Cinta Mati

Bacaan : Ulangan 8 : 7 – 18 | Pujian: KJ 363 : 1
Nats: “Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” [ayat 18]

Belakangan ini kasus bunuh diri kembali meningkat dan meresahkan masyarakat. Fenomena ini terjadi tidak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh belahan dunia. Mengapa kasus ini semakin marak terjadi? Banyak faktor yang menyebabkannya. Bisa karena faktor dari dalam diri, kesulitan mengelola emosi dan pikiran. Bisa juga karena tekanan dari luar, tuntutan profesi, pendidikan atau pekerjaan. Tidak sedikit orang yang bunuh diri tersebut adalah orang-orang berpendidikan dan mapan. Secara jasmani mereka memang hidup nyaman, tetapi rohani mereka kering dan mati dalam kesia-siaan.

Firman Tuhan hari ini menyapa kita agar tetap mengingat Tuhan di dalam hidup. Seperti perjalanan bangsa Israel yang keluar dari Mesir menuju ke tanah Kanaan, tempat yang sudah dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang Israel yang penuh dengan berbagai makanan dan segala hal yang mereka butuhkan dengan tidak kekurangan (ay. 9). Musa mengingatkan agar mereka tidak melupakan Tuhan dan menganggap bahwa semua yang mereka peroleh adalah karena kekuatan dan usaha mereka. Sebab, sesungguhnya Tuhanlah yang menuntun dan menyertai mereka, sejak perjanjian di gunung Horeb diikrarkan. Musa mengingatkan agar mereka tidak terlena dan tinggi hati dengan kenikmatan yang akan mereka peroleh sehingga melupakan Tuhan. Karena itu mereka harus mencintai Tuhan yang utama dibandingkan dengan kenikmatan hidup yang mereka dapatkan.

Sering kita juga lebih mencintai kenikmatan dunia ini dan melupakan Tuhan. Bahkan, kita sangat cinta mati dengan kenikmatan yang akhirnya membuat kita mati rohani. Firman-Nya menyapa agar kita juga mulai melepaskan rasa cinta kita akan kenikmatan dunia, dan mulai mengikat diri dengan cinta mati kepada kasih Tuhan, karena kasih-Nyalah yang menghidupkan. [dee]

“Cinta mati pada kenikmatan dunia akan fana. Cinta mati kepada kasih Tuhan akan menghidupkan.”

 

Bagikan Entri Ini: