Pemahaman Alkitab Agustus 2022

Pemahaman Alkitab (PA) Agustus 2022 (I)
Bulan Pembangunan GKJW

Bacaan:  2 Tawarikh 34 : 22 – 33
Tema Liturgis:  Iman menjadi Dasar Tanggung Jawab Umat dalam Pembangunan Gereja
Tema PA:  Menuju GKJW Maju dan Lebih Baik

Pengantar
“Menuju Indonesia Maju 2045” adalah sebuah slogan yang mungkin sering kita dengar akhir-akhir ini. Slogan ini mengungkapkan pentingnya sebuah pembaharuan demi Menuju Indonesia Maju di usia 100 tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada tahun 2045 mendatang, Indonesia berpeluang masuk ke 5 negara di dunia dengan ekonomi terbesar. Pada tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 310 juta orang. Pada kondisi tersebut, Indonesia mempunyai peluang untuk dapat menikmati “bonus demografi”, yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi akibat berubahnya struktur umur penduduk yang ditandai dengan menurunnya rasio ketergantungan penduduk non-usia kerja kepada penduduk usia kerja.

Sejauh ini meskipun banyak mengalami kemajuan tetapi juga tak sedikit penghambat yang menjadikan Indonesia kesulitan menjadi negara maju. Ada beberapa hal yang menghambat kemajuan Indonesia antara lain adalah integritas elite politik dan pimpinan aparatur negara yang masih rendah, buktinya praktik korupsi masih banyak terjadi. Seringkali kebijakan yang diambil semata-mata untuk memperkaya diri sendiri atau kelompoknya. Di sisi lain masyarakat Indonesia saat ini masih suka membesar-besarkan masalah, berpikir menjelek-jelekkan dan gemar mencemooh yang lain. Untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju dan menjadi lebih baik, maka diperlukan berbagai macam pembaharuan untuk mengatasi faktor-faktor yang menghambat Indonesia menjadi negara maju.

Penjelasan Teks
Yosia menjadi raja pada usia yang sangat muda yaitu berumur delapan tahun. Ketika ia masih remaja, ia sudah mulai mencari Tuhan. Sekalipun masih tergolong remaja Yosia mau belajar dari sejarah masa lalu dengan mengikuti kebiasaan hidup bapa leluhurnya  (raja Daud)  untuk hidup takut akan Tuhan, tidak seperti raja-raja lainnya yang cenderung hidup menyimpang dan berlaku jahat di mata Tuhan. Pencarian akan Tuhan membawa Yosia untuk melayani Tuhan dengan setia dan dengan berani menghancurkan segala bentuk berhala di wilayahnya. Yosia paham akan situasi kehidupan keagamaan rakyatnya, di mana mereka hidup jahat di mata TUHAN. Keberdosaan yang telah diperbuat oleh para raja Yehuda terdahulu juga telah melibatkan seluruh bangsa. Situasi yang demikian mendorongnya untuk melakukan pembaharuan kehidupan Yehuda yang telah jauh berpaling dari TUHAN.

Reformasi radikal mulai bergulir dari dalam Bait Allah di Yerusalem sebagai pusat kehidupan religius yang telah dicemarkan.  Semua berhala yang ada di dalamnya disingkirkan, dihancurkan, dibakar sampai habis. Yosia memerintahkan agar Bait Suci diperbaiki. Dalam usahanya untuk membaharui hidup dimulai dengan merenovasi Bait Suci. Di sana, mereka menemukan kitab Taurat Tuhan, yang sudah terbengkalai selama bertahun-tahun. Safan panitera kerajaan, membacakan kitab itu kepada Yosia. Yosia merasa sedih karena mendengar bahwa Allah menghukum Israel dengan berat karena perbuatan mereka.

Dalam kondisi yang demikian Yosia segera melakukan pembaharuan, Dia meminta rakyatnya berjanji untuk menaati Tuhan dan menggiring rakyatnya pada reformasi total. Reformasi sikap dan perubahan hidup, di mana di dalamnya diisi dengan pertobatan massal (Ay. 31-33). Dia menaati semua hukum Tuhan sebagaimana yang disampaikan Taurat dan mengadakan lagi perayaan Paskah dan Perayaan Hari Raya Roti Tak Beragi yang tidak pernah dirayakan lagi sejak zaman nabi Samuel. Sebagaimana nubuat nabiah Hulda, selama hidup Yosia, kehidupan kerajaan Yehuda baik adanya.

