Schmillinghausen, Desa Kelahiran Johannes Emde

Salah satu tokoh penting yang menjadi cikal bakal Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) adalah Johannes Emde. Ia lahir pada tahun 1774 di desa Schmillinghausen. Ayahnya, Johann Emde,  adalah seorang tukang gergaji kayu yang memiliki 16 anak.

Schmillinghausen  sendiri adalah sebuah desa kecil di Bad Arolsen, negara bagian Hessen, di Jerman tengah.  Luasnya sekitar 12,05 kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya 431 orang. Kebanyakan penduduknya bekerja sebagai petani.

Di Schmillinghausen berdiri sebuah gereja kristen protestan bergaya barrock yang sudah berusia lebih dari 700 tahun (foto 1).   Di sana Johannes Emde dibaptis, diajar doktrin-doktrin Kristen dan angkat Sidi (peneguhan Sidi). Gereja ini merupakan gereja tua yang sederhana dengan lantai terbuat dari ubin biasa dengan kursi, altar dan langit-langit yang terbuat dari kayu (foto 2).

Gereja Schmillinghausen
Foto 1 – Gereja Protestan Schmillinghausen dengan menaranya. Foto: http://www.schmillinghausen.com
Foto 2 - Interior Gereja Protestan Schmillinghausen
Foto 2 – Interior Gereja Protestan Schmillinghausen
Foto 3 - Plakat mengenang Johannes Emde didalam gedung gereja.
Foto 3 – Plakat mengenang Johannes Emde didalam gedung gereja.

Didalam gereja tersebut dipasang sebuah plakat bertulis  “Zum Gedenken an den Uhrmacher von Surabaya Johannes Emde Vater der Evangelischen Kirche in Ostjava Geboren in Schmillinghausen 1774-Gestorben in Surabaya 1859“ (Untuk mengenang si  Pembuat Jam dari Surabaya, Johannes Emde, bapak Gereja Protestan di Jawa Timur, lahir di Schmillinghausen tahun 1774, meninggal di Surabaya tahun 1859).  Di samping plakat diletakkan pula patung perunggu kecil menggambarkan figur Johannes Emde (foto 3). Patung perunggu kecil tersebut salah satunya disimpan oleh GKJW. Sedangkan foto atau gambar diri Johannes Emde hingga saat ini belum pernah ditemukan.

Rumah keluarga Emde terletak tidak jauh dari gereja Schmilinghausen. Lokasinya agak terpencil di pinggir hutan dan tanpa tetangga.(foto 4). Untuk mengunjunginya, kita harus terlebih dahulu melewati ladang gandum dan menyeberangi sungai kecil dengan air yang sangat jernih. Di tembok  depan rumah tersebut  digantungkan plakat bertuliskan “Geburtshaus des Uhrmachers von Surabaya” (Rumah Kelahiran Si Pembuat Jam dari Surabaya) (foto 5). Johannes Emde memang bukanlah missionaris yang dikirimkan oleh sebuah lembaga misi. Ia adalah orang awam yang keberangkatannya ke Jawa Timur tidak didorong oleh keinginan untuk menyebarkan Injil. Oleh karenanya ia lebih dikenal sebagai pembuat jam dari Surabaya.

Rumah Johannes Emde
Foto 4 – Rumah Johannes Emde dari kejauhan. Foto: http://www.schmillinghausen.com
DSC_0565
Foto 5 – Plakat yang menunjukkan rumah tempat kelahiran Johannes Emde. Diplakat itu juga tertulis “Vater der Evang. Kirche in Ost Java” (Bapak Gereja Protestan di Jawa Timur)
DSC_0573(1)
Foto 6 – Delegasi kemitraan GKJW ke EKKW (2015) di depan rumah kelahiran Johannes Emde

Johannes Emde adalah sosok yang mengikat hubungan kemitraan antara GKJW dengan Gereja Protestan di Kurhessen-Waldeck (EKKW) Jerman. Karena itu, Schmillinghausen biasanya menjadi tujuan dalam perkunjungan kemitraan GKJW ke EKKW (foto 6).

Semenjak kepergiannya ke Hindia-Belanda, Johannes Emde tidak pernah lagi menginjakkan kaki-nya di rumah kelahirannya tersebut.  Dia meninggal tanggal 20 April  1859 dan dimakamkan di makam Paneleh, Surabaya.  Pada tanggal 11 Mei 1999 kerangka Johannes Emde dipindahkan oleh GKJW ke pemakaman Sukun, di kota Malang.

Kata Kunci Artikel Ini: