Pemahaman Alkitab Desember 2016

DESEMBER  I   2016

Bacaan   : I Petrus 2:3-10.
Tema      : Mempererat Persekutuan Dalam Menantikan KedatanganNya

Pengantar

Beberapa keterangan patutlah dikedepankan. Keterangan pada bagian ini dimaksudkan untuk sekilas menjelaskan konteks zaman yang menyekitari kehidupan jemaat-jemaat yang menjadi alamat pengiriman Surat I Petrus.

Surat I Petrus ditujukan kepada orang-orang Kristen yang hidup pada sekitar tahun 61 Masehi. Mereka adalah orang-orang Kristen yang masih relatif baru. Tempat tinggal mereka tersebar. Persisnya di daerah-daerah yang disebut di dalam I Petrus 1:1, yakni bertempat tinggal di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia. Di mana persisnya, tempat-tempat tersebut, bisa diperiksa di dalam Peta Alkitab yang tertera di bagian akhir Alkitab. Yang pasti, mereka adalah orang-orang Kristen yang tinggal di luar daerah Palestina. Dengan kata lain, mereka menjadi Kristen, tinggal di luar daerah tempat Tuhan Yesus bersama-sama para murid-Nya.

Meskipun tinggal di luar tanah Palestina, namun orang-orang Kristen baru itu masih berada di wilayah kekuasaan kekaisaran Romawi. Kaisarnya tinggal di kota Roma. Kekuasaannya sangat besar meliputi daerah yang sangat luas, antara lain: daerah Palestina sampai ke Afrika bagian Utara dan Asia Kecil.

Pada waktu surat I Petrus ditulis, pucuk pimpinan di Roma sebagai Kaisar adalah Kaisar Nero. Persisnya, masa pemerintahan Kaisar Nero berlangsung antara tahun 54 sampai dengan 66 Masehi. Daerah kekaisaran pada zaman itu banyak diwarnai praktek kekerasan dan kesewenang-wenangan. Kaisar Nero terkenal sebagai kaisar yang kejam. Pada tahun 64 Masehi, di kota Roma terjadi kebakaran. Perpustakaan dan gedung teater terbakar. Fasilitas umum terbakar. Kesalahan ditimpakan/ dituduhkan kepada orang-orang Kristen. Karena tuduhan itu, maka orang-orang Kristen dianiaya. Meskipun dianiaya, namun keteguhan sikap orang-orang Kristen, juga kerendahhatian mereka telah menarik simpati banyak orang penting di Roma.

Demikianlah serba sekilas gambaran situasi umum pada era pemerintahan Kaisar Nero. Pembunuhan demi pembunuhan berlangsung pada zaman pemerintahan Kaisar Nero. Musababnya, antara lain, Nero pantang dikritik. Pantang kehendaknya dihalangi. Orang-orang terdekat dengannya pun diperintahkan untuk dibunuh sekiranya mereka berani mengkritik sang kaisar.

Kisah lebih lanjut tentang kehidupan para kaisar pada zaman Perjanjian Baru dapat dibaca di dalam buku terjemahan berjudul Para Penguasa pada Zaman Perjanjian Baru, terbitan Kalam Hidup, Bandung.

Adapun khusus tentang keterangan mengenai Surat I Petrus, dapat diringkaskan sebagai berikut. Pertama, “Surat Petrus Yang Pertama ditujukan kepada orang-orang Kristen yang tersebar di seluruh bagian utara Asia Kecil. Mereka disebut “umat pilihan Allah”. Kedua, “…Maksud utama surat ini ialah untuk menguatkan iman para pembacanya yang sedang mengalami tekanan dan penganiayaan karena percaya kepada Kristus. …” Ketiga, “…Petrus mengingatkan para pembacanya akan Kabar Baik tentang Yesus Kristus yang merupakan jaminan harapan mereka. Sebab, Yesus Kristus sudah mati, hidup kembali dan berjanji akan datang lagi. Atas dasar itu mereka hendaknya rela dan tahan menderita, sambil menyadari bahwa penderitaan mereka merupakan ujian apakah mereka betul-betul percaya kepada Kristus. …” Keempat, ditekankan, bahwa “…mereka harus yakin bahwa mereka akan dibalas oleh Tuhan pada saat Yesus Kristus kembali. ……”

Perikop yang dibahas khusus, yakni I Petrus 2:3-10, merupakan bagian dari ‘Nasihat supaya hidup khusus untuk Allah’. Lebih lanjut, bagaimanakah hidup khusus untuk Allah, akan diurai berupa pertanyaan berikut ini:

Pertanyaan Bacaan:

  1. Ayat 4: Tuhan Yesus digambarkan sebagai apa, pada ayat 4 ini?
  2. Ayat 5: Sedangkan orang-orang Kristen (ditulis: ‘kamu’) disebut sebagai apa pada ayat 5?
  3. Ayat 6: siapakah yang dimaksud ‘batu penjuru’? Dari kitab apa (pasal dan ayat berapa) asal-usul ayat 6 ini?
  4. Ayat 7-8: batu penjuru bersifat tidak netral; sikap manusia terhadap batu penjuru secara otomatis mencerminkan sikap orang percaya berbeda dari orang yang menolak percaya. Apakah beda keduanya, menurut ayat 7 ini?

Pertanyaan/ pernyataan reflektif:

  1. Ayat 9 ini adalah ayat yang terkenal di dalam kekristenan. Khususnya sangat terkenal di antara orang Kristen yang beraliran Reformasi.
  2. Apakah Anda bersedia untuk membacakan ayat ini bergantian? (paling sedikit dibaca bergantian oleh 3 orang).
  3. Kata-kata apakah yang menarik bagi Anda, dari ayat 9 ini? Mengapa kata-kata tersebut menarik bagi Anda?
  4. Kalau bacaan pada ayat 9 itu ditutup, apakah Anda masih dapat mengulanginya secara hapalan?
  5. Apakah inti dari ayat 9 itu? Katakanlah inti ayat 9 itu dengan kalimat Anda sendiri!

Pertanyaan untuk Orang Kristen pada Konteks Kekinian:

  1. Apakah kemiripan situasi antara kita sebagai orang Kristen, di Jawa Timur, dibandingkan dengan situasi orang Kristen pada zaman Surat I Petrus?
  2. Apakah Anda benar-benar menyadari bahwa jati diri orang Kristen sama saja, sepanjang sejarah? Ialah bahwa setiap pribadi orang Kristen adalah
  1. Bangsa yang terpilih [menjadi teladan]
  2. Imamat yang rajani [menjadi pemimpin yang rendah hati]
  3. Bangsa yang kudus [menghindari kecemaran]
  4. Umat milik Allah [umat perjanjian baru]
  5. Berjalan di bawah Terang Firman Tuhan
  1. Ayat 10: Sejak kapankah Anda benar-benar telah lahir-baru, telah benar-benar mengenal Allah dan kehendak-Nya?

Kesimpulan:

Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus menjadi Kepala dari Keluarga Allah. Anggota keluarga Allah disebut dengan sebutan khusus. Sebutan itu bukanlah sebutan sembarangan. Meterai perjanjian baru itu adalah darah dari Tuhan dan Juruselamat. Tidak bisa kuasa apapun yang lebih berkuasa daripada kekuatan meterai perjanjian baru dari Tuhan.

Karena itu, tidak ada alasan bagi orang percaya untuk merasa berkecil hati. Dengan kata lain, dalam situasi apapun, orang percaya terlindungi oleh Sang Kepala Keluarga yakni Tuhan Allah.

Keluarga besar Greja Kristen Jawi Wetan juga bersyukur. Liku-liku perjalanan GKJW telah dilalui. Apapun cobaan dan tantangan serta rintangan menerpa keluarga besar GKJW. Namun, puji syukur kita panjatkan kepada-Nya, Sang Kepala Gereja, Tuhan Yesus Kristus. Bagi Dialah yang melahirkan GKJW kemuliaan selama-lamanya.

Pdt. Suwignyo

DESEMBER  II   2016

 

Bacaan            : Zakharia 8:1-17.
Tema               : Mempererat Persekutuan Dalam Menantikan KedatanganNya

 

Pengantar

Zakharia hidup pada zaman setelah pembuangan ke Babel. Masa pembuangan ke Babel itu berlangsung tahun 586 – 538 Sebelum Masehi. Setelah masa sengsara di pembuangan Babel itu, umat Tuhan diijinkan kembali ke tanah air perjanjian bagi mereka, yakni kawasan kerajaan Yehuda. Di dalamnya terdapat kota Yerusalem.

Tetapi, kondisi kota Yerusalem itu sendiri masih belum terbangun lagi. Kerusakan yang ditinggalkan oleh tentara asing, pada penyerbuan tahun 586 S.M., sedang diupayakan untuk dibangun kembali. Pembangunnya adalah sejumlah orang yang telah berada kembali di kota Yerusalem. Sempat terhenti. Karena pembangunan kembali Bait Allah terhalang-halangi oleh sejumlah orang yang tidak bersimpati terhadap pembangunan Bait Allah di Yerusalem. Niat dari para pengganggu adalah mencegah agar Yehuda tidak kembali menjadi bangsa yang besar (bandingkan kitab Ezra 3:1-4:23). Sampai beberapa tahun proses pembangunan kembali Bait Allah telah terganggu.

Pada saat pembangunan Bait Allah macet, nabi Zakharia diutus oleh Tuhan agar memotivasi umat Tuhan. Intinya: bangunlah kembali Bait Allah di Yerusalem. Tempat itulah simbol Tuhan Allah hadir di dalam kehidupan berbangsa.

Keseluruhan kitab Zakharia terdiri atas dua hal utama, yakni:

  1. Zakharia 1:1 – 8:23. Bagian ini berisi nubuatan nabi Zakharia
    Pertama, pengantar (1:1-6)
    Kedua, delapan penglihatan Zakharia (1:7 – 6:8)
    Ketiga, Yosua dijadikan Imam Besar (6:9 – 15)
    Keempat, pertanyaan-pertanyaan dan janji-janji (7:1 – 8:23)
  2. Zakharia 9:1 – 11:17). Bagian ini berisi penglihatan-penglihatan tentang masa depan Israel
    Pertama, Hukuman dan kemenangan (9:1 – 11:17)
    Kedua, Tuhan akan memerintah sebagai raja yang di Yerusalem (12:1 – 14:21)

Dengan demikian, teks P.A. kali ini, yakni Zakharia 8:1-17, merupakan salah satu bagian dari rangkaian era pertama dari tugas dan panggilan nabi Zakharia. Janji keselamatan juga terdapat di dalamnya.

Pertanyaan berdasarkan teks:

  1. Ayat 3: apakah kehendak Tuhan yang difirmankan-Nya secara eksplisit?
  2. Ayat 4-12, 15-16: intinya adalah kabar sukacita. Apa sajakah kabar sukacita di dalam ayat-ayat ini?
  3. Ayat 14: Tuhan sedang memulai babak baru sejarah; babak baru apakah?
  4. Ayat 13: adakah kata-kata yang menarik bagi Anda, dari ayat ini?
  5. Ayat 17: kewajiban apakah yang harus dilaksanakan oleh umat Tuhan yang telah diperbarui?

Pertanyaan Reflektif untuk kita saat menjelang Natal/ Adven:

  1. Kitab Zakharia adalah kitab terakhir dari Perjanjian Lama. Pertanyaannya: Adakah tanda-tanda/ isyarat khusus adanya kesinambungan berita/ kabar baik dari Zakharia 8:1-17 dengan kelahiran Tuhan Yesus?
  2. Bagian apakah yang paling menarik bagi Anda, pada saat berlajar bersama dari Zakharia 8:1-17?
  3. Semangat apakah yang Anda bawa dalam memasuki masa Natal?

Pdt. Suwignyo

Kata Kunci Artikel Ini: