Mbak Diplomat

Bacaan : Kisah Para Rasul 7 : 30 – 34 | Pujian: KJ 260
Nats: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku telah mendengar keluh kesah mereka, dan Aku telah turun untuk melepaskan mereka; karena itu marilah, engkau akan Kuutus ke tanah Mesir” [ayat 34]

Nara Marista Rahmawati sempat menggemparkan sidang Majelis Umum PBB di New York beberapa waktu lalu. Diplomat muda ini memberikan hak jawabnya untuk membalas tajam pidato dari 6 kepala negara yang berisi seruan agar memberikan kemerdekaan kepada Papua. Di usianya yang masih tergolong muda (34 tahun), Nara Mariska memberikan pembelaan dan perlawanannya ketika bangsa yang dijunjungnya menjadi sorotan bangsa lain karena diduga melakukan kejahatan HAM. Wah…tentu keberanian dari mbak Diplomat ini pantas diacungi jempol.

Cerita mengenai dipanggilnya Musa oleh Allah untuk diutus kepada bangsa Israel ini, menjadi bagian dari kisah Stefanus yang sedang memberikan jawaban pada sidang Mahkamah Agama karena Stefanus dituduh mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah. Dan dengan luar biasa, Stefanus memberikan penjabaran bahwa justru bangsa Israel dan keturunannyalah yang tidak taat kepada utusan yang dikirim oleh Tuhan, termasuk di antaranya ketika Allah mengirim nabi Musa.

Baik Nara Marista maupun Stefanus memerlukan keberanian yang luar biasa untuk berdiri dan menyuarakan kebenaran. Namun tentu semua berlandaskan kecintaan. Nara Mariska berani berbicara pada forum sidang PBB karena kecintaanya pada Negara. Stefanus berlandaskan kecintaannya kepada Tuhan menjadikannya berani membela dirinya pada sidang Mahkamah Agama.

Tuhan memperhatikan kesengsaraan kita. Tuhan mendengar keluh kesah kita. Tuhan turun untuk melepaskan kita. Mari kita membalas kecintaan Tuhan itu dengan perjuangan kita berjalan pada rel kebenaran Tuhan. Berbicara atas nama kebenaran, bertindak berlandaskan kebenaran. [Ardien]

“Kekudusan bertumbuh dengan cepat di mana ada kebaikan.” (Bunda Teresa)

 

Bagikan Entri Ini: