Pertemuan Raya Pemuda Rayon Kediri-Mataraman

PRP Rayon Kediri - Mataraman
Pendeta Kristanto menyampaikan materi MaNgaLa

Pertemuan Raya Pemuda (PRP) Rayon Kediri-Mataraman ini dilakukan mulai tanggal 01-03 Juli 2016 di GKJW Jemaat Pare-Kediri. Sekitar 170 orang  pemuda-pemudi  GKJW dari  Majelis Daerah Kediri Utara I, Kediri Utara II, Kediri Selatan dan Madiun hadir di acara ini

Tema PRP Rayon Kediri-Mataraman ini: Migunani Mring Liyan (Berguna Bagi Sesama). Tema tersebut diharapkan menggugah para pemuda-pemudi GKJW untuk awas terhadap percepatan dan perubahan di segala bidang dalam realitas sosial. Hal tersebut penting karena Gereja dan Masyarakat bukanlah dua entitas yang terpisah. Gereja (orang-orang Kristen) harus bermanfaat dalam kehidupan di tengah masyarakat yang terus berubah.  Para pemuda-pemudi Kristen semestinya tumbuh mandiri untuk memberi manfaat bagi pihak lain.

Dalam PRP kali ini disampaikan dua materi besar. Materi I diberi judul MaNgaLa (Madhep, Ngadeg lan Landhep).  Madhep berarti memiliki integritas yang berakar pada Kristus. Integritas tersebut menolong para muda untuk tidak mudah tergoyahkan oleh rupa-rupa gebyar di sekitarnya. Ngadeg diartikan mandiri dan berdikari dalam bidang teologi, dana maupun daya. Landhep berarti kritis dalam menyikapi segala sesuatu,  baik yang tampaknya duniawi maupun yang tampaknya rohani. Pemberian materi ini dipimpin oleh Pdt. Kristanto, ketua Dewan Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa Majelis Agung GKJW daur 2014-2017.

Belajar membuat pizza
Kelas Wirausaha – Belajar membuat Pizza

Materi II dibagi dalam kelas-kelas yakni:  (1) Kelas Liturgi Kreatif yang dipimpin oleh Pdt. Gideon Hendro Buono. Kelas ini bertujuan agar pemuda mampu mengolah ibadah mereka agar senantiasa hidup. (2) Kelas Musik Gerejawi dan Vokal dipandu oleh Pdt. Dikky Triatmodjo . Tujuan dari kelas ini adalah memperkenalkan para pemuda akan essensi bermusik dalam mengiringi nyanyian jemaat dan essensi dari nyanyian jemaat itu sendiri. (3) Kelas Wirausaha dipandu oleh Bp. Ferry Ramos dan Sdr. Catur. Dari kelas wirausaha diharapkan bahwa para muda memiliki kemampuan usaha mandiri sehingga bisa berdikari secara ekonomi dan tidak tergantung  pada orang lain.

Selain kedua materi besar diatas, diadakan juga gelar talenta pada hari Sabtu malam dan outbond pada hari Minggu siang.