Selamat Ulang Tahun GKJW

Tanggal 11 Desember adalah merupakan tanggal yang menandai berdirinya Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan. Tentulah tanggal ini bukan tanggal keramat, tetapi kita dapat memakainya sebagai momentum untuk melihat, menghayati perjalanan yang telah dilalui oleh GKJW dan meletakkan asa tentang apa yang akan dilakukan oleh GKJW pada perjalanan berikutnya.

Kita patut bersyukur kepada Tuhan bahwa pada tanggal 11 Desember 2015 ini GKJW berulang tahun yang ke – 84 tahun. Semoga 165 jemaat GKJW juga menghayati HUT GKJW ini di sela-sela jadwal Natal 2015 yang tidak kalah dalam hiruk pikuknya. Setidaknya keberadaan gereja GKJW ini juga menjadi salah satu penanda tentang kehadiran Kristus di tengah-tengah dunia.

Di area kantor Majelis Agung GKJW juga menyelenggarakan peringatan HUT GKJW ke-84 tahun dengan mengadakan pagelaran seni budaya wayang kulit. Acara ini berlangsung pada pukul 08.00 WIB di kapel IPTh. Balewiyata. Sebelumnya acara ini dibuka dengan doa pembukaan oleh pdt. Suwignyo, ThD. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Majelis Agung pdt. Tjondro Firmanto Gardjito, STh yang mengajak kepada seluruh komponen GKJW untuk meningkatkan pelayanan GKJW di semua bidang pelayanan sambil meningkatkan kepekaan nurani dalam menjawab pergumulan-pergumulan yang terjadi di tengah bangsa dan Negara Indonesia.

Selain itu dalam peringatan HUT GKJW, pdt. Abednego Adinugroho NW, SSi selaku Sekum melaunching website GKJW dengan alamat http://gkjw.or.id. Tujuan pembuatan website GKJW ini adalah untuk mengkomunikasikan keberadaan dan pelayanan GKJW kepada semua orang. Harapannya dengan mengkomunikasikan/memberitakan kasih Allah dalam Yesus Kristus yang terwujud dalam gerak pelayanan GKJW dapat menjadi berkat bagi siapapun yang membacanya, bahkan mendorong jemaat-jemaat untuk semakin kreatif dan dinamis dalam menatalayani pelayanan di tengah GKJW dan masyarakat.

20151211_203430Puncak dari peringatan HUT GKJW ke-84 adalah dengan digelarnya wayang kulit yang mengambil lakon “Sang Dwija Taruna”. Yang luar biasa adalah pagelaran wayang ini berlangsung dengan melibatkan 3 dalang untuk bersama-sama melakonkan kisah wayang tersebut. Mereka adalah pdt. Suko Tiyarno, MTh., Gabriel Satya Christia (kelas III SMA) dan Vernandacello (umur 8 th). Mereka bermain dengan sangat bagus dengan keahlian mereka masing-masing. Ini adalah sumber daya GKJW yang luar biasa. Dengan melalui seni budaya wayang kulit dapat menjadi media untuk mengabarkan kasih Tuhan di tengah dunia.

Lakon Sang Dwija Taruna sendiri menceritakan tentang seorang anak yang bernama Wisang Geni putra dari Raden Arjuno yang berperan menjadi guru yang wasis meskipun dalam usia yang masih sangat muda. Singkat cerita Wisang Geni terlibat membantu Bima yang adalah pakdenya ketika berperang dengan raksasa yang merupakan manunggalnya Srani dengan Durga. Raksasa tersebut tidak dapat dibunuh oleh Bima. Maka Wisang Geni memberikan nasehat bahwa untuk membunuh raksasa itu harus dibelah dua badannya. Ketika Bima membelah tubuh raksasa itu maka keluarlaah dua wujud, yaitu Durga dan Srani.

Dari kisah ini dapat direlevansikan bahwa ketika menjadi satu maka akan sangat sulit untuk menghancurkannya, tetapi bila telah terbelah/terpecah maka wujud Patunggilan Kang Nyawiji itu akan menjadi hancur. Oleh sebab itu marilah kita GKJW membangun kesatuan yang utuh dalam Patunggilan Kang Nyawiji, maka GKJW akan memiliki kekuatan untuk mewujudkan kasih, kebenaran, keadilan dan damai sejahtera di tengah masyarakat.

Itulah serangkaian acara dalam HUT GKJW ke 84 yang digelar di lingkungan kantor MA. Semoga jemaat-jemaat juga dapat melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mensyukuri HUT GKJW dan Natal 2015. Syukur kami panjatkan kepadaMu ya Tuhan…..limpahkanlah rahmatMu untuk perjalanan pelayanan GKJW ke depan……amin. (PLH)

Kata Kunci Artikel Ini: