Keselamatan yang Tanpa Akhir

Bacaan : Yesaya 51 : 1 – 16 | Pujian: KJ 250 : 1
Nats: ”…bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang…tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir”.[ayat 6]

Memulai sesuatu yang baru memang bukan hal yang mudah. Pengalaman hari pertama masuk sekolah biasanya penuh dengan kehebohan, terutama untuk anak TK. Rasa kuatir memasuki lingkungan baru, bertemu teman baru dan ditinggal orang tua menjadi alasan kenapa anak-anak itu menjadi shock dan menangis meraung-raung. Pengalaman kita ketika menyetir mobil untuk pertama kalinya atau memulai pekerjaan yang baru adalah juga aktivitas yang penuh ketidakpastian dan menimbulkan kekuatiran. Hal baru yang tidak pasti sering membuat orang menjadi bingung sehingga menanggapinya sebagai sesuatu yang negatif, meski bisa jadi itu akan disukai pada akhirnya.

Keindahan nats kita hari ini adalah firman Tuhan yang menghibur Israel ketika sedang berada dalam suasana penuh kekuatiran dan ketidakpastian. Israel mengalami penderitaan di tanah pembuangan akibat dosa mereka. Keadaan tersebut membuat mereka sulit merasakan penyertaan Tuhan. Apakah yang mereka butuhkan saat itu? Tentu saja: sebuah Pengharapan! Dan itulah yang dinyatakan Tuhan untuk umat-Nya. Maka Tuhan bertindak mendatangi Israel dan menghibur mereka. Tuhan berbicara kepada mereka yang tetap setia kepada-Nya.

Firman Tuhan ini menjadi aktual ketika di awal tahun yang baru kita masuki ini, kita sudah diperhadapkan pada kenyataan hidup yang memprihatinkan di ”bumi (yang) memburuk seperti pakaian yang sudah usang”. Penderitaan, masalah, pergumulan dan banyak hal yang membuat kita tak jarang merasa sedang berada dalam “Tanah Pembuangan”. Itu membuat kita terkadang menjadi takut untuk menatap masa depan, bahkan mungkin untuk bermimpi saja pun tidak lagi mampu. Penghiburanlah yang kita butuhkan. Pengharapan: janji Tuhan bahwa Ia sendiri yang turun tangan membebaskan kita dalam perwujudan keselamatan yang tanpa akhir.

Jangan pernah menyerah dengan hidup. Sesulit apapun keadaan kita, selama ada Tuhan, pasti masih ada harapan. Pengharapan itu, tentu menjadi penyemangat bagi kita untuk melewati hari-hari di tahun 2017. [Retno]

“Mujizat Tuhan selalu ada bagi orang-orang yang mengasihiNya”

Kata Kunci Artikel Ini: