bercerita dan adik-adik memperhatikan ya, nanti akan ada pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab. Bagi yang berhasil membantu kakak menjawab pertanyaan-pertanyaannya akan ada hadiah (hadiah tidak perlu sesuatu yang mahal, bisa permen atau snack-makanan ringan yang anak-anak sukai).
“Kerjasama Ibu dan Anak-anaknya”
Pada jaman dahulu ada seorang Ibu yang sedang bersedih hati. Ia bersedih karena ditinggalkan oleh suaminya. Kini si Ibu hidup bersama kedua anaknya. Si Ibu tidak punya apa-apa, yang ada hanya sebotol kecil minyak. Si ibu ini sedih karena mempunyai hutang yang banyak kepada seorang yang kaya raya. Jika si Ibu tidak bisa melunasi hutangnya dengan uang, maka dia harus memberikan kedua anaknya untuk menjadi pembantu bagi si kaya raya. Suatu ketika si Ibu itu datang kepada seorang nabi yang bernama Elisa. Ia menceritakan semua kesedihan hatinya kepada nabi Elisa. Selanjutnya, nabi Elisa memberikan petunjuk kepada si Ibu tentang bagaimana cara melunasi hutangnya. Nabi Elisa meminta ibu itu untuk mengumpulkan wadah dan nanti diisi dengan minyak yang dia miliki.
Kemudian dengan dibantu oleh kedua anaknya, ibu itu mulai mengumpulkan wadah-wadah dari tetangganya. Setelah terkumpul mereka masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya. Si ibu mulai menuangkan minyak dari botol kecil itu ke dalam wadah yang telah dikumpulkan. Sungguh luarbiasa sekali, mukjizat Tuhan terjadi. Wadah yang mereka kumpulkan itu semuanya terisi penuh oleh minyak yang tadinya hanya sebotol kecil saja. Akhirnya si Ibu dibantu kedua anaknya menjual minyak dalam wadah-wadah tadi dan semuanya terjual habis. Si ibu mulai menghitung hasilnya serta menggunakannya untuk melunasi hutang pada si kaya raya. Apa yang terjadi? Ternyata uang si ibu hasil menjual minyak itu masih banyak dan bisa digunakan untuk biaya hidup si Ibu dan kedua anaknya.
Pertanyaan:
- Mengapa si Ibu bersedih hati?
- Bersama siapa sekarang dia tinggal di rumahnya?
- Apa yang membuat si ibu semakin bersedih hati?
- Kepada siapa si Ibu menceritakan kesedihannya?
- Apa yang dimiliki si Ibu untuk dapat melunasi hutangnya?
- Apa petunjuk yang diberikan nabi Elisa kepada si Ibu?
- Apakah anak-anak si Ibu membantu ibunya?
- Apakah si Ibu berhasil melakukan petunjuk yang diberikan oleh nabi Elisa?
- Bagaimana akhir ceritanya?
- Bagaimana dengan adik-adik? apakah juga sudah membantu ibu atau orangtua kita di rumah?
Adik-adik, hari ini kita belajar dari kedua orang anak dari si Ibu. Mereka mau membantu ibunya untuk mengumpulkan wadah, membantu mendekatkan wadah untuk diisi dan membantu ibunya untuk menjualnya. Demikian juga dengan kita semua, kita harus mau membantu ibu atau orangtua kita. Tidak perlu sesuatu yang besar dan susah untuk kita lakukan. Tapi mari membantu orangtua kita sesuai dengan kemampuan kita. Mau ya? Siap memabntu orangtua kita? Siapa yang mau angkat tangan? Lalu apa saja ya, bentuk membantu dan bekerjasama dengan orangtua? Mari membuatnya dalam “Aku Mau….”
—
Contho Cariyos (Basa Jawi)
Bocah-bocah…
Isuk iki Mas/Mbak/Bapak/Ibuk duwe carita sing apik kangge kita kabeh. Mas/Mbak/Bapak/Ibuk arep carita lan bocah-bocah padha nggatekne nggih? Ngko enek perangan pitakonan sing kudhu dijawab bareng-bareng. Sing sapa iso njawab kanthi bener bakal nampa hadiah.
“Tulung tinulungan Ibu lan para putrane”
Ing jaman dhisik enek Ibu kang lagi sedhih atine. Piyambake sedih amarga ditilar bojone. Saiki ibu iku urip bareng karo putrane kekalih. Ibu iku ora dhuwe apa-apa, sing ana yo mung sabotol alit minyak (lisah). Ibu iku sedhih banget amarga kagungan utang sing akeh marang wong kang sugih banget. Menawa si Ibu ora isa mbayar utawa njangkepi kabeh utange, para putrane bakal didadekake batur utawa pembantu ana ing daleme wong kang sugih. Ing sak mangsa si Ibu iku teka menyang nabi kang jenenge Elisa. Banjur nyritakake kabeh kasedihan atine menyang nabi Elisa. Sawuse iku, nabi Elisa ndawuhi si Ibu bab piye carane mbayar kabeh utange iku. Nabi Elisa ngutus si Ibu nglumpukake wadah lan mengko bakal diisi minyak (lisah) sing diduweni si Ibu.
Kanthi direwangi karo putrane kekalih, si ibu miwiti nglumpukake wadah saka ing para tanggane. Sawise wadah-wadah iku dilumpuke, si ibu lan putrane kekalih mlebu nang njero omah lan nutup lawange. Si Ibu banjur ngisi wadah-wadah iku karo minyak kang diduweni. Sae banget apa kang dadi karsane Gusti. Kabeh wadah sing dilumpukake wis kebak karo minyak sing wiwitane mung sak botol. Pungkasane si Ibu karo putrane kekalih ngedol kabeh minyak ing wadah-wadah kui mau. Kabeh entek ora sijia bae kang digawa mulih. Si ibu iso mbayar kabeh uatange menyang wong kang sugih lan isih ana sisa kanggo uripe si ibu karo putrane kekalih.
Pitakonan:
- Kenging menapa si ibu atine sedhih benget?
- Karo sapa bae si ibu saiki urip nang daleme?
- Apa kang ndadekake si ibu dadi sedhih banget?
- Menyang sapa si ibu nyritakake kasedhihane?
- Apa kang diduweni si ibu kangge mbayar utange?
- Apa dhawuhe nabi Elisa menyang si ibu?
- Apa kang putra kekalih ngrewangi ibune?
- Apa si ibu isa nindakake kang dadi dhawuhe nabi Elisa?
- Piye pungkasaning carita iku mau?
- Piye karo bocah-bocah? Apa uwis ngrewangi ibune utawa uwongtuane ndek omah?
Bocah-bocah, dina iki kita sinau saka putra kekalihe si Ibu. Kabeh pada gelem ngrewangi ibune, kangge nglumpuke wadah, ngrewangi ibune nggotong wadahe menyang ibune supaya isa diisi karo minyak lan ngrewangi ngedol kabeh minyak ana wadah iku mau. Ya uga kita kabeh iki, kita kudu gelem ngrewangi ibu utawa uwongtuwa kita. Ora perlu nindakake apa kang gedhe banget. Ananging kita wiwiti kanthi apa sing isa kita lakoni. Gelem ya? Siap ngrewangi uwongtuwa kita? Ayo.. sapa sing geleng, padha ngacung! Ayo padha nggawe ana ing “aku gelem…
Lagu Tema : ‘Ku Mengasihi IbuKu
Gambar: Jill Kemp with art by Richard Gunther (www.lambsongs.co.nz)