Sembilan tahun lagi GKJW akan berusia 100 tahun. Sejauh ini meskipun banyak mengalami  kemajuan  tetapi juga tidak sedikit  penghambat yang menjadikan GKJW kesulitan menjadi gereja maju. Jika ingin menjadi gereja yang maju dan menjadi lebih baik, maka berbagai macam pembaharuan perlu dilakukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada di GKJW. Sama seperti Yosia, perlu memiliki keberanian untuk mereformasi kelemahan-kelemahan yang ada di GKJW. Sama seperti Yehuda, GKJW akan maju dan baik adanya jika reformasi kelemahan-kelemahan mampu dilakukan.

Materi Diskusi:

  1. Menurut saudara apakah yang menjadi kunci keberanian Yosia dalam melakukan pembaharuan?
  2. Apakah saudara tergerak dan memiliki keberanian untuk mengupayakan agar GKJW menjadi gereja yang maju dan menjadi lebih baik?
  3. Menurut saudara apakah kelemahan-kelemahan yang ada di GKJW saat ini? Solusi apa yang saudara berikan untuk mereformasi kelemahan-kelemahan tersebut? [YHS].

 


Pemahaman Alkitab (PA) Agustus 2022 (II)
Bulan Pembangunan GKJW

Bacaan:  Ibrani 11 : 1 – 7
Tema Liturgis: 
Iman menjadi Dasar Tanggung Jawab Umat dalam Pembangunan Gereja
Tema PA: 
Membangun Gereja dengan Iman

Pengantar:
Pada tahun 2017, GKJW Jemaat Darmo membeli 4 buah Ruko di Perumahan Citra Harmony-Sidoarjo, seharga Rp.3.844.000.000,- yang nantinya diperuntukkan sebagai Rumah Ibadah Pepanthan Trosobo. Pembayaran ruko tersebut diangsur selama 3 tahun dengan cicilan sebesar Rp. 85.000.000, – per bulan. Dalam perkembangannya pembayaran angsuran tersebut tidak lancar, dan di sisi lain pada 10 Februari 2019 Pepanthan Trosobo didewasakan menjadi GKJW Jemaat Trosobo. Konsekwensi dari pendewasaan tersebut GKJW Trosobo memiliki tanggung jawab yang besar dan berat. Di bulan Agustus 2020, sisa angsuran yang ada sebesar Rp. 2.065.000.000, – dan denda sebesar Rp.503.000.000, -. Dalam kondisi yang seperti itu, walaupun sangat berat, Sidang Majelis Jemaat GKJW Trosobo memutuskan untuk tetap melanjutkan dan menyelesaikan tanggung jawab yang ada dengan menaruh pengharapan penuh kepada Tuhan Sang Kepala Gereja.

Sejak saat itu dimulailah berbagai upaya-upaya baru untuk menyelesaikan tanggung jawab yang ada. Pada bulan September 2020, terjadilah mukjizat yang pertama. Angsuran kepada pihak Citra Harmony yang awalnya harus lunas pada bulan Juli 2020 dapat diperpanjang sampai dengan bulan Maret 2023, dengan skema besaran angsuran bervariasi mulai Rp.40.000.000 s/d Rp. 80.000.000,- per bulan. Di sisi lain GKJW Trosobo juga dipinjami sebuah Ruko oleh pihak Citra Harmony untuk digunakan sebagai tempat kegiatan gerejawi.

Pada bulan September 2021, terjadilah mukjizat yang kedua. Denda sebesar Rp. 503.000.000,- dihapuskan. Ruko yang dibeli sudah diselesaikan pembangunannya sebelum waktunya, dan selanjutnya Ruko tersebut dipinjamkan kepada GKJW Trosobo (karena belum lunas, maka statusnya dipinjamkan) untuk digunakan sebagai tempat kegiatan gerejawi, dengan konsekuensi pembayaran angsuran berjalan dengan lancar dan jika tidak, maka pihak Citra Harmony berhak untuk mengosongkan ruko tersebut. Sejatinya, pada saat itu GKJW Trosobo sudah terseok-seok dalam pembayaran, karena tanggung jawab angsuran sebesar Rp. 60.000.000,- per bulan, hal tersebut sangat jauh diluar batas kemampuan GKJW Trosobo. Sekalipun demikian, segenap upaya terus dilakukan walaupun harus mencari pinjaman ke sana kemari guna memenuhi angsuran.

Bulan Desember 2021 tiba, perasaan berkecamuk terjadi. Pihak-pihak yang diharapkan memberikan donasi dan pinjaman ternyata gagal, upaya meng-KPR-kan ruko kepada sejumlah bank juga gagal. Tanggal 26 Desember dana terkumpul untuk membayar angsuran masih kurang 25 jutaan sedangkan tanggung jawab angsuran di bulan Desember 2021 sebesar Rp. 60.000.000,-. Dibalik perasaan yang berkecamuk itu Tuhan menunjukkan pertolongan-Nya, tanggal 29 Desember 2021 masuk donasi sebesar Rp. 20.000.000,- dari pihak yang tidak kami perhitungkan, sehingga angsuran Bulan Desember dapat diselesaikan tepat waktu. Puncaknya, di pertengahan Bulan Januari 2022, tanpa diduga GKJW Trosobo mendapatkan pinjaman sebesar Rp. 1.000.000.000,- dari pihak ke-3 dengan bunga 3% per tahun dan diangsur selama 5 tahun. Pinjaman tersebut digunakan untuk menyelesaikan tanggung jawab terhadap pihak Citra Harmony agar urusan dengan pihak Citra Harmoni selesai, tidak ada ketakutan ruko dikosongkan dan beban GKJW Trosobo sedikit lebih ringan.

Dibalik dinamika yang terjadi di GKJW Trosobo, kita bisa melihat bahwa GKJW Trosobo membangun gedung gerejanya dengan iman. Dimana tanggung jawab yang ada jauh di luar batas kemampuan GKJW Trosobo. Hingga pada akhirnya mukjizat Tuhan nyata, Tuhan senantiasa berkarya di luar nalar dan kemampuan manusia.

Penjelasan Teks
Penulis surat Ibrani ingin mengungkapkan betapa pentingnya iman bagi orang yang percaya kepada Tuhan, karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Beriman berarti meletakan segala pengharapannya kepada Tuhan, serta menantikan karya Tuhan yang akan terjadi, sebagai bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat (Ay. 1).

Dalam hal penciptaan, kita tidak pernah tahu bagaimana Allah secara detail menciptakan alam semesta ini, namun kita mengerti alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan, termasuk manusia didalamnya (Ay. 3). Ketika Habel memberikan persembahan kepada Tuhan, Habel memberikan persembahan dengan imannya, ia percaya bahwa Tuhan menerima persembahannya. Maka diberikannya persembahan yang terbaik bagi Tuhan yakni anak sulung kambing-dombanya. Tuhan mengindahkan persembahan Habel, sedangkan persembahan Kain tidak (Ay. 4).

Henokh juga dicatat sebagai tokoh iman, ia bergaul akrab dengan Tuhan seumur hidupnya. Alkitab mencatat bahwa selama 365 tahun ia akrab dan berkenan kepada Tuhan. Henokh menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah sehingga ia diangkat Allah supaya tidak mengalami kematian (Ay. 5). Iman sebagai sumber kekuatan memampukan setiap orang percaya memasrahkan hidupnya pada tuntunan Allah (Ay. 6).

Demikian juga Nuh, ia percaya akan janji Tuhan bila akan ada air bah, ia dan keluarganya akan diselamatkan Tuhan dari air bah itu. Maka sesuai perintah Tuhan, Nuh mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarga dan binatang lainnya (Ay. 7).

Dari sini kita bisa melihat bahwa penulis surat Ibrani ingin mengajarkan bagaimana seharusnya hidup beriman itu. Pertama, beriman berarti menaati dan melakukan perintah-perintah-Nya. Baik kita dalam situasi senang ataupun susah, harus menaati dan melakukan perintah Tuhan. Kedua, beriman berarti memiliki keakraban dengan Tuhan dan berjalan dengan Tuhan setiap saat. Ketiga, beriman berarti mempercayakan segala sesuatu kepada Tuhan, kita perlu mengandalkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita. Dengan memiliki iman, seseorang akan teguh dan mantap menjalani berbagai dinamika dalam kehidupan dan pelayanannya. 

Materi Diskusi:

  1. Sejauhmana iman saudara saat ini? Sudahkah seperti iman Habel, Henokh dan Nuh?
  2. Sudahkah iman mendasari setiap gerak langkah pelayanan saudara? Ceritakanlah pengalaman iman saudara dalam membangun GKJW!
  3. Sikap iman yang seperti apa, yang perlu dilakukan saat ini untuk membangun GKJW? [YHS].
 

Bagikan Entri Ini: