Pokok-Pokok Laporan PHMA Pada Sidang ke-113 Majelis Agung GKJW

Sidang ke-113 Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan diselenggarakan pada tanggal 23-29 Juni 2016 di jemaat Purwoharjo, Kediri. Dalam Sidang kali ini, Pelayan Harian Majelis Agung daur 2013-2016 melaporkan hal-hal yang telah dilaksanakan berdasarkan sidang-sidang Majelis Agung GKJW sebelumnya.

Selain itu, dilaporkan pula beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti GKJW dalam persidangan kali ini. Beberapa hal itu secara ringkas sebagai berikut:

  1. Kedaulatan Pangan
    Dalam bidang ini, Majelis Agung memutuskan sebuah kebijakan dalam menata pangan di negeri sendiri dengan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Biaya yang lebih hemat dan hasil produksi yang aman bagi kesehatan menjadi perhatian bidang ini.
  2. Koperasi
    GKJW mendirikan koperasi serba usaha bernama PANJI. Koperasi didirikan untuk mendukung program Peningkatan Ekonomi Warga GKJW.
  3. Desa Wisata
    Lahan, gedung gereja, warga jemaat, lokasi, dan semua yang dimiliki GKJW adalah aset-aset yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa/jemaat wisata. Wisata yang dimaksud hendaknya mengadung unsur edukasi yang menjadi bagian kesaksian gereja yang utuh dan menyeluruh ditengah masyarakat.
  4. Energy alternatif
    Dalam hal ini GKJW mengembangkan teologi ekologi yang menekankan kesejajaran kedudukan di antara semua ciptaan.
  5. Revitalisasi Balewiyata
    Revitalisasi Balewiyata ditujukan agar lembaga ini benar-benar hadir untuk menjawab tantangan jaman. Institut Pendidikan Teologia Balewiyata diharapkan dapat mewujudkan dirinya sebagai wadah pembinaan yang mampu menjawab kebutuhan pembinaan warga jemaat, gereja-gereja maupun lembaga-lembaga mitra GKJW.
  6. Sistem Dana Persekutuan
    Sidang Majelis Agung yang lalu telah memutuskan Sistem Dana Persekutuan Majelis Agung sebesar 30% dari realisasi anggaran jemaat 2 tahun sebelumnya. Sistem ini merupakan perwujudan semangat membangun Patunggilan Kang Nyawiji di GKJW.
  7. Sentralisasi Japen
    Perubahan sistem dana persekutuan memungkinkan diberlakukannya sentralisasi japen di GKJW. Penataan ini untuk memudahkan penempatan pendeta di seluruh wilayah pelayanan GKJW dan memudahkan dalam hal pemenuhan kewajiban sebagai warga negara untuk membayar pajak, kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
  8. PT. Badan usaha Aneka Usaha Mandiri(PT BAUM)
    Pendirian Perseroan Terbatas ini untuk mengelola dan mengembangkan aset milik GKJW. Diharapkan peran daerah untuk terlibat mengembangkan lebih luas, juga keterlibatan tenaga-tenaga potensial, dalam hal ini para pemuda GKJW.
  9. Sentra Pendidikan
    Akan dibangun sekolah menengah atas dengan visi sekolah berbasis jawa yang mendasarkan pada pengajaran Kristen. Lembaga pendidikan unggulan ini diperlukan untuk membangun Sumber Daya  Manusia GKJW yang siap bersaing di ranah nasional maupun internasional.
  10. Kemitraan GKJW
    Diperlukan contact person yang tetap untuk menangani kemitraan dengan berbagai lembaga dan gereja di dalam maupun di luar negeri agar tercipta kesinambungan komunikasi yang intensif.
  11. Program Pembangunan Jangka Panjang/Menengah (PPJP/M)
    PRKP (1987-2016), PKP (6 tahunan) dan PKT  (satu tahunan) sudah sampai pada tahap akhir. Tahun 2017 GKJW memasuki era PPJP (2017-2035), PPJM (6 tahunan) dan PKT (satu tahunan) di bawah semangat „Mandiri dan Menjadi Berkat“. Penyusunan PKT di tingkat Jemaat maupun Majelis Daerah mengacu pada PPJM dan semua kegiatan terarah pada pencapaian visi dan misi GKJW.
  12. Revisi Tata Pranata
    Awal 2016 telah diselesaikan konsep revisi Tata dan Pranata GKJW. Proses Revisi masih terus dilakukan dan akan diputuskan bagian per-bagian untuk menjadi buku Tata dan Pranata GKJW.
  13. Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan:
    Dalam sidang kali ini pergumulan Yayasan Badan Pendidikan Kristen (YBPK) dan Yayasan Kesehatan GKJW (YK GKJW) menjadi perhatian.

Dalam sidang kali ini hadir selain para anggota Majelis Agung GKJW juga para tamu undangan dari United Evangelical Mission Region Asia, Presbiterian Church in the Republic of Korea, Sekretaris Bersama Badan Musyawarah Gereja-gereja Jawa,  juga perwakilan dari Fakultas Teologia Universitas Kristen Duta Wacana (Yogyakarta)  dan Universitas Kristen Satya Wacana (Salatiga).

Kata Kunci Artikel Ini: