Spesial Kemerdekaan di GKJW Jemaat Surabaya

Tahun 2016, barangkali menjadi momentum bersejarah. Pada peringatan 17 Agustus tahun ini, untuk kali pertama, YBPK Unit Surabaya (SD, SMP, SMA) bersama anggota majelis jemaat, karyawan gereja, dan warga Jemaat GKJW Surabaya mengadakan upacara bersama.

Seperti disampaikan secara lisan oleh Drs. Dwi Sasmito, MM., kepala SMAK YBPK, yang bertindak sebagai pemimpin upacara. “Selama 30 tahun menjadi tenaga pendidik, baru kali ini ada upacara bendera bersama.”

Tentu saja sambutan ini bak gayung bersambut. Perbincangan beberapa anggota majelis lepas upacara kemerdekaan, tahun depan akan diagendakan, supaya bisa terlaksana lebih baik lagi.

Memang, tahun ini pihak gereja nunut saja, yang punya gawe adalah pihak sekolah.

Bertempat di halaman depan gereja, sekitar 300 peserta mengikuti upacara dalam rangka HUT ke-71 NKRI. Dalam upacara ini juga dibacakan sambutan dari menteri pendidikan dan kebudayaan. Pada intinya, ada tiga hal yang mendesak yang harus dilakukan sesuai amanat Nawacita.

Pertama, pembekalan pendidikan karakter agar bisa beradaptasi pada lingkungan global yang dinamis dan beragam. Caranya, menjadikan sekolah sebagai rumah kedua dan sebagai taman belajar yang menyenangkan. Kedua, memastikan pendidikan untuk semua, tanpa ada diskriminasi, serta kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Ketiga, memastikan bahwa lulusan sekolah memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja serta bisa memenangkan persaingan regional dan global.

Pada purna upacara, pihak sekolah juga memberikan ‘tontonan’ kepada hadirin untuk menikmati sajian dance dan silat dari murid yang berprestasi.

Upacara 6

Upacara 4

Upacara 3

Upacara 2

 

Kata Kunci Artikel Ini: