Tepati Waktu = Tepati Janji

Bacaan : Mazmur 89 : 5 – 37 | Pujian: KJ 63 : 1, 2
Nats: “Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” [ayat 5]

Saya memiliki pengalaman yang memalukan, ketika diutus sebagai pendeta GKJW untuk melayani gereja-gereja di Belanda. Hari pertama bekerja saya telah membuat kesalahan fatal, karena saya dan istri datang terlambat ke kantor. Hari pertama tersebut diawali dengan ibadah dan perkenalan, sehingga ada beberapa tamu yang diundang. Saya melihat ekspresi mereka kurang atau tidak menyenangkan meski saya sudah meminta maaf atas keterlambatan tersebut. Kemudian saya tahu bahwa ketepatan waktu dan menepati janji merupakan salah satu etos kerja dan hidup yang sangat dijunjung tinggi di Belanda.

Saya kira ada banyak orang berlaku seperti saya, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Allah. Ketika Ia membuat perjanjian dengan Daud, Allah menepatinya dan tidak akan mengingkarinya! Isi perjanjian Allah dengan Daud antara lain terdapat di II Samuel 7:8-16, I Taw 17:9-14, dan Mazmur 132:11. Dalam perjanjian tersebut tercakup juga janji yang ada di Mazmur 89:5. Ratusan tahun setelah lenyapnya kerajaan Daud, umat Kristen menyatakan bahwa Tuhan Yesus menggenapi perjanjian itu (Kisah Para Rasul 2:30). Janji Allah mencakup penegakan ‘keadilan dan hukum’.

Bagian yang panjang ini (ayat 20-37) mengingatkan kembali pada II Samuel 7:10-16 yang bercerita tentang janji Allah kepada Daud, bahwa salah seorang dari keturunannya akan selalu memerintah Israel. Berita ini disampaikan oleh Natan, seorang nabi yang menerima firman Allah dalam satu ‘penglihatan’ (89:20).

Daud dan keturunannya yang memerintah sebagai raja dikenal sebagai ‘anak-anak’ Allah. Walaupun keturunan Daud tetap bertakhta selama bertahun-tahun, kejatuhan Yerusalem mengakhiri perjanjian itu, paling tidak sampai ratusan tahun kemudian ketika seorang keturunan Daud (Imam Besar Yosua) memerintah bersama dengan Gubernur Zerubabel (Zakharia 6:9-14). Karena Tuhan Yesus berasal dari keluarga Daud (Matius 1:1), maka kita, umat Kristen, mengatakan bahwa perjanjian dengan Daud diteruskan di dalam Tuhan Yesus Sang Mesias. Amin. [Esha]

“Tuhan, karya-Mu sungguh besar!”

Kata Kunci Artikel Ini: